Mengenal PLTS Terapung, Ada 3 Proyek yang Sedang Dibangun di Indonesia

Mengenal PLTS Terapung, Ada 3 Proyek yang Sedang Dibangun di Indonesia
info gambar utama

Salah satu infrastruktur energi alternatif yang banyak dikenal dan sedang digencarkan pembangunannya di Indonesia adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Selama ini, secara umum PLTS banyak diketahui terpasang pada area tanah atau lapang luas, dan atap.

Tapi sebenarnya, ada satu lagi lokasi yang dapat dijadikan tempat instalasi pembangkit listrik jenis ini, yaitu permukaan air. Di mana bentuknya sendiri dibangun dalam bentuk PLTS terapung.

Lebih spesifik mengenai lokasi, PLTS terapung memang dibangun di atas sebuah bendungan atau waduk. Meski sudah banyak dibangun dan beroperasi di sejumlah negara, PLTS terapung memang belum ada yang beroperasi dalam skala besar di Indonesia.

Belum, karena nyatanya saat ini memang ada 3 proyek PLTS terapung yang sedang berjalan di tanah air. Bagaimana proses penggarapannya?

PLTS Terapung Pertama di Indonesia

Tentang PLTS terapung

Mengutip penjelasan Kementerian ESDM, PLTS terapung adalah sebuah model PLTS terpusat yang diletakan terapung di atas air seperti danau, waduk, dan sejenisnya, termasuk laut. Keunggulan dari wujud PLTS ini dibanding PLTS terpusat/biasa adalah tidak dibutuhkannya lahan/daratan yang biasanya lebih mahal atau bernilai.

Disebutkan bahwa sejauh ini, baru sedikit negara yang menerapkan PLTS terapung dalam skala besar. Salah satu negara yang sudah lebih unggul dalam hal ini adalah Jepang, yang memiliki PLTS di sebuah kolam yang terletak di Nishihira dan Higashihira.

Di saat bersamaan, pembangunan PLTS di atas sebuah ekosistem perairan rupanya juga memiliki sejumlah dampak positif lain. Beberapa di antaranya mengurangi terjadinya penguapan air dan menghambat pertumbuhan gulma lain seperti eceng gondok dan algae.

Masih menurut sumber yang sama, disebutkan jika PLTS jenis ini memiliki efisiensi lebih tinggi dibanding PLTS konvensional yang diletakkan di atas atap atau tanah. Hal tersebut lantaran adanya penurunan temperatur yang dihasilkan dari proses pendinginan air yang berada di bawah sel-sel surya, ketika terpapar sinar matahari.

PLTS terapung dalam skala kecil sendiri ada yang sudah beroperasi di Kelanis, Kalimantan Tengah. Bukan milik pemerintah atau BUMN, fasilitas tersebut dibangun dan dikelola oleh Adaro Energy. Lain itu keberadaannya sendiri bukan untuk umum, melainkan untuk memenuhi operasional perusahaan energi tersebut akan pasokan listrik di pelabuhan Kelanis.

Bukan di waduk atau bendungan, pemasangannya juga dilakukan di atas sebuah kolam kawasan perusahaan, dan menghasilkan pasokan listrik dengan estimasi sekitar 618 ribu kWh per tahun.

Memaksimalkan Pemanfaatan Energi Surya Melalui PLTS Atap

3 proyek PLTS terapung di Indonesia

pengembangan PLTS terapung Cirata (M Agung Rajasa/Antara)
info gambar

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, saat ini ada tiga proyek PLTS terapung yang sedang digarap di tanah air. Satu di antaranya sudah berjalan dengan proses penjajakan yang dimulai pada tahun 2020, yakni PLTS terapung yang berlokasi di waduk atau bendungan Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Tak hanya menjadi yang pertama dalam skala besar di Indonesia, faktanya PLTS terapung Cirata juga digadang-gadang akan menjadi yang terbesar di ASEAN. Digarap oleh PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) yang merupakan anak usaha PLN, fasilitas tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan kapasitas listrik hingga 145 MW.

Lebih detail, listrik yang dihasilkan pembangkit tersebut nantinya akan memasok listrik untuk 50 ribu rumah di wilayah sekitar. Masih dalam proses penggarapan, PLTS terapung Cirata ditargetkan akan rampung dan bisa beroperasi mulai November 2022.

Menyusul PLTS tersebut, ada dua fasilitas serupa yang juga baru memasuki tahap awal pengembangan. Dua fasilitas yang dimaksud akan berlokasi di Sumbawa dan Lombok.

Lebih detail, lokasi pertama akan bertempat di Bendungan Bintang Bano di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sementara itu lokasi kedua bertempat di Bendungan Pandanduri, Kabupaten Lombok Timur, NTB.

Diketahui jika pengembangan PLTS tersebut akan digarap oleh salah satu anak perusahaan milik negara di bidang energi, yakni PT Brantas Energi (BREN), yang menggandeng BUMN lain yang bergelut di bidang sama, yakni PT Wika Industri Energi (WINNER).

Sedangkan jika bicara mengenai kapasitas, untuk yang berlokasi di Bendungan Bintang Bano disebut akan berkapasitas 12 MW. Sementara untuk yang berlokasi di Bendungan Pandanduri mampu menghasilkan listrik dengan kapasitas 15 MW.

Kerjasama dengan UEA, Indonesia Bakal Punya PLTS Terapung Terbesar Se-Asia Tenggara

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini