Menilik Sepeda Listrik Berangka Komposit Bambu Karya Mahasiswa UNNES

Menilik Sepeda Listrik Berangka Komposit Bambu Karya Mahasiswa UNNES
info gambar utama

Sepeda merupakan salah satu wujud kendaraan ramah lingkungan yang sampai saat ini masih banyak digaungkan penggunaannya. Bukan hanya dari segi pemakaian, menjadi nilai tambah ketika rangka sepeda juga dibuat dari material yang ramah lingkungan, salah satunya bambu, contohnya Spedagi yang dibuat oleh Singgih Kartono.

Tapi belum berhenti sampai di situ, kesan modern juga semakin tambah terasa ketika ada sepeda yang dibuat dari material bambu, dan menggunakan energi penggerak listrik, memangnya ada?

Jawabannya ada, sepeda listrik yang dimaksud nyatanya berhasil dibuat oleh dua orang mahasiswa di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Seperti apa wujud sepeda yang mereka buat?

Fakta Sepeda Bambu Spedagi yang Dipakai PM Australia dan Presiden RI

Sepeda listrik berkomposit bambu

Sepeda listrik bambu karya mahasiswa UNNES | instagram @unnes_semarang
info gambar

Arif Budiargo dan Muhammad Azziyadatur Rakhman, adalah dua orang mahasiswa Fakultas Teknik Mesin di UNNES, yang menggarap sepeda listrik dengan rangka berkomposit bambu.

Dalam prosesnya, kedua mahasiswa tersebut dibimbing oleh dua tenaga pengajar yakni Dr. Wirawan Sumbodo M.T. dan Rizki Setiadi S.Pd. M.T.

Mengutip penjelasan dari laman resmi UNNES, sepeda listrik yang telah tergarap dirancang untuk dikendarai oleh satu penumpang dengan beban maksimal mencapai 100 kilogram. Sementara itu jika membahas mengenai spesifikasi detailnya, sepeda tersebut dilengkapi dengan baterai berjenis lithium-ion 36V-15Ah, dengan daya motor listrik BLDC in-wheel sebesar 350 watt.

Bicara soal kemampuan meluncur di jalan, sepeda listrik ini diklaim mampu dikendarai dengan kecepatan maksimum hingga 30 kilometer per jam.

“Secara teoritis sepeda ini mampu menempuh jarak kisaran 30-40 kilometer, saat ini masih dalam tahap uji coba,” jelas Arif, sebagai salah satu mahasiswa yang terlibat.

Seperti yang telah disebutkan, sepeda ini membawa ciri khas dan keunikan yang juga memberi nilai tambah dari segi penilaian ramah lingkungan pada material pembentuknya, yaitu rangka yang menggunakan komposit bambu.

Menurut Arif, pengambilan bambu sebagai rangka didasarkan karena sifatnya yang kuat, mudah didapat, dan mempunyai harga yang terjangkau.

“Pembuatan sepeda sendiri berfokus pada pengembangan rangka. Bambu kan mudah didapat di Indonesia banyak sekali, kami memanfaatkan itu sebagai solusi dan harganya terjangkau,” jelasnya lagi.

4 Jenama Sepeda Lokal yang Kualitasnya Mampu Bersaing dengan Produk Internasional

Target diproduksi massal

Penggarap lainnya yakni Rakhman, dalam keterangan yang sama juga mengungkap mengenai rencana pengembangan dengan mengutamakan faktor ergonomic, agar inovasi mereka dapat diproduksi secara massal, dan dapat digunakan di lingkungan kampus UNNES.

Untuk bisa mencapai target yang diinginkan, ia bersama rekannya mengaku akan kembali menyempurnakan sepeda listrik tersebut pada penelitian berikutnya, sehingga bisa sesuai dan memenuhi standar SNI.

“Kedepannya kami akan menyempurnakan lagi sepeda ini sesuai dengan standar SNI. Inikan hasil skripsi kami, InsyaAllah bakal diproduksi massal dan bisa digunakan di lingkungan UNNES dan bisa juga digunakan di tempat-tempat wisata,” terang Rakhman.

Deretan Kota Ramah Sepeda yang Ada di Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini