Spoonycal, Inovasi Sendok Penghitung Kalori dari Mahasiswa Polines

Spoonycal, Inovasi Sendok Penghitung Kalori dari Mahasiswa Polines
info gambar utama

Obesitas merupakan salah satu kondisi kesehatan yang tak disadari urgensitas penanganannya oleh banyak orang. Padahal kondisi satu ini berpotensi memunculkan kondisi stroke atau jantung, akibat tumpukan lemak yang membentuk plak di dalam pembuluh darah.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, disebutkan bahwa satu dari tiga orang dewasa Indonesia mengalami obesitas, dan satu dari lima anak berusia 5 hingga 12 tahun mengalami kelebihan berat badan dan obesitas.

Pada tahun 2018, diketahui jika prevalensi obesitas di kalangan orang dewasa Indonesia berada di kisaran 35,4 persen. Obesitas sendiri secara umum disebabkan karena kurang terjaganya pola makan. Apalagi, jika makanan yang sering dikonsumi berjenis makanan cepat saji atau minuman yang mengandung gula tambahan, dan kalori berlebih.

Selama ini, memang tidak semua orang memiliki kesadaran untuk memperhatikan kandungan gula yang dikonsumsi dalam setiap makanan. Karena pandangannya selain rumit, tak semua orang paham cara untuk mengatur kandungan gizi yang dikonsumsi dalam setiap suapan.

Sebagai solusi, baru-baru ini muncul sebuah inovasi sendok yang bisa mengukur seberapa besar kandungan kalori yang terkandung dalam setiap makanan, inovasi yang dimaksud ada Spoonycal.

Hari Obesitas Sedunia: Ketika Berat Badan Berlebih Mengancam Kesehatan

Sendok dengan teknologi IoT

Spoonycal inovasi Alfino Almero Suroso| Dok. Alfino Almero via Detik.com
info gambar

Spoonycal adalah sendok pelacak kalori karya kelompok mahasiswa di Politeknik Negeri Semarang (Polines). Adapun pemimpin inovasi dari sendok tersebut adalah Alfino Almero Suroso.

Alfino menjelaskan, jika cara kerja spoonycal ini cukup sederhana yakni dengan menarik makanan yang akan dikonsumsi ke dalam sendok, lalu secara otomatis sendok akan menghitung dan memberi informasi mengenai jumlah kalori dalam makanan tersebut.

"Kami mengembangkan sendok ini dengan menggunakan teknologi Internet of Things (IOT)," jelasnya, mengutip laman Kemdikbud-Ristek.

Lebih detail dijelaskan, spoonycal sendiri diciptakan dengan sistem mobile yang diintegrasikan dengan menggunakan hotspot atau WiFi. Sehingga, penggunaannya dapat melacak asupan kalori yang selama ini masuk ke dalam tubuh.

"Kami berharap sendok ini bisa membantu masyarakat secara umum, terutama kalangan yang memiliki penyakit seperti diabetes atau obesitas kronis, agar bisa mengontrol kalori yang dikonsumsi setiap harinya," ujar Alfino.

Lebih lanjut, Afandi Nur, selaku dosen pembimbing dalam proyek tersebut, mengatakan bahwa temuan dari mahasiswanya ini akan terus dikembangkan dan diperbanyak untuk membantu masyarakat dalam menjaga kesehatan dan mengurangi obesitas.

“Penemuan ini akan terus kami kembangkan, agar dapat terus memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat dalam menjaga kesehatan dan mengurangi obesitas di Indonesia,” pungkasnya.

Beban Ganda Malnutrisi, Ketika Masalah Kesehatan Bukan Hanya Disebabkan Kekurangan Gizi

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini