Fakta Tanduk Memukau Domba Garut yang Membuatnya Bernilai Ratusan Juta

Fakta Tanduk Memukau Domba Garut yang Membuatnya Bernilai Ratusan Juta
info gambar utama

Jika mendengar nama Garut, ciri khas yang pertama kali terlintas dari wilayah satu ini adalah oleh-oleh khasnya berupa dodol. Ungkapan tersebut tentu tidak salah, tapi sebenarnya ada hal lain yang juga identik dari Kota Intan ini, yaitu domba garut.

Domba garut merupakan salah satu rumpun domba lokal Indonesia yang mempunyai sebaran asli geografis di Provinsi Jawa Barat. Jenis domba ini telah dibudidayakan secara turun-temurun, dan menjadi sumber daya genetik ternak asli Indonesia yang unggul. Keunggulannya bahkan diakui tidak hanya di tanah air, namun juga dunia.

Bicara mengenai asal-usulnya, domba garut berasal dari perkawinan silang tiga jenis domba yakni domba lokal Priangan, domba merino Spanyol, dan domba kaapstad Afrika.

Umumnya, domba garut memiliki fisik yang kekar dengan berat sekitar 60-80 kilogram. Sementara itu untuk pemeliharaan sendiri, biasanya difokuskan untuk dua tujuan, yakni penghasil daging atau untuk kesenangan dan hobi.

Apa yang membuat domba garut begitu istimewa?

Pertama Kalinya Indonesia Mengekspor 60.000 Domba ke Malaysia

Tanduk yang kokoh dan memukau

Domba garut | Muhammad Insan/Flickr
info gambar

Jika dilihat sekilas, hal yang langsung menarik perhatian dari domba garut adalah tanduk yang melengkung sempurna dan terlihat kokoh. Lain itu, postur tubuhnya juga nampak tegak, dengan bagian bulu leher yang menyerupai surai singa karena memang dibiarkan tumbuh dengan panjang.

Tanduk domba garut memang memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan jenis domba lain. Disebutkan jika ada bentuk tanduk spesifik yang biasanya jadi favorit para penghobi atau pemelihara domba.

Bagi masyakarat setempat, ada ciri dan bentuk khusus untuk membedakan domba dengan tanduk terbaik. Bentuk yang dimaksud yakni tanduk yang turun ke bawah terlebih dahulu, setelah itu melengkung panjang ke atas dan harus simetris antara tanduk kanan dan kiri.

Dengan tanduk yang dan tubuh yang gagah, domba garut telah menjadi bagian dari tradisi lokal yang tak terpisahkan, yakni seni adu domba garut. Domba yang diadu adalah domba jantan karena domba betina tidak memiliki tanduk.

Bersamaan dengan itu, domba jantan merupakan salah satu hewan ternak yang memiliki nilai tinggi. Hal tersebut lantaran kualifikasi dan perawatan keseharian domba khusus adu tangkas ini harus lebih tertata dan terawat. Mulai dari makan, minum, hingga kesehatan, semuanya dijaga dengan ekstra.

Hewan ini biasa diberi pakan unggul dan bergizi seperti daun lamtoro, rumput gajah, daun pisang, bekatul, ampas tahu, serta daun jagung. Bahkan beberapa individu yang ingin terlihat lebih tangkas dan berkualitas kerap dibawa berkeliling, disalon, berlari, dipijat, hingga berenang.

Hasilnya tidak main-main, domba yang memang terbukti berkualitas di pasaran bahkan bisa memiliki nilai yang fantastis, yakni mencapai ratusan juta.

Karnaval Domba Laga Terbanyak di Garut

Domba garut termahal

CaptAradea, domba garut termahal | Ahmad Andhika/JagadTani
info gambar

Satu domba garut yang saat ini dikenal paling berkualitas, gagah, dan memiliki nilai tinggi bernama Aradea. Mengutip Jagad Tani, domba yang memiliki warna bulu hitam legam tersebut bahkan bernilai Rp120 juta.

Aradea merupakan domba garut milik seorang pria bernama Dundun. Dirinya membeli domba tersebut sejak masih berumur 2,5 tahun. Dundun menjelaskan jika domba ini bisa mahal karena keunggulan pada bagian tanduk yang mendekati sempurna.

Lebih detail, dijelaskan jika dalam setiap kontes ketangkasan, poin yang didapat dari bagian tanduk ada di kisaran 20-25. Untuk domba Aradea yang ia miliki, poinnya sudah mencapai 23 yang berarti mendekati sempurna.

Dundun juga menjelaskan jika di waktu yang akan datang, anakan dari domba Aradea sudah pasti akan menghasilkan keturunan yang berkualitas pula.

“Alasan kenapa Aradea ini bisa mahal itu yang pertama karena proyeksinya, artinya kalau pengurusan dan perawatan jalan sesuai harapan nilainya bisa lebih. Nah yang kedua buat prestisi juga punya domba bagus. Yang ketiga, ketika dia pensiun bisa buat breeding nanti anakannya sudah pasti mahal,” jelas Dundun.

Serupa Tapi Tak Sama, Mengenal Perbedaan Kambing dan Domba

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini