Blibli Menambah Daftar Perusahaan Rintisan Indonesia yang Menyandang Status Unicorn

Blibli Menambah Daftar Perusahaan Rintisan Indonesia yang Menyandang Status Unicorn
info gambar utama

Situs eCommerce Blibli.com menambah daftar perusahaan rintisan asal Indonesia yang menyandang status unicorn . Hal ini dikonfirmasi sang CEO Kusuma Martanto, yang mengatakan bahwa pihaknya memang belum membuat pengumuman resmi kepada publik soal informasi tersebut.

Dalam wawancara dengan Dailysocial.com, Kusuma memberikan kepastian bahwa memang benar Blibli telah mendapatkan status unicorn dengan nilai valuasi 1 miliar dolar AS. Bisnis Blibli sendiri berada di bawah payung GDP Venture, cabang modal ventura dari Djarum Group.

Dalam beberapa tahun terakhir, Blibli telah melakukan beberapa akuisisi strategis, salah satunya Tiket.com dan investasi di perusahaan rintisan lain. Atas inisiatif tersebut akhirnya mengantarkan sang CEO menjadi anggota dewan atau komisaris di sejumlah perusahaan.

Sejauh ini, Blibli juga mengembangkan bisnisnya dengan beberapa cara. Misalnya, memperkuat aspek O2O perusahaan dengan meluncurkan BlibliMart. Pada awal tahun 2020, layanan baru tersebut telah mengamankan kategori terkuat kedua di Blibli berdasarkan GMV dan jumlah pesanan.

Capai Valuasi 1,7 Miliar Dolar AS, OnlinePajak Jadi Startup Unicorn Anyar di Indonesia

Tentang Blibli.com

Blibli didirikan tahun 2010 dan telah bekerja sama dengan penyedia jasa teknologi, mitra logistik, perbankan serta berbagai mitra dagang. Produk yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari produk elektronik, kebutuhan primer, olahraga, kesehatan, fesyen dan kecantikan, perhiasan, otomotif, hingga berbagai jasa.

Untuk model bisnisnya berfokus pada B2B, B2C, dan B2B2C. Pada akhir tahun 2019, Blibli pun memperluas kemitraan online to offline (O2O) melalui program Blibli InStore dan Click&Collect di lebih dari 20 ribu lokasi toko ritel.

Pada akhir 2020, Blibli bekerja sama dengan Indodana, anak perusahaan Cermati Fintech Group, untuk memperkenalkan fitur pay later dalam metode pembayarannya. Tak hanya itu, Blibli juga telah bekerja sama dengan 16 ribu mitra UMKM dan mendapatkan lebih dari satu juta pelanggan.

Memasuki tahun 2021, Blibli pun berkolaborasi dengan unit bisnis Garasi.id untuk mengikuti gelombang tren pasar mobil bekas. Menurut penuturan Kusumo, inovasi dan program yang dilakukan Blibli menunjukkan perannya sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi digital nasional.

J&T Jadi Perusahaan Ekpedisi Pertama yang Raih Status Unicorn

Perusahaan rintisan Indonesia dengan status unicorn

Unicorn merupakan sebutan yang merujuk pada perusahaan dengan valuasi nilai mencapai 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp140 triliun. Penyebutan ini pertama kali digunakan oleh Aileen Lee, seorang kapitalis ventura asal Amerika Serikat. Selain unicorn, ada pula istilah decacorn (nilai valuasi 10 miliar dolar AS) dan hectacorn (nilai valuasi 100 miliar dolar AS).

Di Indonesia, telah ada beberapa perusahaan rintisan yang menyandang status unicorn. Sebelum Blibli, ada OnlinePajak dengan valuasi sebesar 1,7 miliar dolar AS, J&T Express dengan nilai valuasi 7,8 miliar dolar AS. Adapun para pendahulu unicorn di Indonesia, seperti Bukalapak (sekitar 3,5 miliar dolar AS),Ovo (2,9 miliar dolar AS), dan Traveloka (3 miliar dolar AS).

Gojek merupakan perusahaan rintisan Indonesia yang mendapatkan status unicorn pada tahun 2016 dengan nilai valuasi sebesar 1,2 miliar dolar AS. Namun, perusahaan yang telah merger dengan Tokopedia dan kini bernama Go-To ini telah berubah statusnya dari unicorn ke decacorn karena nilai valuasinya sudah mencapai 18 miliar dolar AS dan lagi-lagi, jadi perusahaan rintisan pertama di Tanah Air untuk decacorn.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini