Meski Tanpa Kaki Kanan, ‘Gadis’ Kembali Lahirkan 3 Anak Harimau Sumatra

Meski Tanpa Kaki Kanan, ‘Gadis’ Kembali Lahirkan 3 Anak Harimau Sumatra
info gambar utama

Populasi harimau sumatra yang mengalami ancaman kepunahan kini kembali bertambah. Kabar baik tersebut datang setelah muncul informasi mengenai kelahiran tiga ekor anak atau individu baru di kawasan konservasi Kabupaten Padang Lawas, Sumatra Utara (Sumut), yakni Barumun Nagari Wildlife Sanctuary (BNWS).

Meski baru diumumkan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, pada hari Jumat (4/2/2022), namun kelahiran tiga bayi harimau sumatra tersebut diketahui sudah terjadi pada hari Minggu (23/1).

Menurut pemberitaan yang beredar, tiga ekor anak harimau yang dimaksud lahir dari hasil perwakinan antara induk betina bernama Gadis dan jantan bernama Monang yang memang hidup di kawasan konservasi tersebut.

Kabar bahagia ini semakin terasa haru, karena Gadis pasalnya merupakan harimau sumatra yang berhasil bertahan setelah menjadi korban dari perangkap jerat sling baja, di Kampung Taratak, Nagari Mandeh, Sumatra Barat pada tahun 2016 silam. Akibat kejadian tersebut, Gadis hingga detik ini hidup dengan kondisi kaki kanan atas yang terpaksa harus diamputasi.

Harimau Sumatra dan Peradaban Masyarakat Sumatra yang Sakral

Kelahiran dalam kondisi sehat

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kelahiran tiga ekor anak harimau sumatra ini baru diketahui oleh petugas di kawasan konservasi BNWS, setelah melakukan pemeriksaan melalui kamera cctv yang beroperasi selama 24 jam.

Petugas kemudian melaporkan hal tersebut kepada Yayasan Parsamuhan Bodichita Mandala Medan (YPBMM), yang selanjutnya sampai ke pihak BBKSDA Sumut. Meski begitu, info terakhir menyebutkan jika jenis kelamin dari tiga anak harimau tersebut belum dapat diidentifikasi, karena sulit untuk diamati dari jarak dekat.

Pantauan detail dari kamera cctv juga tidak mungkin untuk dilakukan, karena titik lokasi kandang harimau tertutup oleh semak belukar. Meski begitu, jika menilik potongan video yang diunggah oleh akun @apacerita_medan, terlihat jika tiga anak harimau yang sedang menyusu kepada induknya lahir dan berada dalam kondisi sehat, meski belum dapat membuka mata.

Lain itu, Irzal Azhar, selaku Plt Kepala BBKSDA Sumut memastikan jika perkembangan terhadap ketiga anak harimau tersebut akan terus dilakukan.

"Kondisi kandang memang dibuat sedemikian rupa menyerupai kondisi alam, terdapat pohon-pohon, semak belukar, dan sumber air. Namun saat ini pemantauan ketiga anak harimau terus dilakukan melalui pengamatan cctv untuk melihat perkembangan ke depan," ucap Irzal, dalam Antara.

Cerita Mbah Loreng dan Bentuk Penghormatan Orang Jawa kepada Harimau

Gadis yang tangguh

Gadis dengan kaki kanan depan yang diamputasi
info gambar

Mengenal lebih dekat mengenai sosok induknya, seperti yang telah disebutkan bahwa Gadis adalah seekor harimau sumatra yang pada tahun 2016 lalu harus menjadi korban konflik atau pemburuan, yang dilakukan pihak tidak bertanggung jawab di alam bebas Sumatra Barat.

Kala itu, Gadis yang diperkirakan masih berusia lima tahun terjebak sling baja penjerat khusus harimau dan menyebabkan infeksi parah pada kaki depan kanan hingga sampai ke bagian bahu.

Pada saat ditemukan, Gadis diprediksi sudah terjebak dalam penjerat selama tiga hari. Jika saja harimau tersebut terjebak lebih lama dan terlambat diselamatkan, pihak dokter hewan menyebut jika Gadis bisa saja mati akibat dehidrasi dan infeksi.

Nahas meski sudah diselamatkan, infeksi yang membuat area kaki kanan depannya membusuk memaksa Gadis untuk diamputasi agar bisa bertahan hidup. Mengutip Mongabay Indonesia, kala itu operasi amputasi sampai harus melibatkan sebanyak lima orang dokter hewan dan berlangsung selama dua jam.

Keputusan amputasi ini juga mengubah kehidupan Gadis, awalnya jika bisa sembuh setiap harimau akan menjalani masa rehabilitasi untuk kembali dilepasliarkan ke alam bebas. Namun dengan kondisi kaki cacat, individu harimau dikhawatirkan tidak akan bisa bertahan dengan sempurna di alam termasuk untuk mencari makan.

Akibat peristiwa tersebut pula, pihak BBKSDA Sumatra akhirnya mendirikan Sanctuary Harimau Barumun, yang menjadi bagian dari (BNWS) pada tahun 2016, dengan tujuan menjadi tempat untuk merehabilitasi harimau korban konflik yang tidak bisa kembali hidup di alam bebas seperti Gadis.

Berhasil bertahan hidup hingga saat ini berusia 10 tahun di dalam kawasan BNWS, kelahiran yang Gadis lalui pada bulan Januari kemarin nyatanya bukanlah kali pertama terjadi. Pada tahun 2018 pasangan Gadis dan Monang juga sudah lebih dulu berhasil menghadirkan kelahiran sepasang dua anak harimau sumatra berjenis kelamin jantan dan betina, yang masing-masing diberi nama Surya Manggala dan Citra Kartini.

Saat ini, kedua anak harimau tersebut diketahui berhasil tumbuh dalam kondisi sehat dan sudah berusia tiga tahun, keduanya juga dilaporkan sedang dalam masa persiapan untuk dilepasliarkan ke alam bebas.

Populasi Harimau Sumatra Bertambah Dengan Kelahiran 2 Bayi Harimau Ini

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini