Upaya Jaga Kelestarian, Asep Zaelani: Ada Keterkaitan Antara Pandemi dengan Kondisi Alam

Upaya Jaga Kelestarian, Asep Zaelani: Ada Keterkaitan Antara Pandemi dengan Kondisi Alam
info gambar utama

"Virus itu ada karena rumahnya terganggu. Virus itu keluar dari rumahnya sehingga menjadi bencana besar yaitu pandemi. Jadi ini memperlihatkan lingkungan kita sudah tidak baik-baik saja sehingga virus ini bisa menyebar."

---

Gerakan Satu Juta Pohon selalu dianggap sebagai momentum agar masyarakat sadar lingkungan. Apalagi melihat kondisi lingkungan yang mulai tersingkir akibat pengaruh ekonomi.

Kondisi inilah yang menjadi salah satu indikasi bahwa manusia memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan. Namun beragam hal yang sudah terjadi ternyata belum menyadarkan manusia

Padahal beragam dampak kerusakan lingkungan ini mulai terasa bagi masyarakat. Seperti halnya banjir, tanah longsor hingga beragam penyakit yang menghinggapi masyarakat.

Bahkan kondisi pandemi kali ini pun tidak bisa lepas kerusakan alam yang terjadi. Memang dalam sudut pandang kearifan lokal, tidak ada satu pun penyakit yang muncul kalau bukan karena ulah manusia.

Hal inilah yang disadari oleh Asep Shidqi Azzaelani, yang tergabung dalam Lembaga Alam Lestari. Mereka kini membentuk program kerja (Pokja) dari unsur masyarakat bernama Pokja Gempal (Gerakan Masyarakat Peduli Alam).

Dosen dari salah satu perguruan tinggi di Sukabumi ini melihat dari sudut pandang kearifan adanya keterkaitan antara kerusakan lingkungan dengan pandemi. Kondisi ini harusnya menyadari bahwa hubungan manusia dan alam sangat erat.

"Virus itu ada karena rumahnya terganggu. Virus itu keluar dari rumahnya sehingga menjadi bencana besar yaitu pandemi. Jadi ini memperlihatkan lingkungan kita sudah tidak baik-baik saja sehingga virus ini bisa menyebar," jelasnya.

Kang Asep--sapaan akrabnya--kepada GNFI menjelaskan tentang konsep penanaman pohonnya. Dalam sebuah wawancara, dirinya juga menjelaskan bahwa upaya kelestarian lingkungan tidak hanya berhenti dalam penanaman.

Selain itu terkait penanaman, baginya bisa ditarik juga ke masalah kesejahteraan ekonomi di desa. Hal inilah yang menjadi latar belakangnya sebagai anggota Patriot Desa.

Berikut kutipan wawancaranya:

Mengapa tertarik dalam bidang konservasi lingkungan?

Bagi saya lingkungan itu merupakan prioritas. Karena ini tempat kita tinggal, sebagai manusia punya tanggung jawab untuk memuliakan lingkungan kita. Atas dasar itu saya mendedikasikan diri berjalan dalam program lingkungan.

Melihat Potret Reboisasi Hutan di Indonesia

Sejak kapan mulai sadar akan gerakan peduli lingkungan?

Program lingkungan tidak serta merta langsung ada penanaman, tidak seperti itu. Awalnya berangkat dari kekhawatiran dari lingkungan yang tidak kondusif, sistem yang tidak seimbang.

Sehingga kita terdorong bersama teman yang lain di komunitas untuk melakukan upaya pemeliharaan, salah satunya adalah program penanaman pohon. pohon itu kan tidak sembarangan, harus ada pemilihan tempat yang tepat, ada pemetaan, tahu area-area yang layak untuk ditanam.

Mungkin semua orang bisa menanam, tetapi tidak semua orang tahu tata ruang yang perlu ditanami. Jangan sampai kita terjebak dalam program serimonial.

Apa saja program penanaman pohon yang telah dilakukan?

Upaya itu saya dengan beberapa tim sampai saat ini masih memastikan apakah pohon yang kita tanami ini sudah tepat. Selama enam tahun kita masih melakukan upaya untuk memastikan zona-zona yang tepat untuk ditanami.

Selain upaya mitigasi bencana, upaya menanam itu memastikan resapan air ini berfungsi. Cicurug ini daerahnya sudah transisi, mengapa? Karena ada alih fungsi dari lahan pertanian dan persawahan jadi lahan pabrik industri dan perumahan.

Memang apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi ini?

Ini yang menyebabkan eksosistem kita terhambat karena tidak seimbang. Upaya untuk kembali memastikan iklim kita kondusif, seimbang, salah satunya reboisasi alam.

Kita beberapa kali melakukan program, kalau untuk di hulu kita lakukan penanaman di daerah aliran sungai (DAS). Karena ini langsung ke wilayah Cimandiri, Cicurug, atau Cicatih.

Sementara itu batas taman nasional yang memang perlu dikembalikan fungsi resapannya agar baik. Selain itu kita menanam di pemukiman warga sekitar, kita sebut program mikro iklim lingkungan.

Jadi kita bermitra dengan beberapa perusahaan yang memang bergerak pada padat modal. Perusahaan juga mengeluarkan Corporate Social Responsibility (CSR) dan ada kesadaran dari arus bawah masyarakat.

Pendirian perusahaan ini kan perlu ada tanggung jawab untuk menjaga lingkungannya. Gerakan-gerakan masyarakat yang terkoordinir, kita bikin kelompok kerja (korja) ini yang menginisiasi upaya-upaya pengawasan.

Swasta juga mendukung sesuai dengan misi perusahaan juga. Ada program yang didukung oleh pemerintah dan swasta. Ada juga program mandiri yang kita lakukan.

Misalnya program mikro iklim, satu rumah, satu sumur resapan, satu lubang biopori dan satu pohon produktif yaitu pohon buah. Jadi one place, one product satu kampung satu desa dengan program unggulan.

Misal ada jamu kristal, jamu mutiara. Program lingkungan kita bicara ekologi, juga harus seimbang dengan bicara ekonomi.

Program prioritas, ini reboisasi alamnya, mengembalikan fungsi resapannya. Beberapa fenomena yang terjadi di Cicurug, ada banjir bandang di persawahan, ada yang berdampak ke desa lainnya.

Kondisi ini memperlihatkan hutan sudah tidak ada fungsi resapan yang baik. Itu sebenarnya ingin mengembalikan fungsi resapan.

Sugiarto, Dedikasikan Hidup Lebih dari 20 Tahun untuk Gaungkan Aksi Menanam Pohon

Lalu apa program prioritas yang telah dilakukan oleh komunitas?

Untuk di lahan masyarakat, kita prioritaskan pohon-pohon produktif seperti buah-buahan, misal jambu kristal, jambu mutiara. kalau di batas taman nasional, kita prioritaskan pohon-pohon keras, endemik tentunya.

Misalnya rasamala (Altingia excelsa), puspa (Schima wallichii), sengon (Paraserianthes moluccana). Kita sudah menanam 45 ribu pohon di batas Taman Nasional Halimun Salak.

Ini semua sudah kita barcode. Jadi kalau ada yang berkunjung ke batas taman nasional, tinggal bawa handphone ketahuan siapa yang menanam, tanggalnya berapa, tahunnya berapa.

Inovasi ini dilakukan untuk menarik anak muda?

Tentu kita memanfaatkan teknologi informasi agar bisa dikonsumsi oleh khalayak banyak. Terutama untuk urusan edukasi ekologi, kita mendorong anak muda lebih produktif dalam menggunakan teknologi.

Mengapa pohon itu ada informasinya, tahunnya berapa, ketahuan seberapa tinggi pohon itu. Karena kita juga ada proses perawatan.

Minimal tanaman keras, jadi endemik di Halimun Salak, seperti rasamala, puspa, dan sengon, itu butuh perawatan selama tiga tahun. Jadi setelah kita menanam perlu ada pemeliharan selama tiga tahun.

Ada upaya pembersihan supaya tidak ada tanaman liar. itu berpengaruh pada pertumbuhannya. Jadi kalau ada yang mati, kita tambal sulam. Mati satu, kita ganti lagi.

Bagaimana respons dari masyarakat sendiri?

Kalau untuk daerah kawasan Taman Nasional yang berbatasan dengan pemukiman warga itu mudah untuk dikoordinir. Cuma kalau di derah hilir, misal Cicirug, perlu upaya yang cukup kuat untuk menyakinkan.

Selain program penanaman, ada upaya edukasi, seperti mendokumentasikan kegiatan, kemudian kita kampanye lingkungan di radio atau podcast. Itu kampanye lingkungan.

Meningkatkan partisipasi masyarakat. Kalau di kaki gunung masyarakatnya sangat aktif dan antusias. Karena itu setiap kampung ini kita membuat pokja.

Apakah bencana seperti pandemi karena kondisi lingkungan yang rusak?

Kita bicara tentang lingkungan itu tidak bisa langsung menyimpulkan apakah rusak atau bagus. Selain bisa melihat secara langsung juga ada upaya untuk memastikan lingkungan itu rusak atau baik-baik saja.

Setelah kita melakukan itu yang kita sebut itu tratas atau melihat langsung di pegunungan dan DAS-nya. Memang sudah sangat mengkhawatirkan.

Di Gunung Salak saja sumber-sumber resapan tidak berfungsi baik, area harusnya DAS dan sub das ini terjadi longsor yang menghambat jalur air. Dari keterhambatan jalur air ini mengakibatkan banjir bandang.

Kalau pandemi itu memang perlu kajian lebih dalam. Memang kalau berbicara dari sudut pandang kearifan, ini ada keterkaitan antara bencana alam dengan fenonema global dengan alamnya.

Saya tidak mau terlalu dalam, tetapi ini hanya gambaran umum saja. Para ahli yang berkaitan langsung dengan kearifan menyebut ini ada keterkaitan langsung antara pandemi dengan kondisi alam.

Virus itu ada karena rumahnya terganggu. Virus itu keluar dari rumahnya sehingga menjadi bencana besar yaitu pandemi. Jadi ini memperlihatkan lingkungan kita sudah tidak baik-baik saja sehingga virus ini bisa menyebar.

Lestarikan Lingkungan dengan Cara Illegal Planting, Hery Heriyanto: Tanam Saja Dulu

Boleh dijelaskan apa itu program Patriot Desa?

Patriot Desa ini program unggulan dari Gubernur Jawa Barat (Jabar), sudah berjalan sejak 2019 hingga kini. Jadi program Patriot Desa merupakan jawaban agar desa-desa bisa melakukan pemberdayaan ekonomi.

Di tahun 2019 ada 110 personil yang diturunkan di 50 desa tertinggal. Satu desa dua orang. Pada 2020-2021 ada kebijakan provinsi ditambah, ada empat angkatan dengan 440 orang dan ditempatkan di 18 kabupaten dan kota, 17 kabupaten, dan 1 kota Jabar.

Tugasnya banyak, selain komunikator dan integrator, Patriot Desa juga sebagai wakil dari gubernur, pemetaan di desa memastikan dan mengindentifikasi potensi desa. Potensi desa ini dikelola bersama masyarakat.

Meningkatkan status IDM (Indeks desa membangun). Kalau tertinggal diupayakan agar tidak lagi menjadi desa tertinggal. Bicara status desa IDM ada tiga yang perlu di intervensi yaitu indeks komposit lingkungan, indeks komposit sosial, indeks komposit ekonomi.

Apa harapannya untuk Gerakan Satu Juta Pohon?

Harapan terhadap refleksi menaman pohon, bisa mengedukasi masyarakat, bisa menjaga lingkungan karena itu tanggung jawa kita, bukan pemerintah atau swasta.

Kewajiban seluruh manusia agar lebih memelihara lingkungan. Tetapi bukan hanya serimoni, namun rilnya juga, ekonomi dan ekologi sama seperti dua sisi mata uang. Kita tidak bisa melihat unsur lingkungan, kalau saat bicara ekonomi lingkungannya tetap tidak terjaga.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini