Cuma di Indonesia, Nonton MotoGP Mandalika Bisa Sambil ‘Piknik’ Gelar Tikar

Cuma di Indonesia, Nonton MotoGP Mandalika Bisa Sambil ‘Piknik’ Gelar Tikar
info gambar utama

Setelah lebih dulu menggelar tes pramusim pada tanggal 11-13 Februari lalu, salah satu ajang balap paling bergengsi dunia yakni MotoGP akhirnya akan secara resmi bergulir di Sirkuit Mandalika pada tanggal 18-20 Maret mendatang.

Tinggal menghitung hari, pengelola sekaligus penyelenggara sendiri diketahui memang menggandeng beberapa pihak yang dipercaya untuk melakukan proses distribusi atau penjualan tiket sejak lama.

Tingginya antusias masyarakat Indonesia sekaligus dunia yang ingin menyaksikan ajang balap di sirkuit baru, yang menawarkan pemandangan alam menakjubkan ini nyatanya membuat penjualan tiket MotoGP Mandalika habis dengan cepat.

Beberapa hari lalu, salah satu situs penjualan tiket yang digandeng oleh Mandalika Grand Prix Association (MGPA) bahkan melaporkan jika semua kuota tiket yang tersedia sudah habis terjual. Sementara itu di situs lainnya juga terlihat jika beberapa tiket untuk kategori tertentu sudah habis dipesan, dan menyisakan tiket di kelas lebih rendah dengan kisaran harga di bawah Rp1 juta.

Terlepas dari situasi tersebut, ada satu hal menarik yang belakangan ramai diperbincangkan mengenai kebijakan menonton secara langsung gelaran MotoGP Mandalika, yang akan berlangsung pada pekan depan.

ITDC dan MGPA, secara resmi mengumumkan bahwa mereka memperbolehkan penonton untuk membawa tikar dan kursi sendiri, yang nantinya bisa dipergunakan selama balapan berlangsung.

Mengintip Persiapan Akomodasi dan Transportasi Wisatawan di Mandalika Jelang MotoGP

Khusus penonton dengan tiket tertentu

Samsul Purba, selaku Direktur Teknik dan Operasi MGPA mengonfirmasi kalau kabar mengenai izin penggunaan kursi dan tikar yang dibawa secara pribadi oleh penonton, untuk menyaksikan ajang balap MotoGP memang benar adanya.

Namun ia juga menyatakan jika ketentuan tersebut berlaku dengan beberapa syarat tertentu. Pertama, ketentuan tersebut hanya berlaku untuk penonton yang memiliki tiket di kelas festival (general admission). Sekadar informasi, kategori tiket general admission sendiri merupakan tiket non-seating area, yang artinya tidak disediakan tempat duduk dan tidak memiliki atap.

Harga untuk tiket di kelas ini berkisar antara Rp115 ribu sampai dengan Rp575 ribu, di mana harga termahal merupakan harga untuk tiket di gelaran hari terakhir yang berlangsung pada tanggal 20 Maret.

Menurut penuturan Samsul, pemegang tiket general admission akan ditempatkan pada area khusus di atas bukit yang langsung menghadap ke arah lintasan balap, dan memang sudah disiapkan dengan permukaan yang datar sehingga bisa digunakan untuk menggelar tikar dan kursi pribadi secara leluasa.

Area untuk tiket kelas general admission sendiri diketahui tersebar di tiga titik lokasi baik di dalam maupun luar area sirkuit, dan secara total bisa menampung hingga sebanyak 10 ribu penonton.

"Lokasi tribunnya sudah disediakan di sebelah Bukit Jokowi tepat di depan tikungan lima. Kita sudah bikin datar di sana untuk penonton lebih santai," ujar Purba, mengutip Kumparan.

Lain itu, dua titik lainnya yang juga sudah dipersiapkan berada di depan tribun VVIP tepatnya di atas bukit 360 atau Serenting, dan di sebelah tribun standar granstand yang terletak di depan tikungan 4-6 di bagian dalam Sirkuit Mandalika.

Dari El Diablo hingga Joan Mir, Tak Sabar Ingin Taklukkan Trek Mandalika

Imbauan yang harus diperhatikan

Meski pihak MGPA menyebut jika izin membawa kursi dan tikar diperbolehkan demi membuat para penonton nyaman, namun mereka juga menegaskan jika ada beberapa hal yang wajib diperhatikan demi kelancaran acara, khususnya selama ajang balap berlangsung.

Penonton disebut tidak disarankan untuk membawa payung karena dikhawatirkan terbang ke arah lintasan sirkuit saat terkena terpaan angin, begitu juga dengan sampah-sampah terutama plastik yang mudah tertiup angin dan dikhawatirkan dapat mengganggu berjalannya acara.

Lain itu, para penonton juga diharapkan agar memerhatikan semua barang bawaan, terutama bagi yang mengenakan topi atau penutup kepala agar diikat untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, dan dapat menimbulkan masalah bagi para pebalap.

"Kalau bawa topi usahakan diikat agar tidak terbang ke tengah lintasan," tambah Purba.

Bukan hal baru, sebenarnya kebijakan mengenai penonton yang diperkenankan membawa perlengkapan sendiri, untuk menonton ajang balap juga banyak diterapkan di beberapa negara lainnya.

Misalnya saja pada Sirkuit Silverstone di Inggris, di mana banyak penonton tribun tanpa kursi yang membawa tenda bahkan mobil pribadi yang memang sudah disediakan area khusus, dan akhirnya menggelar kursinya masing-masing saat kompetisi balap berlangsung.

Hanya saja di Indonesia, kebijakan ini kian terasa mewakili kearifan lokal karena MGPA mengizinkan penggunaan tikar, sehingga para penonton akan merasakan kesan ‘piknik’ sambil menonton Marc Marquez dkk saat beradu kecepatan di lintasan Sirkuit Mandalika.

Sejumlah masyarakat di jagat maya nyatanya juga terlihat menyambut kebijakan ini secara positif, beberapa dari mereka bahkan menyarankan agar pihak ITDC atau MGPA memfasilitasi penonton untuk membeli tikar dan kursi yang dijual langsung oleh para pedagang atau masyarakat lokal.

Pebalap MotoGP Tiba di Mandalika, Ada yang Borong Kartu Perdana dan Powerbank

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini