Menanti Penyelesaian Jalur Kereta Api Trans-Sulawesi yang Siap Beroperasi

Menanti Penyelesaian Jalur Kereta Api Trans-Sulawesi yang Siap Beroperasi
info gambar utama

Tak dimungkiri kalau jalan tol merupakan salah satu jenis infrastruktur dari segi mobilitas jalur darat yang selama ini paling banyak mencuri perhatian. Karena setelah sekian lama, akhirnya pembangunan fasilitas satu ini tidak hanya digencarkan di wilayah pulau Jawa.

Namun di samping itu, sebenarnya ada satu lagi proyek infrastruktur di luar Jawa yang tak kalah menyita perhatian dan cukup dinantikan perampungannya sejak lama oleh masyarakat lokal, yakni jalur kereta api pertama di Pulau Sulawesi, atau yang banyak dikenal dengan sebutan Trans-Sulawesi.

Melalui wacana pembangunan yang panjang dan kerap kali gagal bahkan sebelum Indonesia merdeka, hingga kini terelisasi oleh pemerintah Indonesia sendiri dengan memulai pembangunan sejak tahun 2015, sudah sejauh mana progres pembangunan jalur kereta api pertama di Sulawesi?

Progres KA Trans Sulawesi: Perlahan Tapi Pasti

Jalan panjang jalur kereta api Sulawesi

Pembangunan jalur kereta api Trans-Sulawesi | sulselprov.go.id
info gambar

Sekadar informasi kilas balik, rencana awal pembangunan jalur kereta api di Sulawesi sebenarnya sudah muncul sejak awal tahun 2000-an, namun kerap dikesampingkan dari daftar infrastruktur prioritas.

Akhirnya kepastian mengenai pengadaan proyek ini baru masuk ke Rencana Induk Perkeretaapian Nasional 2011–2030, milik Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Baru pada tahun 2015, proyek pembangunan jalur mulai dilakukan dan selanjutnya dikenal dengan nama proyek jalur kereta api Trans-Sulawesi. Sejalan dengan tujuan utama dari pembangunan infrastruktur pada umumnya, proyek kereta api ini dibangun untuk menjangkau daerah-daerah penting di Pulau Sulawesi.

Berdasarkan rencana awal, dengan cakupan mengitari pulau Sulawesi diperkirakan jika total panjang lintasan yang dimiliki akan mencapai 1.772 kilometer, dan nilai investasi keseluruhan yang akan dialokasikan diperkirakan mencapai Rp31,25 triliun.

Lebih detail, panjang lintasan tersebut terdiri dari lima rute yang terdiri dari;

  • Bitung-Gorontalo-Isimu (340 kilometer)
  • Makassar-Bulukumba-Watampone (259 kilometer)
  • Makassar-Pare-pare (144 kilometer)
  • Pare-pare-Mamuju (225 kilometer)
  • Manado-Bitung (48 kilometer)

Tentu, pembangunan di atas akan dilakukan secara bertahap.

Kereta Inspeksi Trans Sulawesi Buatan Anak Negeri

Progres sejauh ini

Untuk saat ini, lintas pertama yang akan dibangun diketahui akan berada di kawasan Sulawesi Selatan, tepatnya yang menghubungkan Kota Makassar dan Pare-pare, yang memiliki panjang lintasan sekitar 145 kilometer.

Lebih detail, di lintas Makassar-Pare-pare ini nantinya akan terdiri dari dua jalur yakni jalur Mandalle-Palanro dan Mandai-Mandall. Nantinya di jalur tersebut akan terdapat empat stasiun besar yang terdiri dari stasiun Maros, Pangkajene, Tanete Rilau, dan Barru.

Tak hanya itu, ada juga delapan stasiun kecil yang terdiri dari stasiun Mandai, Rammang-Rammang, Labakkang, Ma’rang, Mandalle, Takalasi, Mangkoso, dan Palanro.

Dalam prosesnya, tak dimungkiri jika perampungan lintas atau jalur Trans-Sulawesi kerap mengelami kemunduran, terutama setelah pandemi melanda. Mulai dari tahun 2019, 2020, hingga saat ini 2022. Jika sesuai dengan target, tahap pertama jalur kereta api di Sulawesi Selatan akan bisa beroperasi mulai bulan Oktober 2022.

Terbaru menurut laporan Direktorat Jenderal Perkeretaapian per tanggal 2 Juni lalu, saat ini pengerjaan telah mencapai rata-rata di atas 84 persen untuk jalur di wilayah Kabupaten Maros, dan 94 persen untuk wilayah Kabupaten Pangkep.

Sebagai catatan bukan hanya untuk kereta penumpang, infrastruktur jalur kereta api ini nyatanya juga akan dimanfaatkan untuk transportasi logistik dan distribusi komoditas di Pulau Sulawesi. Nantinya diharapkan jika keberadaan kereta api ini dapat menghemat biaya transportasi menjadi lebih murah sekitar 20-30 persen, dan menimbulkan efisiensi logistik.

Adapun selain distribusi komoditas, jalur kereta api yang ada juga diharapkan dapat memaksimalkan potensi pariwisata di kawasan Maros-Barru. Seperti yang diketahui, Sulawesi sendiri terkenal akan keunggulan wisata geopark Maros-Pangkep.

Andi Amanna Gappa, selaku Kepala Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan mengungkap jika sudah beroperasi, infrastruktur ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan setempat, dan dapat segera dilanjutkan dengan pembangunan jalur menuju kota besar berikutnya.

“Kawasan ini terkenal dengan wisata geopark, pantai, hingga kuliner yang sangat berpotensi menarik wisatawan jika terhubung dengan kereta api. mudah-mudahan pada tahun anggaran ini dapat diselesaikan dan segera dioperasikan agar dapat dilanjutkan dengan kegiatan pengadaan tanah untuk membangun jalur kereta api menuju Kota Makassar,” tutur Andi.

5 Kereta Api dengan Rute Terpanjang di Indonesia, Sudah Pernah Mencoba?

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini