Menilik Keunikan Jembatan Kretek II di Jalur Pansela

Menilik Keunikan Jembatan Kretek II di Jalur Pansela
info gambar utama

Pada momen Idulfitri 2022 kemarin, ada satu sarana publik yang gencar didorong menjadi alternatif jalur mudik bagi masyarakat, yakni jalur Pantai Selatan (Pansela). Memiliki panjang sekitar 1.405 kilometer, rupanya masih ada infrastruktur pendukung yang akan jadi pemanis dan melengkapi fasilitas tersebut, yakni Jembatan Kretek II.

Jembatan Kretek II adalah jembatan yang dibangun di daerah Bantul, Yogyakarta, tepatnya di atas Sugai Opak atau Laguna Pantai Depok. Memiliki panjang lintasan sekitar 2,01 kilometer, jembatan tersebut menghubungkan dua desa yakni desa Tirtohargo dengan desa Parangtritis.

Menelan anggaran pembangunan hingga Rp364 miliar, rupanya ada hal-hal menarik dari pembangunan jembatan kretek II.

Alternatif Baru Jalur Mudik, Pansela Siap Saingi Pantura

Keunikan dan tantangan pembangunan jembatan kretek II

Proses pembangunan jembatan kretek II | binamarga.pu.go.id
info gambar

Sama seperti jembatan besar pada umumnya, jembatan kretek II dirancang dengan memiliki dua jalur, termasuk empat lajur. Di dalamnya terdapat jalur khusus pejalan kaki berupa pedestrian yang dipisahkan dengan pembatas (barrier).

Lebih detail, masing-masing lajur memiliki lebar 3,5 meter dengan bahu jalan 2 meter. Sedangkan jalur pejalan kaki di kedua sisi masing-masing memiliki lebar 1,9 Meter.

Jembatan kretek II memiliki keunikan berupa desain yang menampilkan ikon masyakat lokal, yakni berupa luku yang dipasang menjadi sebuah tugu yang menjulang di ujung Desa Tirtohargo, Kretek. Bukan hanya itu, pada lampu penerangan jalan umum (LPJU) memiliki bentuk layaknya batang padi.

Dengan lintasan yang cukup panjang, fasilitas pejalan kaki, dan desain uniknya, jembatan Kretek II dinilai sebagai jembatan termegah yang ada di jalur Pansela, Yogyakarta.

Namun di balik itu, rupanya ada kesulitan sendiri yang dihadapi dalam membangunan jembatan ini. mengutip penjelasan di laman PUPR, titik jembatan kretek II berada di area sesar aktif opak (opak fault lines) yang memiliki potensi bencana gempa di Provinsi Yogyakarta.

Sesar itu juga yang secara aktif kerap menyebabkan terjadinya gempa yang mengguncang Yogyakarta. Karena itu, tak heran jika jembatan kretek II dibangun dengan desain tahan gempa.

Awalnya jembatan ini ditargetkan rampung pada awal tahun 2023. Namun ternyata penyelesaian berlangsung lebih cepat. Karena itu, pada saat arus mudik lebaran 2022 kemarin jembatan kretek II sempat dibuka agar bisa dilalui oleh pemudik.

Namun setelahnya, akses kembali ditutup untuk melanjutkan tahap akhir pembangunan. Kabarnya, jembatan akan diresmikan dan dibuka untuk beroperasi secara penuh dalam waktu dekat.

Harapannya, pengoperasian jembatan ini dapat semakin menumbuhkan titik-titik ekonomi baru, mengingat lokasi jembatan kretek II terletak di kawasan wisata Pantai Parangtritis yang sangat terkenal.

Fakta Jembatan Perahu di Karawang yang Hidupkan Perekonomian Masyarakat Sekitar

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini