Perkuat Ekonomi, Desa Binaan Astra di Makassar Lepas Ekspor Perdana Senilai Rp6,5 Miliar

Perkuat Ekonomi, Desa Binaan Astra di Makassar Lepas Ekspor Perdana Senilai Rp6,5 Miliar
info gambar utama

Di tengah krisisnya situasi ekonomi dunia dan ancaman inflasi global, Indonesia termasuk beruntung karena mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Adapun salah satu sektor yang menjadi penguat perekonomian adalah sektor ekspor. Bukan hanya dari pemerintah, tapi fasilitatornya juga kerap didorong oleh pihak swasta, salah satunya Astra, lewat program DSA (Desa Sejahtera Astra).

Terbukti, pada hari Jumat (12/8/2022) kemarin, tiga desa binaan dalam program DSA di Makassar berhasil melakukan ekspor perdana sejumlah komoditas ke berbagai negara. Tak main-main, transaksi ekspor yang tercapai menyentuh angka Rp6,5 miliar.

Tentunya bentuk penguatan ekonomi yang diraih, terealisasi dalam hal kesejahteraan masyarakat dan peningkatan devisa. Adapun tiga desa yang menjadi wilayah asal komoditas ekspor adalah DSA Wakatobi, DSA Bombana, dan DSA Bone, di Makassar, Sulawesi Selatan.

Acara yang dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan Muhammad Ilyas, Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Desa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Syahrul, Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia Dhika Yudhistira, Chief of Corporate Affairs Astra Riza Deliansyah, dan Chief of Corporate Human Capital Development Astra Aloysius Budi Santoso, berharap bahwa ini dapat memberikan dampak nilai ekonomi bagi para pelaku UMKM dalam program DSA.

Semangat Saling Bantu Astra yang Menjangkau Desa-Desa di Pedalaman Indonesia

Detail ekspor perdana produk unggulan Makassar

seremonial ekspor hasil perikanan
info gambar

Untuk diketahui, merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia sepanjang semester pertama tahun 2022 telah mencapai 141,07 miliar dolar AS, atau tumbuh sekitar 37,11 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya (yoy).

Tentu menjadi angin segar, karena pertumbuhan tersebut akan bertambah dengan adanya keberhasilan ekspor dari tiga desa binaan Astra, yang terdiri dari DSA Wakatobi, DSA Bombana, dan DSA Bone.

Lebih detail, ekspor perdana asal tiga DSA yang dimaksud terdiri dari 27 ton rumput laut senilai Rp450 juta ke negara China asal DSA Wakatobi. Lain itu, ada juga produk perikanan sebanyak 14 ton senilai Rp1,4 miliar ke negara tujuan Amerika Serikat.

Sedangkan dari DSA Bombana dan DSA Bone, dikirim produk minyak nilam sebanyak 12 ton dengan nilai Rp4,7 miliar, untuk tujuan pasar ekspor India dan Pakistan.

Yang menarik, seremoni atau pelepasan ekspor perdana tersebut dilakukan sebagai bagian dari Festival Kewirausahaan Astra tahun 2022, yang mengangkat tema Building Resilience through SMEs & Local Village Product of Indonesia.

Apa yang dilakukan lewat program binaan Astra ini nyatanya juga disambut dengan baik oleh berbagai pihak terkait, terutama dari pemerintah. Salah satu yang memberikan apresiasi adalah Muhammad Ilyas, selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan.

“Kami sangat mengapresiasi Astra, yang telah membantu satu kegiatan terobosan yang inovatif terutama dalam mendorong desa-desa di pesisir, untuk meningkatkan nilai tambah dari segi kualitas produk perikanan sehingga bisa memiliki nilai ekspor,” ujar Muhammad Ilyas, dalam acara tersebut.

Sementara Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan bahwa pihaknya berbangga atas peningkatan ekspor--khususnya rumput laut--yang terus meningkat.

''Saya berterima kasih banyak kepada pelaku usaha para nelayan usaha bidang rumput laut dan juga para pelaku usaha umkm yang paling penting,'' ujarnya di depan awak media.

Komitmen Keberlanjutan Astra untuk Alam di Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Kontribusi ekonomi Astra lewat program DSA

Donasi Astra untuk DSA Bombana | Mustafa Iman (GNFI)
info gambar

Sementara itu membahas lebih detail mengenai program DSA, Astra saat ini diketahui telah mengembangkan 930 DSA yang tersebar pada 34 provinsi di Indonesia.

Fokusnya, program ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan mengembangkan kapasitas produk unggulan desa melalui empat cluster produk. Empat cluster yang dimaksud yaitu perikanan, pertanian, kopi, serta gugus kriya, wisata, dan budaya.

Lain itu, berbagai kegiatan yang dilakukan Astra dalam menjalankan program DSA meliputi pelatihan dan pendampingan, penguatan kelembagaan, bantuan prasarana, memfasilitasi modal usaha, dukungan pemasaran, hingga pembentukan role model DSA mandiri sebagai tolak ukur regional atau nasional.

Melalui program DSA, Astra telah mendukung terciptanya kebermanfaatan di masyarakat seperti pembukaan lapangan kerja baru bagi 19.190 orang, peningkatan pendapatan rata-rata sebesar 88 persen, serta mendukung terciptanya eskpor 94 jenis produk unggulan dari 232 desa, dengan total nilai transaksi sebesar Rp22,57 miliar sejak akhir tahun 2019 hingga Juli 2022.

Adapun negara-negara tujuan ekspor produk unggulan DSA di antaranya Amerika Serikat, Jerman, Belanda, Prancis, Inggris, Australia, India, Pakistan, Uni Emirat Arab, Yordania, Yaman, Jepang, China, dan Malaysia.

Membuat ekonomi desa 'naik kelas'

ekspor minyak nilam
info gambar

Memiliki program yang memberikan pengaruh besar bagi masyarakat Indonesia sampai ke lingkup desa, pihak Astra percaya bahwa produk unggulan DSA memiliki kualitas dan daya saing untuk menembus pasar internasional.

Tujuan lebih besar juga disampaikan dengan jelas oleh Riza Deliansyah, selaku Chief of Corporate Affairs Astra.

“Kita secara umum ingin membuat mereka (masyarakat) naik kelas. Naik kelas itu indikasinya apa? Salah satunya peningkatan pendapatan. Jadi bagi kami (Astra) yang sebenarnya tidak mengambil untung apa-apa secara langsung, memberikan peningkatan pendapatan kepada masyarakat itu sebuah kebahagiaan juga," bebernya, pada GNFI.

"Tujuannya apa? Ya sejahtera bersama bangsa itu, jadi mimpi besarnya Astra itu kan kembali lagi, sejahtera bersama bangsa. Dengan cara apa? Pelan-pelan kita angkat masyarakat jadi naik kelas.”

Riza menambahkan bahwa melalui program DSA, Astra telah mendukung terciptanya kebermanfaatan di berbagai lapisan masyarakat, seperti pembukaan lapangan kerja baru dan peningkatan pendapatan.

Lain itu, Astra percaya bahwa produk unggulan DSA memiliki kualitas dan daya saing untuk menembus pasar global, sehingga produk tersebut dapat menjadi elemen kebanggaan Indonesia yang berkontribusi terhadap peningkatan nilai ekspor nasional dan mendorong pemulihan serta pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di tingkat UMKM.

"Semangat Astra dalam mengembangkan produk unggulan DSA untuk menembus pasar luar negeri sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa dan mendukung Sustainable Development Goals (SDG) Indonesia," pungkasnya.

Kontribusi Astra Dukung dan Tingkatkan Pendidikan Berkualitas di Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini