10 Startup Unggulan Asal Indonesia Akan Berpartisipasi di Ajang SXSW 2022

10 Startup Unggulan Asal Indonesia Akan Berpartisipasi di Ajang SXSW 2022
info gambar utama

Startup atau perusahaan rintisan di Indonesia berkembang dengan sangat pesat. Dari tahun ke tahun jumlahnya semakin meningkat, bahkan Indonesia merupakan negara urutan kelima dengan jumlah startup terbanyak dunia dengan total 2.305 perusahaan.

Bisnis startup telah merambah ke banyak sektor, mulai dari financial technology (fintech), kesehatan, logistik, pendidikan, dan situs belanja daring. Industri ini tentunya tak main-main sebabada beberapa perusahaan yang telah menyandang status unicorn (nilai valuasi 1 miliar dolar AS) seperti J&T Express, Bukalapak, Traveloka, Ovo, dan Kopi Kenangan.

Selain itu, ada juga perusahaan rintisan yang telah masuk kategori decacorn (nilai valuasi 100 miliar dolar AS) seperti Go-To yang merupakan merger antara Gojek dan Tokopedia.

Berkaitan dengan perusahaan rintisan, baru-baru ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendukung 10 perusahaan rintisan (startup) lokal Indonesia yang akan tampil di ajang internasional South by Southwest (SXSW) Online Creative Industries Exhibition 2022 pada 11–20 Maret 2022.

Perusahaan rintisan apa saja yang akan berpartisipasi di SXSW Creative Industries Expo? Berikut daftarnya:

Penting Bagi Perusahaan Rintisan, Ini Deretan Inkubator Startup Ternama di Indonesia

SXSW merupakan festival yang digelar rutin setiap tahun dan memadukan antara perayaan film, musik, media interaktif, budaya, dan konferensi.

Creative Industries Expo merupakan pameran terbesar di ajang SXSW yang digelar di Austin, Texas, Amerika Serikat dan juga secara daring. Ajang ini akan mempertemukan banyak perusahaan rintisan, perusahaan yang usdah mapan, dan organisasi kreatif dalam satu tempat untuk membangun relasi dan peluang investasi. Beberapa area di pameran ini juga bertujuan untuk mempromosikan penemuan, pendidikan, dan inspirasi.

10 perusahaan rintisan dari Indonesia yang memiliki kesempatan untuk mengikuti SXSW Creative Industries Expo yaitu PeduliLindungi, Ruangguru, Eresto, Everidea Interactive, Lokapoin, Omni Hotelier, Ruang Halal, Sahabat Gemarikan, Tiga Token Digital, dan UMG Idealab.

Kesepuluh perusahaan tersebut akan ditampilkan di Paviliun Indonesia dengan 360 virtual exhibition platform yang dapat diakses publik melalui laman sxsw.indonesia.travel.

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan bahwa tahun ini tema acara tersebut adalah “Exploring Digital Wonders of Indonesia” yang diadaptasi dari wonderfull Indonesia sebagai brand pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia

Sandiaga juga menjelaskan bahwa dukungan SXSW Creative Industries Expo 2022 ini selaras dengan isu yang diangkat pada forum Presidensi G20 Indonesia, yakni transformasi digital terutama pada kesadaran akan kesehatan global.

"Semangat digitalisasi merupakan salah satu isu prioritas Presidensi G20. Kita perlu berbangga bahwa Indonesia merupakan salah satu negara ASEAN yang masuk dalam G20, semoga kedepan makin besar andil Indonesia dalam menciptakan tatanan dunia yang lebih inklusif bagi semua kalangan," ujar Sandiaga.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Kemenparekraf belum bisa berpartisipasi secara offline karena kebijakan perjalanan luar negeri yang dinamis. Namun, ia tetap berharap perusahaan rintisan ini bisa mendapatkan peluang dari medium apapun, baik virtual maupun secara fisik.

Ia berharap ajang ini dapat memberikan manfaat, transaksi bisnis, dan pembelajaran yang berguna untuk kelangsungan usaha, membangkitkan perekonomian, menciptakan lapangan kerja, hingga menyusun transisi ekonomi baru.

Plt Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Nia Niscaya, juga menyampaikan bahwa Jakarta menempati posisi ke-3 dalam kategori Top 100 Emerging Ecosystems mengalahkan Kuala Lumpur, Ho Chi Minh City, Bangkok, Manila, dan Hanoi di wilayah Asia Tenggara berdasarkan data dari Startup Genome dalam publikasi The Global Startup Ecosystem Report (GSER) 2021.

“Hal ini menunjukkan bahwa mesin perkembangan startup di Indonesia sudah panas sehingga diharapkan dapat melaju cepat sesuai perkembangan dunia,” terang Nia

Dalam kesempatan yang sama Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf, Yuana Rochma Astuti mengatakan bahwa ia berharap 10 perusahaan rintisan Indonesia tersebut bisa mendapatkan business deal untuk pengembangan dan peningkatan perusahaan.

Blibli Menambah Daftar Perusahaan Rintisan Indonesia yang Menyandang Status Unicorn

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini