Bob Tutupoly dan Lagu Widuri yang Tak Terlupakan

Bob Tutupoly dan Lagu Widuri yang Tak Terlupakan
info gambar utama

Dunia seni tanah air kembali dilanda kabar duka, setelah kehilangan sosok Rima Melati sebagai seniman yang mendalami karier di bidang seni peran pada akhir bulan Juni lalu. Kurang dari dua minggu berselang, kepergian datang dari salah satu penyanyi legendaris ternama, yakni Bob Tutupoly.

Kabar meninggalnya penyanyi yang akrab disapa Om Bob ini tersebar di sejumlah platform media sosial, khususnya dari rekan sesama musisi di tanah air. Menurut pemberitaan yang beredar, Bob menghembuskan nafas terakhirnya pada Selasa (5/7/2022) dini hari, di Rumah Sakit Mayapada, Jakarta Selatan.

Bukan kepergian mendadak, penyanyi yang memiliki nama asli Bobby Willem Tutupoly ini sebelumnya memang diketahui tengah menderita stroke, dan kerap menjalani beberapa kali perawatan di rumah sakit.

Hingga akhirnya di usia ke-82 tahun, kepergian Bob dikonfirmasi oleh sang istri yakni Rosmayati Nasution, yang memberikan keterangan secara tertulis.

“Telah berpulang ke rumah Bapa di Sorga, Bapak Bobby Willem Tutupoly di RS Mayapada pukul 00:03” tulisnya, mengutip JawaPos.

Dalam keterangan yang sama juga disebutkan, bahwa jenazah Bob akan disemayamkan di rumah duka Siloam, yang berada di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan.

Sejak diberitakan, kabar kepergian Bob langsung mengundang ucapan belasungkawa dari sejumlah musisi di tanah air baik senior maupun musisi yang populer dan terbit di masa kini. Mulai dari pengamat musik Stanley Tulung, Addie MS, hingga Rian D’Masiv, menuliskan ucapan duka dan kehilangan akan kepergian Bob.

Mengenang Karya Rima Melati di Dunia Hiburan Tanah Air Dari Film Hingga Fesyen

Legendaris Indonesia

Bukan tanpa alasan kepergian Bob mencuri banyak perhatian. Pasalnya Bob sendiri merupakan salah satu musisi/penyanyi legendaris yang dihormati di tanah air. Lahir pada tanggal 13 November 1939 di Surabaya, selain penyanyi Bob juga dikenal sebagai seorang aktor dan pembawa acara yang kerap memandu acara kuis di TVRI.

Bakat seni yang mengalir di darah Bob rupanya ia dapat dari kedua orang tua di mana ayahnya adalah seorang pemain suling dan sang ibu adalah penyanyi gereja. Kegemarannya di dunia tarik suara dimulai saat Bob masih bersekolah, ia bernyanyi untuk mendapatkan uang saku tambahan semasa SMA.

Pun sejak SMA hingga berkuliah, Bob aktif bergabung dengan sejumlah band yang anggotanya juga kelak menjadi deretan musisi legendaris di Indonesia. Mulai dari Bubi Chen, Loudy Item, Jack Lesmana, dan masih banyak lagi.

Setelah bergabung dengan sejumlah band seperti Kwartet Jazz dan Chen Brothers, ia kerap memenangi sejumlah kompetisi dan festival band atau musik dalam beberapa kali kesempatan. Ia juga aktif mengisi hiburan di berbagai acara dansa kalangan atas tempo dulu.

Bermodalkan pengalaman tersebut, Bob memulai karier profesionalnya sebagai penyanyi dengan bergabung bersama Bill Saragih di band The Jazz Riders pada tahun 1960. Kemudian pada tahun 1965, ia juga melakukan rekaman bersama musisi wanita Pattie Bersaudara di Jakarta.

Dalam perjalanannya, Bob telah melahirkan berbagai lagu hits yang populer di dunia musik tanah air. Beberapa judul lagu Bob yang terbilang sukses di antaranya Tiada Maaf Bagimu, Tinggi Gunung Seribu Janji, Manis dan Sayang, dan masih banyak lagi.

Di kalangan penikmat musik, Bob sendiri nyatanya mendapat julukan penyanyi tiga zaman. Bukan tanpa alasan, lantaran sejak pertama kali berkarier di tahun 1960-an, 1980-an, bahkan hingga tahun 2000-an, lagu-lagunya selalu memiliki tempat tersendiri di hati penikmat musik dan tak pernah lekang oleh zaman.

Kiprah Bens Leo dan Jasa Besarnya untuk Sederet Musisi di Tanah Air

Cerita di balik Widuri yang mendunia

Widuri
info gambar

Bicara mengenai lagu hits milik Bob Tutupoly, belum lengkap rasanya jika belum membahas Widuri. Lagu yang nyatanya membuat nama Bob semakin meroket dan populer hingga saat ini. Widuri adalah lagu ciptaan Slamet Adriyadie, di mana sebenarnya bukan lagu utama yang ingin Bob sertakan dalam album self titled Bob Tutupoly.

Mengutip wawancara langsung Bob dengan Kompas di tahun 2019, diceritakan bahwa dulunya Bob sudah memiliki 11 lagu yang siap disertakan dalam album yang dimaksud. Namun kemudian datang Slamet yang meminta lagu buatannya agar dinyanyikan dan disertakan dalam album.

Saat itu teman-teman Bob disebut melarang dan mengatakan bahwa lagu Slamet pasti jelek. Namun hal tersebut justru membuat Bob merasa marah dan ingin mendengar karya Slamet.

“Karena dibilang begitu, tanpa dengar (lagu widuri) saya bilang ‘ya saya ambil’. Saya gak suka begitu, berilah kesempatan jangan bilang jelek” tutur Bob.

Akhirnya Bob mendengar lagu yang diciptakan Slamet, dan bersama-sama memodifikasinya hingga tercipta lagu Widuri. Singkat cerita, tak disangka rupanya justru lagu Widuri yang menjadi tembang hits dan mengungguli lagu lain yang awalnya diharapkan akan populer menurut Bob, yakni Kerinduan.

Justru saat itu untuk pertama kalinya dalam sejarah tangga lagu Indonesia, ada dua lagu dari penyanyi sama yang menempati peringkat teratas di posisi ke satu dan dua.

“Saya sebetulnya lebih mengharapkan (lagu) Kerinduan. Dan itu belum pernah terjadi di dalam satu tangga lagu-lagu, Widuri nomor satu Kerinduan nomor dua satu sama penyanyinya, karena dia dibuat dalam tahun yang sama pengeluarannya.” jelas Bob.

Setelahnya, lagu Widuri jadi andalan ketika Bob melakukan tur ke berbagai negara. Berkat lagu tersebut, nama Bob Tutupoly dikenal hingga ke Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina. Bahkan pemain saksofon asal Amerika Serikat, Warren Hill memoles ulang lagu tersebut saat berkolaborasi dengan Broery Marantika.

Bicara Industri Musik Nasional Masa Kini, Puji Adi: Anak Muda dan Musisi Sekarang Hebat

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini