5 Hal Penting yang Akan Dibahas dalam Tourism Working Group G20 di Labuan Bajo

5 Hal Penting yang Akan Dibahas dalam Tourism Working Group G20 di Labuan Bajo
info gambar utama

Indonesia saat ini tengah menggelar acara penting yaitu Presidensi G20 sejak Desember 2021 sampai puncaknya di bulan November 2022. Seperti yang kita ketahui bahwa G20 atau Group of Twenty merupakan forum kerja sama ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia.

Adapun negara yang tergabung dalam G20 berjumlah 19 dan salah satunya adalah Indonesia. Presidensi G20 Indonesia 2022 kali ini bertema "Recover Together, Recover Stronger" dengan tujuan mengajak seluruh dunia untuk saling mendukung untuk pulih bersama dan tumbuh lebih kuat serta berkelanjutan.

Dari berbagai kegiatan dan kelompok kerja sepanjang G20, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendapatkan kesempatan untuk menjadi ketua dalam Tourism Working Group (kelompok kerja pariwisata) pada 10-11 Mei 2022 di Sudimala Resort, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Kira-kira hal apa saja yang akan dibahas dalam acara tersebut?

Daftar Lokasi dan Rangkaian Side Event G20 di Berbagai Daerah

Lima pilar penting dalam Tourism Working Group G20

Ilustrasi | Dok. Kemenparekraf
info gambar

Dijelaskan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno bahwa pertemuan TWG G20 ini akan membahas mengenai masalah pemulihan ekonomi di sektor wisata yang berbasis pada masyarakat dan ekonomi kreatif. Pembahasan tersebut tentunya tak terlepas dari sektor pariwisata sebagai industri yang terpukul akibat pandemi Covid-19.

"Ini adalah sebuah kesempatan luar biasa untuk menunjukkan kepada dunia Internasional bahwa Indonesia dapat memimpin dunia dalam penyelesaian masalah Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dunia melalui pengalaman atau best practices yang Indonesia telah lakukan selama ini dalam menghadapi pandemi global," jelas Sandiaga.

Adapun isu utama yang akan dibahas dalam Tourism Working Group (TWG) adalah penguatan masyarakat sebagai agen perubahan untuk transformasi pariwisata yang lebih berkualitas dan berkelanjutan. Isu tersebut juga akan berfokus pada lima pilar aksi demi pemulihan dan kebangkitan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pascapandemi dapat dirasakan masyarakat.

Adapun lima pilar yang akan jadi fokus pembahasan TWG G20 adalah berikut ini:

  1. Human capital yang berkaitan dengan pekerjaan, keterampilan, kewiraswastaan, dan edukasi bagaimana SDM pariwisara memiliki kemampuan untuk melihat kebutuhan dan keinginan pasar, menciptakan lapangan kerja baru, dan mampu menghadirkan nilai tambah dari produk atau jasa.
  2. Inovasi, digitalisasi, dan ekonomi kreatif. Pada pilar ini, fokusnya adalah bagaimana masyarakat mampu lebih inovatif, kreatif, dan adaptif dalam memasuki tatanan ekosistem ekonomi digital, supaya pelaku ekonomi kreatif dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
  3. Women and youth empowerment. Pemberdayaan perempuan dan generasi muda punya peran penting dalam pemulihan dan ketahanan masa depan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Di Indonesia, pada tahun 2020 tercatat ada 53 persen (90 juta penduduk) didominasi generasi Y dan Z yang menunjukan betapa besarnya potensi generasi muda dalam kemajuan sektor pariwisata di masa mendatang.
  4. Aksi iklim, konservasi keanekaragaman hayati, dan ekonomi sirkular. Penggunaan energi, tanah, air, dan sumber daya makanan pada sektor pariwisata dapat mengurangi emisi karbon.
  5. Kerangka kebijakan, tata kelola, dan investasi, dengan fokus membuat kebijakan dan langkah-langkah pariwisata yang lebih holistik guna mendukung empat pilar sebelumnya.

Menurut keterangan Frans Teguh selaku Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, pandemi Covid-19 telah memberikan pelajaran berharga bagi industri pariwisatta dan ekonomi kreatif secara global. Krisis yang terjadi telah menampilkan betapa pentingnya peran masyarakat dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan sebagai langkah pengelolaan pariwisata jangka menengah dan jangka panjang.

“Untuk keluar dari pandemi ini kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Negara G20 butuh kolaborasi yang apik, sehingga dapat menunjukkan bahwa sektor pariwisata adalah sektor yang tangguh, sektor yang dapat menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” katanya.

Lewat forum berskala internasional ini, Frans juga berharap bahwa negara-negara G20 dapat memperkuat sinergi agar dapat merealisasikan seluruh upaya dalam mewujudkan pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pascapandemi. Dirinya juga berharap acara TWG G20 akan menghasilkan kesepakatan bersama di antara negara-negara G20 dalam mengatasi tantangan yang ada secara menyeluruh dengan mengedepankan kebersamaan dan keberlanjutan.

Sandiaga juga telah mengundang Ukraina pada forum global TWG G20 meskipun negara tersebut sedang mengalami konflik. Staf Ahli bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kemenparekraf, Fransiskus Xaverius Teguh, juga mengatakan bahwa seluruh negara anggota G20 telah mengonfirmasi kehadiran untuk mengikuti acara tersebut, termasuk wakil dari Rusia dan Amerika Serikat.

Mengenal Ragam dan Peran Penting Engagement Group Bagi G20

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini