Wakili Indonesia, Butet Manurung Terpilih Jadi Barbie Role Model

Wakili Indonesia, Butet Manurung Terpilih Jadi Barbie Role Model
info gambar utama

Pada 9 Maret 1959, boneka Barbie yang diproduksi perusahaan Amerika Serikat, Mattel, pertama kali muncul di ajang American International Toy Fair, New York. Boneka itu tampil menggunakan pakaian renang berwarna hitam-putih dengan rambut dikuncir dan laku sampai 350 ribu buah dalam setahun.

Setelah laris-manis di pasaran, Barbie terus memproduksi banyak boneka sampai saat ini. Tak hanya menampilkan boneka-boneka dengan pakaian cantik, Barbie juga memiliki komitmen untuk menginspirasi banyak anak perempuan dengan cara memperkenalkan sosok-sosok perempuan luar biasa dari seluruh dunia dengan berbagai latar belakang berbeda.

Terkenal dengan sebutan Barbie Role Model, pihak Mattel menghadirkan boneka yang dibuat menyerupai sosok-sosok inspiratif sebagai upaya untuk menunjukan pada anak-anak perempuan bahwa mereka bisa jadi apa saja. Harapannya, Barbie akan membantu membangun kepercayaan diri dan memperkuat potensi tak terbatas dari anak perempuan di manapun mereka berada.

“Sebagai bagian dari perayaan Hari Perempuan Internasional tahun ini, kami memberikan penghargaan kepada 12 pengusaha wanita global dan panutan dengan membuat boneka Barbie yang unik dalam rupa mereka,” kata pihak Barbie melalui akun instagram resminya.

Barbie Role Model kali ini menghadirkan para pemimpin di masing-masing industri, seperti teknologi mode, pendidikan, dan lainnya untuk menginspirasi anak-anak perempuan di seluruh dunia agar dapat bermimpi sebesar-besarnya.

Dari 12 sosok inspiratif yang terpilih, salah satunya adalah orang Indonesia yaitu Butet Manurung. Ini bukan kali pertama perempuan Indonesia menjadi Barbie Role Model, sebab tahun lalu perancang busana Anne Avantie juga pernah dibuatkan boneka serupa.

Barbie Buatkan Boneka Role Model Berwujud Anne Avantie

Para perempuan inspiratif dalam Barbie Role Model

Barbie Role Model | Instagram @barbie
info gambar

Barbie Role Model kali ini menghadirkan para pemimpin di masing-masing industri, seperti teknologi mode, pendidikan, dan lainnya untuk menginspirasi anak-anak perempuan di seluruh dunia agar dapat bermimpi sebesar-besarnya.

“Sebagai bagian dari perayaan Hari Perempuan Internasional tahun ini, kami memberikan penghargaan kepada 12 pengusaha wanita global dan panutan dengan membuat boneka Barbie yang unik dalam rupa mereka,” kata pihak Barbie melalui akun instagram resminya.

Berikut nama-nama perempuan yang terpilih tahun ini untuk menjadi dibuatkan boneka Barbie Role Model:

  1. Shonda Rhimes: Pendiri perusahaan produksi acara televisi Shondaland dari Amerika Serikat
  2. Ari Horie: Pendiri dan CEO Women's Startup Lab dari Amerika Serikat/Jepang
  3. Pat McGrath: Makeup artist dan pendiri Pat McGrath Labs dari Inggris
  4. Melissa Sariffodeen: CEO and Co-Founder of Canada Learning Code dari Kanada
  5. Adriana Azuara: Pendiri All4Spas dari Meksiko
  6. Doani Emanuela Bertain: Guru dan pendiri Sala 8 dari Brazil
  7. Jane Martino: Pendiri Smiling Mind dari Australia
  8. Lan Yu: Perancang busana dari Cina
  9. Butet Manurung: Aktivis dan pendiri Sokola Rimba dari Indonesia
  10. Sonia Peronaci: Pendiri situs makanan Italia GialloZafferano dari Italia
  11. Tijen Onaran: CEO and Founder of Global Digital Women
  12. Lena Mahfouf: Kreator digital dan penulis Always More dari Prancis

“Saya merasa tersanjung karena terpilih menjadi salah satu dari 12 Role Model Global Barbie dan mewakili multikulturalisme Indonesia. Harapan saya kepada semua perempuan muda untuk percaya pada diri mereka sendiri, bahwa Anda bisa menjadi apapun yang Anda impikan. Mengutip Paulo Cuelho, ketika Anda menginginkan sesuatu, seluruh alam semesta berkonspirasi untuk membantu Anda mencapainya,” tulis Butet di Instagramnya.

Sokola Institute: Lembaga Penyedia Pendidikan bagi Masyarakat Adat Indonesia

Butet Manurung yang inspiratif

Pada tahun 1999, Butet bergabung dengan proyek konservasi LSM Warsi Jambi dan menjalankan program pendidikan untuk Orang Rimba, kelompok adat nomaden yang tinggal di hutan Jambi. Berbekal dari pengalaman, pada tahun 2003 Butet dan beberapa rekannya mendirikan Sokola Institute, sebuah organisasi nirlaba yang memberikan kesempatan pendidikan bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.

Sokola Institute telah merintis hingga 17 program di seluruh Indonesia dan memberikan manfaat kepada lebih dari 15 ribu masyarakat adat untuk bisa mengenyam pendidikan formal.

Nama Butet juga dikenal sebagai penulis buku “Sokola Rimba” yang menceritakan pengalamannya dalam merintis program pendidikan di komunitas adat orang rimba. Kisah dalam buku ini juga telah diadaptasi ke dalam film layar lebar berjudul sama tahun 2013.

Sebagai seorang aktivis dan pendidik, Butet telah menerima berbagai penghargaan internasional, seperti “Man and Biosphere Award” UNESCO 2001, “Hero of Asia” 2004 dari Majalah TIME, “Ashoka Fellow” 2006, “Asia Young Leader” 2007, “Young Global Leader” 2009, Ernst and Young Indonesian “Social Entrepreneur of the Year” 2012 dan “Asia Nobel Prize' Ramon Magsaysay Award 2014.”

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini