Penting Bagi Perusahaan Rintisan, Ini Deretan Inkubator Startup Ternama di Indonesia

Penting Bagi Perusahaan Rintisan, Ini Deretan Inkubator Startup Ternama di Indonesia
info gambar utama

Tidak ada yang instan, banyaknya perusahaan rintisan atau startup tanah air yang berhasil mencapai kesuksesan dan performa gemilang belakangan ini sejatinya tidak sekonyong-konyong terjadi dalam waktu singkat dan semudah yang dibayangkan.

Berdasarkan laporan dari Startupranking.com sampai bulan April 2021, Indonesia ada di peringkat ke-5 sebagai negara dengan kehadiran startup terbanyak di dunia, yang jika dirincikan jumlah startup di Indonesia mencapai 2.229 perusahaan.

Pada periode itu, peringkat pertama diduduki oleh Amerika Serikat (AS) dengan jumlah startup 66.806 perusahaan, disusul India (9.349 perusahaan), Inggris (5.548 perusahaan), dan Kanada (2.850 perusahaan).

Bersamaan dengan banyaknya jumlah startup yang dimiliki Indonesia, founder dari berbagai startup tanah air di berbagai kesempatan pun sering membagikan masing-masing cerita, perjuangan, dan jalan panjang yang harus dilalui untuk bisa membawa perusahaan rintisannya sampai di titik kesuksesan yang banyak dibanggakan oleh masyarakat, hingga tak sedikit pula menjadi motivasi bagi para perintis startup lainnya yang ingin mendirikan perusahan sendiri.

Baca juga Mengenal Sosok Penting di Balik 7 Startup Indonesia yang Sukses Go-International

Tekad, perjuangan, dan strategi matang, sudah pasti menjadi modal utama yang harus dimiliki oleh mereka yang ingin menghadirkan startup dengan performa terbaik di tanah air. Tapi tak dapat dimungkiri, ada faktor lain yang tidak kalah penting dan dewasa ini menjadi bagian yang krusial dalam keberlangsungan startup, khususnya untuk bisa menjadi besar dan mampu bertahan di tengah persaingan yang ada di antara ribuan perusahaan rintisan lainnya, yaitu inkubator startup.

Mengenal inkubator dan akselerator di dunia startup

Dalam istilah umum, inkubator dikenal sebagai alat atau penunjang yang dimanfaatkan untuk menjaga agar mikro atau embrio bisa tumbuh dengan baik. Dalam dunia kedokteran, alat penunjang satu ini umumnya digunakan untuk menjaga keberadaan bayi yang lahir sebelum waktunya, agar bisa bertahan pada situasi yang tidak semestinya.

Perumpamaan tersebut ternyata diterapkan pada istilah yang sama di dunia startup, dengan menjadikan startup atau perusahaan rintisan sebagai embrio yang perlu dikembangkan, sebelum secara utuh dinilai siap hadir dan bersaing di tengah keberlangsungan bisnis dan industri startup yang sesungguhanya.

Adapun inkubator dalam hal ini adalah pihak swasta atau pemerintahan, yang hadir membawa program untuk membantu perkembangan perusahaan rintisan baru. Dalam pelaksanaannya, berbagai startup yang mengikuti program inkubator tertentu akan diberi berbagai macam pembekalan layaknya pelatihan, mentoring, konsep awal bisnis yang dibuat, bahkan ada pula yang didukung hingga tahap pendanaan awal.

Baca juga Antar Startup Lokal Go Internasional, Inkubator Bisnis di Bandung dan Yogyakarta Diresmikan

Di sisi lain, ada pula program yang dinamakan akselator. Lain halnya dengan inkubator yang lebih ditujukan bagi para perintis yang memulai segalanya dari awal dan belum memiliki produk startup secara spesifik, akselerator ditujukan sebagai dukungan khusus bagi para perintis startup dan timnya yang sudah memiliki produk sendiri.

Dari segi pelaksanaan, program inkubator berlangsung lebih lama atau kurang lebih ada pada kisaran 1-2 tahun, tergantung bagaimana proses dari pengembangan startup yang dibuat siap untuk terjun ke dunia bisnis yang sesungguhnya. Sedangkan akselerator berlangsung dalam waktu yang lebih singkat, biasanya hanya dalam hitungan bulan.

Konsep dan tujuan utama dari kedua program tersebut sebenarnya sama, mendapat bantuan dari pihak yang memperoleh sumber daya untuk dapat mendukung jalannya perusahaan rintisan, hanya saja pada program akselerator lebih singkat karena sudah adanya produk startup secata matang yang dimiliki.

Umumnya, pihak yang menyediakan program inkubator juga sekaligus memiliki program akselerator yang ditawarkan.

Daftar inkubator startup yang ada di Indonesia

Beruntungnya, di Indonesia terdapat beberapa penyelenggara inkubator sekaligus akselerator yang sampai saat ini berhasil melahirkan berbagai perusahaan rintisan yang sudah membuktikan kemampuannya untuk bersaing di industri startup, beberapa bahkan ada yang berhasil mendapatkan investasi miliaran dari berbagai pihak dan menjalankan operasional bisnisnya di negara tetangga. Mereka di antaranya adalah:

1. Indigo Incubator

Progam Indigo Incubator di Jogja Digital Valley | jogjadigitalvalley.com
info gambar

Inkubator dan akselerator startup besutan Telkom Group ini hadir secara resmi pada tahun 2013. Namun sejatinya, sejak tahun 2009 Telkom sudah memiliki program bernama Indigo Fellowship, ajang penghargaan yang diperuntukkan bagi karya teknologi digital di tanah air.

Baca juga Startup Binaan Indigo Telkom Tarik Perhatian di Korea Selatan, Ini Alasannya

Berdasarkan laman resmi Indigo.id, Program inkubasi yang diselenggarakan bersama oleh MDI (Metra Digital Inovasi) ini ditujukan bagi startup yang ingin mengembangkan bisnisnya di bidang digital.

Startup yang terpilih akan mendapat dukungan inkubasi atau akselerator dari 1-18 bulan, tergantung tahapan dengan mendapatkan berbagai fasilitas seperti pembekalan, sampai akses pasar melalui channel pemasaran.

Tidak hanya itu, inkubator satu ini nyatanya memiliki deretan mentor yang pada dasarnya merupakan praktisi dari berbagai bidang yang menjadi bagian penting dalam menjalankan bisnis startup di tanah air, mulai dari segi investasi, digital bisnis, hubungan dengan pemerintah, dan lain-lain.

2. IDX Incubator

IDX Incubator
info gambar

Inkubator startup satu ini merupakan besutan dari Indonesia Stock Exchange (IDX) atau dikenal juga sebagai Bursa Efek Indonesia, yang secara resmi dihadirkan pada 23 Maret 2017. Sama halnya seperti inkubator lain, IDX Incubator juga menawarkan program pelatihan dan mentoring yang akan diberikan kepada perintis startup di tanah air.

Namun, ada keunggulan yang dimiliki oleh IDX Incubator berkaitan dengan keberadaannya sebagai instansi di bidang saham atau efek, yaitu startup yang ada akan lebih diberikan pembekalan untuk menjadi perusahaan rintisan yang siap untuk melantai di bursa saham atau IPO.

Baca juga Bursa Efek Indonesia raih Best Companies to Work For in Asia 2019

Terbukti hingga saat ini sudah ada tiga emiten binaan program IDX Incubator yang melantai di pasar saham. Ketiganya yaitu; PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO), PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (PGJO), dan PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH).

Terbaru, Kepala Unit Evaluasi dan Pemantauan PT BEI, Hendra Ahmad Hidayat mengungkap, jika di tahun 2021 akan ada tiga startup binaan IDX Incubator yang siap melakukan penawaran umum perdana saham atau IPO, namun nama dari ketiga startup yang tersebut masih dirahasiakan.

3. Kolaborasi

Berasal dari Bandung dan hadir pertama kali di tahun 2013, Kolaborasi sebenarnya tidak hanya diperuntukkan bagi startup sebagai perusahaan rintisan yang umumnya berbasis teknologi, namun program inkubator ini juga menyasar pelaku bisnis secara offline.

Sampai tahun 2019, ada total 14 startup yang berhasil bertahan dan terus berkembang bersama penyedia program inkubator satu ini. Satu yang saat ini paling dikenal ialah Crowde, startup penyedia layanan peer-to-peer lending bagi para petani, yang sudah mencatatkan suntikan dana sebesar 1 juta dolar AS.

Baca juga Crowde Bantu Modali Petani Indonesia

4. Gerakan Nasional 1000 Startup Digital

Kali ini ada Inkubator atau pembina startup yang dimiliki oleh pemerintah, sebagai program yang berada di bawah naungan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan hadir sejak tahun 2016.

Sampai saat ini, program pembinaan startup yang dijalankan sudah berlangsung di 17 kota di Indonesia dengan total lebih dari 1.160 startup yang sedang dirintis. Tidak hanya itu, program inkubator ini juga memiliki 400 mentor atau praktisi dari berbagai startup yang sudah ada di tanah air. Beberapa startup yang sudah hadir ke publik di antaranya ialah Bantuternak, Garda Pangan, dan LindungiHutan.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini