Dikelola AP II dan Pelita Air, Bandara Pondok Cabe Akan Beroperasi Secara Komersial

Dikelola AP II dan Pelita Air, Bandara Pondok Cabe Akan Beroperasi Secara Komersial
info gambar utama

Saat ini setidaknya ada dua bandara besar yang beroperasi dan menjadi pintu masuk penerbangan di Jakarta, yaitu bandara Internasional Soekarno-Hatta bersama bandara Halim Perdanakusuma.

Di mana bandara Halim sendiri saat ini masih dalam tahap revitalisasi, dan baru bisa digunakan secara terbatas untuk latihan militer atau penerbangan VVIP.

Namun selain dua bandara tersebut, muncul kabar baru yang menyebut jika akan ada pengoperasian bandara lain secara komersial, yakni bandara Pondok Cabe, yang berada di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan.

Pelita Air Service (PAS) selaku pemilik dari bandara Pondok Cabe yang sebelumnya memang diketahui resmi terjun ke ranah penerbangan komersial, kabarnya menggandeng Angkasa Pura II untuk pengembangan sekaligus pengelolaan bandara tersebut untuk bisa digunakan dalam lintasan lepas dan landas penerbangan reguler.

Bagaimana detail pengembangan yang sebenarnya?

Miliki Luas Ribuan Hektare, Inilah 5 Bandara Terbesar di Indonesia

Bukan rencana baru

Pelita Air Service, pengelola Bandara Pondok Cabe | pelita-air.com
info gambar

Sudah dipastikan secara resmi oleh pihak PAS baru-baru ini, nyatanya niat untuk menjadikan Bandara Pondok Cabe sebagai bandara komersial sudah ada sejak lama. Bahkan berbagai sumber menyebut jika rencana yang dimaksud sudah muncul sejak tahun 2008.

Sekadar informasi, selain menjadi pangkalan untuk kebutuhan armada PAS yang melayani operasional kontraktor production sharing dan perusahaan migas, bandara pondok cabe juga berstatus sebagai pangkalan udara untuk armada penerbangan militer dan keamanan nasional seperti TNI AL, AD, dan Direktorat Polisi Air dan Udara.

Lain itu, bandara yang diketahui memiliki luas sekira 170 hektare ini juga digunakan secara terbatas sebagai tempat latihan bagi para siswa sekolah penerbangan.

Mengenai pengembangan menjadi bandara komersil, disebutkan bahwa bandara Pondok Cabe memiliki potensi karena lintasannya berada di satu garis lurus dengan bandara Halim Perdanakusuma. Sehingga jika nantinya sudah benar-benar beroperasi, bandara Pondok Cabe diproyeksikan dapat mengurangi slot/beban penerbangan yang sebelumnya dimiliki bandara Halim.

Untuk saat ini, baik PAS dan AP II dikabarkan sedang dalam proses mengkaji kelayakan operasi, teknik, dan bisnis pengelolaan bandara yang dimaksud. Tak hanya memiliki lintasan yang satu garis lurus dengan bandara Halim, bandara Pondok Cabe sendiri diketahui memiliki jarak yang berdekatan dengan Bandara Soekarno Hatta.

Sehingga dalam pengembangannya, disebut akan diimplementasikan konsep multi-airport system yang membuat keduanya terhubung. Hal tersebut disampaikan oleh Muhammad Awaluddin, selaku Direktur Utama AP II.

“AP II akan mengimplementasikan konsep multi-airport system sehingga kedua bandara tersebut saling mendukung dan penerbangan semakin optimal dalam mendorong pertumbuhan perekonomian suatu wilayah," jelasnya.

Direvitalisasi Sejak Awal Tahun, Begini Progres Pembangunan Bandara Halim Perdanakusuma

Jejak bandara pondok cabe sejak perang pasifik

Bandara Pondok Cabe sebagai pangkalan armada TNI AD | Yudhistira Adityawardhana/Shutterstock
info gambar

Sedikit mengulik riwayatnya, bandara Pondok Cabe sendiri rupanya bukanlah landasan udara baru yang ada di Indonesia. Cikal bakal bandara yang memiliki landasan pacu sepanjang 45 meter x 2.500 meter ini sudah dibangun dan menjadi pangkalan militer sejak era perang pasifik.

Landasan Pondok Cabe disebutkan jadi salah satu landasan pertahanan udara yang disiapkan oleh sekutu yang tergabung dalam ABDA (America, British, Dutch, Australia) bersama dengan sejumlah landasan udara lainnya, saat melawan Jepang.

Adapun landasan udara lain yang dimaksud yakni Tjisaoek (Cisauk) yang juga berdekatan dengan Pondok Cabe, dan landasan udara Andir (kini Lanud Husein Sastranegara) di Bandung.

Ketika Jepang menyerah, landasan udara Pondok Cabe akhirnya jatuh ke tangan Belanda hingga masa Agresi Militer berakhir di tahun 1950. Setelahnya, semua landasan udara yang ada di Indonesia termasuk Pondok Cabe dinasionalisasi oleh TNI AU.

Baru di tahun 1972, landasan udara pondok cabe dikembangkan sebagi bandara oleh Pertamina untuk menjadi basis pesawat-pesawat milik divisi penerbangan Pertamina, yang melayani kebutuhan penerbangan eksplorasi migas dan pesawat charter.

Layanan transportasi udara itu yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya PAS, yang saat ini mengelola bandara Pondok Cabe dan melayani penerbangan komersial/reguler di industri maskapai Indonesia.

Boyong 2 Pesawat Airbus, Pelita Air Siap Ramaikan Maskapai Penerbangan Reguler RI

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini