Apa Itu Tes Skolastik, Metode yang Diajukan Nadiem Makarim untuk Ganti SBMPTN

Apa Itu Tes Skolastik, Metode yang Diajukan Nadiem Makarim untuk Ganti SBMPTN
info gambar utama

Selama ini umumnya ada tiga cara yang dapat dilalui oleh para calon mahasiswa lulusan SMA/MA/SMK atau sederajat, untuk dapat masuk ke perguruan tinggi dengan jurusan tertentu yang dituju. Tiga cara yang dimaksud yakni jalur SNMPTN, SBMPTN, dan ujian mandiri.

Namun terbaru, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, melakukan perubahan terhadap ketiga metode tersebut, terutama untuk metode SNMPTN dan SBMPTN.

Seperti apa perubahannya?

Catat, Ini 10 Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia Tahun 2022

Detail perubahan

Perubahan proses seleksi perguruan tinggi negeri | Dok. Kemdikbudristek
info gambar

Keputusan perubahan mengenai proses seleksi masuk perguruan tinggi ini pertama kali disampaikan oleh Nadiem Makarim, dalam acara penluncuran program ‘Merdeka Belajar Episode Kedua Puluh Dua: Transformasi Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN)’, pada Rabu (7/9/2022).

Nadiem mengungkap, jika perubahan yang dilakukan akan mencakup tiga hal.

“Pertama, seleksi nasional berdasarkan prestasi, kemudian seleksi nasional berdasarkan tes, dan yang ketiga adalah seleksi secara mandiri oleh PTN,” tuturnya, mengutip rilis di laman resmi Kemdikbud.go.id.

Lebih lanjut, pendiri perusahaan rintisan Gojek ini juga menjelaskan lebih detail apa yang dimaksud dengan ketiga perubahan tersebut, dan seperti apa prosesnya akan berjalan.

Yang pertama, jika sebelumnya SNMPTN dilakukan dengan memproses rata-rata nilai raport, pada mata pelajaran yang sesuai dengan jurusan yang ingin dituju di perguruan tinggi, kini prosesnya bersifat lebih umum dengan menilai prestasi pelajar dari rata-rata seluruh mata pelajaran yang ada.

Hal tersebut dilakukan melalui pemberian bobot minimal 50 persen untuk nilai rata-rata rapor seluruh mata pelajaran. Sedangkan untuk pembobotan sisanya, maksimal 50 persen diambil dari komponen penggali minat dan bakat.

“Dengan demikian, peserta didik didorong untuk fokus pada keseluruhan pembelajaran serta menggali minat dan bakatnya sejak dini. Nantinya peserta didik diharapkan agar menyadari bahwa semua mata pelajaran adalah penting dan agar mereka membangun prestasinya sesuai minat dan bakat,” jelas Mendikbudristek.

Yang kedua pada SBMPTN, proses tes yang dilalui juga tidak akan lagi menyertakan ujian mata pelajaran di bidang tertentu, seperti saintek atau soshum, melainkan tes lebih umum dan dasar yang dinamakan tes skolastik.

“Kali ini berbeda. Dalam seleksi ini, tidak ada lagi tes mata pelajaran, tetapi hanya tes skolastik yang mengukur empat hal yaitu potensi kognitif, penalaran matematika, literasi dalam bahasa Indonesia, dan literasi dalam bahasa Inggris. Soal pada seleksi ini akan menitikberatkan kemampuan penalaran peserta didik, bukan hafalan,” tambah Nadiem lebih lanjut.

Fasilitasi Akses Pendidikan Pariwisata, Kemenparekraf Luncurkan SBMPTNP

Apa itu tes skolastik?

Gambaran UTBK/SBMPTN | Dok. Humas Universitas Indonesia/Flickr
info gambar

Tes Potensi Skolastik adalah tes yang mengukur kemampuan kognitif setiap peserta atau calon mahasiswa, yang mencakup penalaran umum dan kemampuan pemahaman.

Tes skolastik berbeda dengan tes mata pelajaran. Jika tes mata pelajaran berfokus pada hafalan materi masing-masing mata pelajaran, namun tes skolastik akan fokus pada kemampuan dasar dari seorang calon mahasiswa.

Mengutip penjelasan di laman goKampus, secara umum sebenarnya tes skolastik terdiri dari 4 jenis sub tes, yakni:

  1. Penalaran umum, yang mencakup kesesuaian pernyataan, simpulan logis, dan penalaran analitik,
  2. Pengetahuan kuantitaif, yang mencakup logika dasar atau matematika level dasar, pertanyaan dengan informasi pilihan, dan analisis perbandingan dua nilai,
  3. Pengetahuan dan pemahaman umum yang biasanya mencakup pemahaman pada teks Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia,
  4. Memahami bacaan dan menulis yang berhubungan dengan kaidah penulisan yang baik dan benar.
Alternatif Perguruan Tinggi, Ini Deretan Sekolah Kedinasan yang Ada di Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini