Mengenal Ragam dan Peran Penting Engagement Group Bagi G20

Mengenal Ragam dan Peran Penting Engagement Group Bagi G20
info gambar utama

Pada tanggal 7 Maret 2022 kemarin, Indonesia secara resmi telah memulai tahapan kick-off dari Presidensi KTT G20 sebagai tuan rumah. Menjadi salah satu forum kerja sama multilateral terbesar di dunia yang mencakup 19 negara anggota dan satu kawasan ekonomi Uni Eropa, hasil deklarasi final dari setiap penyelenggaraan KTT G20 menjadi hal paling dinanti masyarakat dunia, karena dapat memberikan arah kehidupan bernegara yang lebih baik.

Pada penyelenggaraan di tahun ini, G20 diketahui memiliki tiga isu prioritas yang akan menjadi topik pembahasan, yakni rancangan kesehatan global, transformasi digital, dan transisi energi yang berkelanjutan.

Secara umum, kebanyakan orang masih mengira jika G20 hanya melibatkan perwakilan dari Presiden dan perangkat-perangkat pendukung di berbagai bidang layaknya Menteri-Menteri Keuangan, Luar Negeri, dan lain sebagainya.

Padahal, di balik itu ada sederet kalangan engagement group yang memiliki fokus di berbagai bidang mulai dari bisnis, kesehatan, kependudukan, keuangan, dan masih banyak lagi, di mana anggotanya diisi oleh para pegiat, praktisi, atau aktivis langsung yang juga mewakili sebanyak 20 negara anggota.

Memahami Peran G20, dan Fakta Terpilihnya Indonesia Sebagai Presidensi di Tahun 2022

Deretan 10 engagement group

Engagement group adalah kelompok yang berperan dalam memberikan masukan, rekomendasi, dan kondisi faktual yang terjadi di lapangan dalam bentuk komunike terpisah, setelah masing-masing dari kelompok melakukan forum diskusinya sendiri, untuk selanjutnya diberikan kepada para pemimpin dunia yang terlibat dalam G20 dan pada akhirnya menghasilkan sebuah keputusan akhir dalam bentuk deklarasi.

Bidang apa saja yang memiliki bentuk engagement group dan sejauh mana masing-masing peran yang berjalan? Berikut penjelasannya.

Business 20 (B20)

Kelompok B20
info gambar

Pertama kali dibentuk pada tahun 2008, dan diakui peran serta keberadaannya untuk berkontribusi memberikan saran rancangan untuk hasil deklarasi oleh G20 pada tahun 2010, kelompok ini hadir untuk mewakili komunitas bisnis internasional.

Melalui keberadaan para pelaku bisnis dari seluruh dunia, B20 merefleksikan peran sektor swasta sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, dan berimbang.

Pertemuan yang dilakukan kelompok B20 bertujuan untuk mengembangkan rekomendasi dan menghasilkan komitmen-komitmen relevan dari para pemimpin bisnis dunia dan organisasi bisnis untuk menghadapi isu-isu global yang penting, dan berpengaruh secara signifikan dalam kehidupan bernegara.

Melalui Pertemuan Satgas B20 (B20 Taskforce) dan Pertemuan Tingkat Tinggi B20 (B20 Summit), B20 melakukan pembahasan kebijakan dan rekomendasi yang bertujuan mendukung tugas G20 untuk mencapai ekonomi global yang berkesinambungan.

Adapun untuk B20 di tahun ini, tampuk kepemimpinan dipercayakan kepada salah satu pebisnis di tanah air yakni Shinta Widjaja Kamdani.

Mengenal V20, Komunitas Global yang Mengedepankan Gagasan Bernilai untuk Kebijakan G20

Labour 20 (L20)

Sesuai namanya, kelompok ini hadir untuk mewakili kepentingan tenaga kerja di tingkat G20 dengan mempersatukan serikat pekerja dari negara-negara anggota dan Global Unions, untuk memberikan masukan pada G20.

Dibentuk oleh International Trade Union Confederation (ITUC) dan Trade Union Advisory Committee (TUAC) pada tahun 2008, kehadirannya baru diikutsertakan dan diakui oleh G20 pada tahun 2011.

L20 kerap menyuarakan tuntutan para serikat pekerja melalui pertukaran pikiran dan dialog dengan Employment Working Group, Sherpa, dan Menteri Ketenagakerjaan serta Keuangan. Dalam melakukan hal tersebut, L20 menyampaikan harapan serikat pekerja internasional terhadap kebijakan global melalui pertemuan di G20.

Kepemimpinan KTT L20 di tahun ini dipimpin oleh Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Elly Rosita Silaban.

Civil 20 (C20)

Meski sama-sama didirikan pada tahun 2008, namun kelompok ini baru diakui dan diikutsertakan peran pentingnya secara langsung oleh G20 mulai tahun 2013. Menjadi wadah bagi organisasi masyarakat sipil dari seluruh dunia untuk terlibat dengan para pemerintah di G20, dalam menghadapi isu-isu krusial yang terjadi di dunia.

C20 bertujuan mendengar suara publik, sehingga menjadikan Pertemuan G20 bersifat lebih inklusif untuk memperoleh dukungan yang lebih luas terhadap kerja sama G20.

Ragam isu yang dibahas dalam C20 tahun di antaranya antikorupsi, pendidikan, iklim, energi dan keberlanjutan, kesehatan global, infrastruktur, ekonomi digital, dan masih banyak lagi. Adapun kepemimpinan akan engagement group C20 untuk G20 di tahun ini dipercayakan kepada Direktur Eksekutif International NGO Forum on Indonesia Development (INFID), Sugeng Bahagijo.

Youth 20 (Y20)

Pertama kali berdiri dan langsung diakui perannya oleh G20 pada tahun 2010, seusai namanya Y20 merupakan wadah konsultasi resmi bagi para pemuda dari seluruh negara anggota G20 untuk dapat saling berdialog. Para pemuda sebagai pemimpin masa depan dalam kelompok ini banyak yang menggaungkan kesadaran terhadap permasalahan global, bertukar ide, berargumen, bernegosiasi, hingga akhirnya mencapai kesepakatan bersama.

Hingga saat ini, diketahui sudah ada lebih dari 600 pemuda yang telah berpartisipasi dalam konferensi ini. Perwakilan Indonesia pada pertemuan Y20 sendiri diketahui berasal dari kelompok/organisasi Indonesia’s Youth Diplomacy (IYD), dan kepemimpinan untuk forum diskusinya pada tahun ini dipimpin oleh Gracia Paramitha.

Bicara Makna G20, Makarim Wibisono: Kita Ingin Gotong Royong Jadi Inspirasi Internasional

Think 20 (T20)

T20 Summit di tahun 2019
info gambar

Didirikan dan langsung diikutsertakan peran besarnya oleh G20 di tahun yang sama yakni 2012, T20 berperan sebagai “bank ilmu/ide” bagi G20 dan menjadi wadah bagi para ahli untuk menyajikan analisis yang komprehensif terkait diskusi yang sedang berlangsung di G20, dan menghasilkan ide-ide untuk mendukung G20 dalam menghasilkan kebijakan yang konkret dan berkelanjutan.

Biasanya, hasil akhir T20 dipresentasikan kepada G20 working groups, para menteri, dan pemimpin negara sebagai alternatif kebijakan yang akan dipilih menjadi hasil deklarasi KTT G20, bukan lagi sebagai rekomendasi yang diberikan oleh sederet engagement group lainnya.

Adapun sosok yang dipercayakan untuk memimpin jalannya forum diskusi T20 di tahun ini adalah Prof. Djisman Simandjuntak.

Women 20 (W20)

Salah satu engagement group yang beruntung karena langsung diakui kepentingan keberadaannya oleh G20 di tahun yang sama pada saat pendirian, yakni di tahun 2015, W20 dibentuk atas kesadaran para pemimpin negara anggota G20 akan pentingnya partisipasi perempuan terutama dalam pembangunan ekonomi global.

Sebagai kelompok yang mewakili suara perempuan, W20 mendorong pengadopsian komitmen G20 yang melibatkan isu pembangunan perempuan, kesetaraan gender, pertumbuhan yang inklusif, serta kerja sama perempuan dalam sektor ekonomi internasional. Hadriani Uli Silalahi dipercaya sebagai sosok yang memimpin jalannya diskusi forum W20 di tahun ini.

Science 20 (S20)

Pertama kali diinisiasi saat Presidensi G20 berlangsung di Jerman pada tahun 2017, kelompok S20 menjadi forum bagi para peneilit dan ilmuwan dari seluruh negara G20 untuk berkumpul dan membahas keilmuan yang berkaitan dengan peningkatan kesehatan global.

Dalam pelaksanaan di tahun ini, tampuk kepemimpinan dipercayakan kepada Prof. Satryo Sumantri Brodjonegoro

Urban 20 (U20)

Sama halnya seperti S20, U20 juga didirikan pada tahun 2017 dan menjadi wadah bagi para pemimpin pemerintah daerah kota-kota U20, untuk melakukan aksi terhadap iklim global dan pembangunan berkelanjutan kepada para pemimpin nasional.

Tujuan penting lain dari adanya kelompok ini adalah untuk meningkatkan ambisi kota-kota yang berpartisipasi dalam mempercepat aksi pembangunan kota yang berkelanjutan di berbagai negara.

Di saat bersamaan, Anies Baswedan dan Ridwan Kamil dipercaya untuk menjadi dua sosok yang akan memimpin jalannya diskusi forum U20 dalam Presidensi G20 di Indonesia tahun ini.

Supreme Audit Institutions 20 (SAI20)

Engagement group satu ini merupakan kelompok baru yang hadir di tahun 2022 yang diakui langsunng oleh G20, dan pembentukannya dinisiasi oleh pihak Indonesia.

Sesuai namanya, SAI20 adalah forum lembaga audit tertinggi negara-negara G20 untuk mempromosikan kerjasama, memperkuat transparansi dan akuntabilitas. Pada peran perdananya di tahun ini, SAI20 dipimpin oleh Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna.

Parliamentary 20 (P20)

P20 adalah forum yang dihadiri parliament speakers/perwakilan rakyat (legislatif) dari negara-negara G20, kelompok satu ini bertujuan untuk membawa peran parlementer ke tata kelola global, dan meningkatkan dukungan politik untuk komitmen internasional.

Untuk tahun ini, keberadaan Parliamentary pada gelaran Presidensi G20 di Indonesia akan dipimpin oleh Ketua DPR Republik Indonesia, Puan Maharani.

Mengenal 4 Perempuan Hebat ‘’Pengatur Keuangan’’ Negara G20, Salah Satunya dari Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini