Didukung Jerman, Indonesia Akan Kembangkan Pabrik Cip Semikonduktor Sendiri

Didukung Jerman, Indonesia Akan Kembangkan Pabrik Cip Semikonduktor Sendiri
info gambar utama

Melalui perusahaan yang berlokasi di Batam, akan ada investasi total sebesar 1,8 triliun untuk mengembangkan industri cip semikonduktor di Indonesia.

Di bidang teknologi dan otomotif, ada satu komponen yang punya peran penting dalam proses perakitan atau jalannya industri, yakni cip semikonduktor. Walau memiliki bentuk kecil, namun cip semikonduktor punya andil besar dalam kelangsungan berbagai fitur yang ada di perangkat elektronik dan kendaraan bermotor.

Sementara itu di lain sisi, dalam beberapa waktu terakhir industri teknologi dan otomotif dunia disebutkan sedang mengalami krisis pasokan cip semikonduktor yang disebabkan oleh berbagai hal. Salah satunya adalah karena tingginya permintaan yang tak bisa dipenuhi oleh pasokan yang terbatas, apalagi jika melihat semakin meningkatnya pertumbuhan kendaraan listrik dan perangkat teknologi yang semakin pesat.

Indonesia, sebagai salah satu lokasi dari perakitan beberapa perangkat komunikasi dan otomotif yang dipasarkan ke berbagai negara, saat ini masih mengalami tantangan dalam hal tersebut. Karena untuk memenuhi kebutuhan cip semikonduktor, pasokan yang digunakan masih bergantung dari negara lain.

Adapun negara yang diketahui mendominasi pasar, dan dikenal sebagai produsen utama cip semikonduktor dunia adalah Taiwan. Tapi kabar baiknya, baru-baru ini muncul konfirmasi bahwa Indonesia akan mengembangkan sendiri pabrik produksi cip semikonduktor secara mandiri.

Seperti apa rencana pengembangannya?

Gantikan Vietnam, Samsung Dikabarkan Akan Relokasi Pabrik Ponselnya ke Indonesia

Investasi total Rp1,8 triliun

PT Infineon Technologies Batam yang jadi media investasi perusahaan Jerman di Indonesia | Dok. Infineon AG
info gambar

Mengutip keterangan dari laman resmi Kementerian Perindustrian, pengembangan pabrik cip semikonduktor ini didukung oleh Jerman.

Melalui pertemuan pada kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier, Indonesia dan Jerman telah bersepakat untuk meningkatkan investasi di bidang industri berteknologi tinggi, dan membuka peluang untuk mengembangkan pabrik semikonduktor di tanah air, agar industri tersebut dapat berperan dalam rantai pasok cip global.

Lebih detail, dukungan tersebut akan diwujudkan dalam bentuk pengembangan produksi cip semikonduktor lewat PT Infineon Technologies Batam, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang industri semikonduktor, dan telah berinvestasi di Indonesia sejak tahun 1996.

Sebelumnya diketahui jika perusahaan tersebut pada tahun 2020 memiliki kapasitas produksi mencapai 15 juta pcs per minggu, dan meningkat menjadi 22 juta pcs per minggu tahun 2021.

Lewat kesepakatan terbaru ini, dipastikan jika Jerman melalui perusahaan itu berkomitmen untuk meningkatkan investasi sebesar EUR 35,37 juta atau setara Rp569,3 miliar, untuk peningkatan kapasitas 65 juta per minggu pada tahun 2025.

Kemudian investasi tersebut akan bertambah menjadi EUR 83,57 juta (Rp1,3 triliun) untuk kapasitas 150 juta per minggu sampai tahun 2030.

“Kami melihat, permintaaan semikonduktor yang meningkat ini merupakan peluang investasi yang strategis. Indonesia perlu merebut peluang tersebut,” ujar Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita.

Jajaran Perusahaan Kunci di Balik Pabrik Baterai Mobil Listrik Pertama RI

Jejak pabrik cip semikonduktor di Indonesia

Kabar mengenai pengembangan pabrik cip semikonduktor, yang akan berpengaruh terhadap industri teknologi dan otomotif tanah air bahkan dunia ini memang membawa angin segar. Tapi siapa sangka, kalau di masa lampau Indonesia rupanya pernah memiliki pabrik industri yang dimaksud.

Mengutip Bisnis.com, hal tersebut diungkapkan oleh Menperin Agus. Disebutkan jika pada tahun 1973, di Indonesia pernah berdiri Industri komponen cip semikonduktor hasil investasi dua perusahaan multinasional Amerika Serikat, yaitu Fairchild Semiconductors dan National Semiconductors.

Namun pada tahun 1985, kedua perusahaan tersebut hengkang dari tanah air. Dan akhirnya sejak saat itu, Indonesia menjadi negara mayoritas pengimpor komponen cip semikonduktor.

Setelahnya dan seiring berjalannya waktu hingga saat ini, hanya ada beberapa negara yang dikenal sebagai produsen utama cip semikonduktor yang bertahan dan diandalkan dunia.

Mengutip data TrendForce yang dimuat dalam Katadata, pada tahun 2020 Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), dikenal sebagai produsen utama dengan menguasai 54 persen pangsa pasar semikonduktor dunia.

Setelahnya, negeri Ginseng Korea Selatan lebih tepatnya lewat perusahaan Samsung, berada di peringkat kedua dengan pangsa pasar 17 persen. Posisi berikutnya kemudian diikuti oleh dua perusahaan yang sama-sama memiliki pangsa pasar 7 persen yaitu GlobalFoundries (AS) dan UMC (Taiwan).

Harapannya, proyek pengembangan pabrik cip semikonduktor di Indonesia kali ini dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat struktur manufaktur di dalam negeri, sehingga bisa lebih berdaya saing.

Pertama di Indonesia, Pusat Industri Bahan Peledak Terbesar se-Asia Tenggara Diresmikan

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini