Kesuksesan Budidaya Kambing Pygmy Berharga Tinggi di Bantul

Kesuksesan Budidaya Kambing Pygmy Berharga Tinggi di Bantul
info gambar utama

Kambing umumnya lebih banyak dikenal sebagai salah satu jenis hewan ternak yang memang dikelola untuk pemanfaatan sumber pangan bersifat hewani, baik diperah untuk pemanfaatan susunya ataupun daging yang dikonsumsi untuk makanan sehari-hari.

Namun, hal berbeda justru berlaku untuk salah satu jenis kambing yang dapat dikatakan unik karena bentuknya yang tidak biasa, yakni kambing pygmy. Namanya mungkin sudah tidak asing, istilah pygmy (pigmi) sendiri memang merujuk pada julukan bagi individu baik berupa hewan atau manusia dari suku tertentu yang memiliki ukuran tubuh cenderung lebih kecil atau mini.

Tidak hanya kambing, beberapa hewan yang diyakini memiliki ukuran terkecil di dunia dari spesies sesamanya juga kerap mendapat julukan yang sama. Menariknya, karena kambing pygmy ini memiliki tampilan yang unik dan bisa dibilang menggemaskan, membuat hewan tersebut banyak diminati sebagai hewan peliharaan, alih-alih dijadikan hewan ternak.

Karena memang bukan berasal dari Indonesia dan keberadaannya di tanah air sendiri terbilang jarang, namun keberhasilan budidaya kambing pygmy rupanya dapat ditemui di wilayah Bantul, Yogyakarta, tepatnya di Padukuhan Pereng Wetan, Kalurahan Argorejo, Kecamatan Kapanewon Sedayu.

Bioflok, Sistem Budidaya Ikan Lele dan Nila yang Menguntungkan Peternak

Satu ekor anakan bernilai puluhan juta

Adalah Dwi Susanto, pria asal Bantul yang diketahui merupakan seorang pembudidaya hewan-hewan unik yang mungkin jarang dijumpai di Indonesia. Dari sekian banyak jenis hewan unik yang dibudidaya, salah satu yang paling menyita perhatian adalah kambing pygmy.

Mengutip IDN Times, diketahui bahwa awal mulanya Dwi hanya memiliki dua ekor atau sepasang kambing pygmy pemberian kerabat asal Depok, Jawa Barat, pada tahun 2017. Melihat belum adanya pembudidaya atau peternak yang memiliki jenis kambing satu ini, ia akhirnya melakukan budidaya hingga terhitung ada sebanyak 20 ekor kambing pygmy yang telah lahir.

Karena keunikannya, Dwi juga menuturkan jika harga jual yang dimiliki oleh hewan yang banyak diminati sebagai peliharaan ini cukup tinggi, yakni dapat mencapai Rp25 juta untuk satu ekor anak kambing lepas sapih atau yang berada di kisaran usia dua hingga tiga bulan.

Dwi menyebut, jika dalam satu hingga dua tahun terakhir minat terhadap kambing pygmy cukup tinggi, dirinya bahkan sampai tidak bisa memenuhi permintaan yang datang dari Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, bahkan hingga luar Pulau Jawa seperti Banjarmasin, karena memang jumlahnya yang terbatas.

"Sebelum pandemi tidak laku banyak, namun saat ini permintaan justru meningkat. Sebelum pandemi paling terjual satu hingga tiga pasang, saat ini justru bisa laku sampai 17 pasang," jelas Dwi.

Berdasarkan penuturan Dwi, cara memelihara dan merawat kambing pygmy juga tidak terlalu sulit atau hampir sama dengan kambing pada umumnya, cukup diberikan pakan hijauan ternak berupa rumput dan sayuran. Kambing ini juga bisa diberi pakan berserat seperti kangkung yang dikeringkan dan bungkil kedelai agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi.

Menilik Potensi Budidaya Sidat di Indonesia

Lincah dan akrab dengan manusia

Bukan tanpa alasan jika jenis kambing satu ini banyak diminati, pasalnya kambing pygmy memang memiliki kebiasaan yang sedikit berbeda dari kambing pada umumnya. Terkenal dengan perilakunya yang lebih tenang dan ramah, kambing pygmy diketahui cukup aktif dan lincah karena kebiasaannya yang suka berlari kecil serta melompat.

Memiliki tinggi maksimal hanya mencapai 58-60 sentimeter, dengan bobot badan untuk kambing betina sekitar 23-34 kilogram dan kambing jantan 27-30 kilogram, pygmy memiliki warna tubuh atau bulu yang cukup bervariatif mulai dari putih krem, medium krem, hingga krem gelap. Selain itu, ada juga beberapa kambing yang berwarna perak abu-abu hingga hitam merata.

Bicara soal asal-usulnya, kambing ini sebenarnya berasal dari wilayah Kamerun di Afrika Barat. Di negara asalnya, hewan satu ini jadi jenis ternak yang paling berharga. Dapat bereproduksi sepanjang tahun, sekali berkembang biak induk kambing pygmy yang juga tetap berukuran kecil dapat melahirkan satu hingga dua anak dengan berat di kisaran 0,9-2 kilogram.

Sebenarnya daging dari kambing pygmy juga dapat dikonsumsi, kualitas dagingnya bahkan disebut lebih baik karena empuk dan dapat menghasilkan susu yang melimpah. Namun karena lebih menonjol dari segi penampilan, kebanyakan orang lebih memilih untuk menjadikannya sebagai kambing peliharaan atau kambing hias.

Mengenal Axolotl, Satwa Terancam Punah Asal Meksiko yang Berkembang Baik di Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini