Alternatif Baru Jalur Mudik, Pansela Siap Saingi Pantura

Alternatif Baru Jalur Mudik, Pansela Siap Saingi Pantura
info gambar utama

Sudah 2 tahun terakhir pemerintah menetapkan kebijakan larangan mudik lantaran situasi pandemi, demi meminimalisir peningkatan kasus Covid-19. Untuk mendukung upaya tersebut, dalam kurun waktu yang sama pula pemerintah bahkan sampai memangkas atau meniadakan jatah cuti bersama yang biasanya selalu diberikan baik sebelum dan sesudah momen Idulfitri.

Namun akhirnya di tahun 2022 ini, pemerintah mengumumkan bahwa tradisi tahunan mudik sudah boleh kembali dilakukan, dengan sejumlah persyaratan tertentu. Bahkan Presiden RI secara resmi juga telah mengumumkan penetapan jatah cuti bersama yang kembali diadakan.

Kabar tersebut tentu menjadi angin segar, karena akhirnya tradisi pulang ke kampung halaman bisa kembali dilakukan. Namun satu hal yang sudah pasti jadi hal tak terhindarkan dari tradisi mudik, adalah fenomena kemacetan yang biasa terjadi dari arah Jakarta menuju ke sisi lain Pulau Jawa.

Apalagi di tahun ini, lonjakan masyarakat yang mudik juga diperkirakan meningkat karena tingginya antusias mereka, setelah dua tahun berturut-turut menahan untuk pulang ke kampung halaman. Bisa diduga, lokasi yang menjadi kemacetan adalah titik-titik tertentu di sepanjang jalur Pantai Utara (Pantura) dan jalur tengah.

Memang saat ini sudah ada Tol Trans-Jawa, namun hal tersebut rupanya dinilai belum cukup dan membuat pemerintah menggarap jalur baru, yang diperuntukkan sebagai jalur alternatif bagi masyarakat yang ingin mudik, yakni Jalur Pansela (Pantai Selatan).

Larangan Mudik pada Era Kemerdekaan, Karena Faktor Perang dan Permintaan Soekarno

Terbentang sepanjang 1.405 kilometer

Pembangunan jalur Pansela
info gambar

Proyek penggarapan jalur Pansela sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2016, yang dibiayai oleh APBN, Asian Development Bank (ADB) dan Islamic Development Bank (IDB). Berbeda dengan jalur tengah atau jalur jalan selatan biasa yang selama ini sudah banyak dilalui, Pansela merupakan jalur yang jalannya benar-benar membentang tak jauh dari pinggiran pantai, sama halnya seperti Pantura.

Targetnya, jalur ini akan memiliki panjang sekitar 1.405 kilometer yang dimulai dari Kabupaten Serang di Provinsi Banten, hingga Kabupaten Banyuwangi di Provinsi Jawa Timur. Lebih detail, Pansela akan melintasi sebanyak 23 kabupaten di 5 provinsi yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Mengutip penjelasan di laman Kementerian PUPR, per hari Sabtu (9/4/2022), jalur Pansela yang dimulai dari kawasan Lebak, Banten, telah sampai ke Pacitan dengan total lintasan yang sudah terhubung sepanjang 1.242 kilometer.

“Kita bangun secara bertahap. Nanti di tahun 2024 akan kita teruskan hingga tersambung sampai Banyuwangi, Jawa Timur," tutur Basuki Hadimoeljono selaku Menteri PUPR.

Meski begitu, bisa dipastikan jika jalur Pansela saat ini sudah siap dan dapat digunakan oleh masyarakat di Pulau Jawa, yang hendak mudik pada saat Idulfitri di kisaran awal bulan Mei mendatang.

“Lintas Pansela ini bisa menjadi alternatif bagi para pemudik, sehingga beban lalu lintas terbagi dan tidak menumpuk di Lintas Pantura dan Lintas Tengah Jawa," tambah Menteri Basuki.

Menilik Kembali Tradisi Mudik Zaman Dahulu

Sumber ekonomi baru bagi masyarakat

Masih menurut sumber yang sama, disebutkan jika penggarapan lintas Pansela Jawa dilaksanakan dengan pekerjaan pembangunan jalan baru yang memiliki lebar sekitar 5-7 meter.

Pembangunannya juga memperhatikan aspek preservasi jalan atau kegiatan pemeliharaan, rehabilitasi, rekonstruksi jalan dan jembatan, serta pelebaran jalan menuju standar yang berkelanjutan, untuk mempertahankan kualitas jalan dan area Pantai Selatan.

Di saat bersamaan, adanya proyek pembukaan jalan baru ini rupanya menjadi potensi berkah tersendiri bagi masyarakat di sepanjang jalur Pansela. Diketahui jika dalam menghadapi arus mudik dan balik mendatang, sejumlah masyarakat di titik wilayah tertentu bahkan banyak yang sudah memiliki rencana untuk membuka warung makan di pinggir jalan.

Salah satu pihak yang sudah memiliki rencana tersebut adalah Tumini, warga Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

"Rencananya nanti pas libur Idul Fitri saya akan membuka warung baik saat arus mudik maupun balik. Harapannya nanti bakal ramai yang mudik lewat jalur ini, terus mampir di warung saya," tutur Tumini, mengutip Tribunnews.com.

Di Idulfitri Namanya Mudik, di Iduladha Namanya Toron

Pemandangan alam dan potensi wisata

Di lain sisi, jalur Pansela juga memiliki daya tarik dengan menawarkan pemandangan alam, karena lokasinya yang memang berada di pinggiran laut. Misalnya saja di Pantai Selatan Yogyakarta yang didukung pemandangan pantai, bukit-bukit karang, pegunungan karst, sungai, dan persawahan.

Semenjak dimulai dan dikembangkannya proyek Pansela, kawasan Pantai Selatan Yogyakarta dan sekitarnya juga disebut terus melakukan pembenahan agar peningkatan daya tarik Pantai Selatan semakin tinggi.

Mendukung hal tersebut, Menteri Basuki baru-baru ini juga melakukan cara promosi yang sama guna mengajak masyarakat memanfaatkan Jalur Pansela untuk mudik, yakni dengan menyorot keunggulan sejumlah titik detinasi wisata yang ada.

Salah satu destinasi wisata yang dimaksud di antaranya Pantai Amanda Ratu, yang berada di Jalan Raya Ujung Genteng, Desa Purwasedar, Kabupaten Sukabumi. Pantai ini memiliki tampilan eksotis dengan air laut berwarna biru kehijauan, yang berpadu dengan pulau kecil tak jauh dari pantai.

Dilengkapi semilir angin, deburan ombak, lambaian pohon kelapa, dan indahnya pemandangan matahari terbenam, pantai ini dinilai punya pemandangan yang mirip dengan Tanah Lot, Bali. Tak heran, jika Pantai Amanda Ratu juga kerap disebut sebagai Pantai Tanah Lot-nya Sukabumi.

Belum lagi, di wilayah Selatan sendiri memang dikenal banyak sejumlah pantai-pantai indah pada tiap Kabupaten dan Kota yang membentang di sepanjang Pulau Jawa, mulai dari Pantai Sayang Heulang Garut, Pantai Sendang Biru Kabupaten Malang, dan masih banyak lagi.

“Untuk itu saya ajak masyarakat memanfaatkan Jalan Pansela yang berpemandangan indah dan melewati banyak lokasi wisata pantai yang instagrammable. Mudah-mudahan liburan lebaran pemudik yang melewati jalur ini menjadi memorable." pungkas Basuki.

Antara Mudik, Infrastruktur, dan Growth Pole

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini