Fasilitasi Akses Pendidikan Pariwisata, Kemenparekraf Luncurkan SBMPTNP

Fasilitasi Akses Pendidikan Pariwisata, Kemenparekraf Luncurkan SBMPTNP
info gambar utama

Bersiap menghadapi tahun ajaran baru 2022, seperti biasanya khusus pelajar lulusan setara SMA/SMK memang memiliki waktu lebih awal dalam melakukan persiapan jika ingin meneruskan pendidikan ke jenjang lebih lanjut, yakni perguruan tinggi.

Pada hari Senin (28/2/2022) kemarin, proses penerimaan melalui jalur SNPMTN telah resmi ditutup, setelahnya akan dilanjut dengan jalur UTBK (SBMPTN) yang pendaftarannya sendiri dibuka mulai tanggal 23 Maret mendatang.

Kita semua tahu jika kedua jalur tersebut memang diperuntukkan bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke instansi atau universitas tertentu, dengan penjurusan yang lebih umum.

Tapi nyatanya tidak semua pelajar lulusan SMA/SMK memiliki minat yang sama, sebagian ada yang memilih untuk mendaftar ke instansi pendidikan khusus untuk kejuruan tertentu, salah satunya pariwisata.

Selama ini proses pendaftaran yang dilakukan calon mahasiswa untuk bisa masuk ke perguruan tinggi pariwisata masih dilakukan secara mandiri, karena belum ada sistem layaknya SNMPTN/UTBK yang dapat mempermudah mereka.

Melihat kondisi tersebut, pihak terkait yang memang menaungi sejumlah perguruan tinggi di bidang pariwisata yakni Kemenparekraf, akhirnya memberi solusi dengan menghadirkan SBMPTNP (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata).

Kaleidoskop 2021: Beragam Kabar Baik dari Industri Pariwisata di Tengah Kondisi Pandemi

Fokus kembangkan SDM berkualitas

Politeknik Pariwisata Lombok | Dok. Kemenparekraf
info gambar

Resmi diluncurkan pada hari Selasa (1/3) kemarin, peluncuran tersebut juga menandai dibukanya pendaftaran perdana jalur SBMPTNP yang akan berlangsung mulai tanggal 1 Maret-27 Mei 2022.

Hampir sama seperti proses yang dimiliki SBMPTN, nantinya para calon mahasiswa terdaftar akan melalui serangkaian proses seleksi yang terdiri dari tes kemampuan dasar pariwisata, tes potensi psikotest, tes kemampuan Bahasa Inggris, dan hasil kesehatan.

Terakhir, bagi calon mahasiswa yang lulus akan menerima pengumuman kelulusan dan melakukan pendaftaran ulang di PTNP (Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata) yang telah dipilih.

Hadirnya sistem SBMPTNP ini tentu memberikan angin segar bagi para pelajar yang memang memiliki minat dan ketertarikan untuk meneruskan pendidikan pariwisata ke jenjang yang lebih tinggi, agar mendapat pembekalan yang lebih profesional.

Hal tersebut juga diakui oleh Menteri Parekraf Sandiaga Uno, saat bicara mengenai tujuan dari dihadirkannya sistem seleksi bersama ini. Menurut Sandiaga, adanya SBMPTNP sangat penting untuk memfasilitasi para pelajar agar kelak dapat membentuk SDM industri pariwisata yang berkualitas, dan semakin meningkatkan taraf pariwisata Indonesia sendiri.

“Pemerintah memiliki concern yang tinggi dalam hal mempersiapkan SDM pariwisata dengan kemampuan dan kompetensi yang baik” ujarnya, saat acara launching SBMPTNP kemarin.

Lain itu, diketahui jika orientasi penerimaan mahasiswa baru tahun ini akan menitikberatkan pada karakter, kepribadian, minat, dan kemampuan sebagai calon insan pariwisata yang memiliki hospitality.

Hari Pariwisata Sedunia: Hadapi Tantangan Pandemi dengan Memanfaatkan Teknologi Digital

6 PTNP yang dinaungi Kemenparekraf

Memiliki modal yang kuat untuk menghadirkan sistem SBMPTNP, Kemenparekraf sendiri sejauh ini memang telah menaungi sebanyak enam PTNP yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.

Diklaim unggul, jajaran PTNP yang dimaksud memang diketahui sudah memiliki akreditasi memuaskan dari BAN-PT baik dari segi prodi maupun institusi. Selain itu, ke-enamnya juga disebut sudah mendapatkan akreditasi dari UN-WTO (Organisasi Pariwisata Dunia).

Adapun detail dari ke-enam PTNP yang dimaksud, lengkap dengan masing-masing ciri khas berupa prodi unggulannya adalah sebagai berikut:

  1. STP NHI Bandung (wisata kuliner), sekolah tinggi ini memiliki 10 Program Studi yang meliputi 6 program studi jenjang D4 dan 4 program studi jenjang D3
  2. Politeknik Pariwisata Bali (wisata budaya), memiliki total 8 program studi dengan rincian 5 program studi jenjang D4 dan 3 program studi jenjang D3
  3. Politeknik Pariwisata Makassar (wisata bahari), menawarkan 8 program studi meliputi 4 program studi jenjang D4 dan 4 program studi jenjang D3
  4. Politeknik Pariwisata Medan (geopark Kaldera Toba), memiliki total 8 program studi dengan rincian 2 program studi jenjang D4 dan 6 program studi jenjang D3
  5. Politeknik Pariwisata Palembang (wisata olahraga), tersedia 4 program studi dengan rincian 1 program studi jenjang D4 dan 3 program studi jenjang D3
  6. Politeknik Pariwisata Lombok (wisata halal), menawarkan total 4 program studi, dengan rincian 1 program studi jenjang D4 dan 3 program studi jenjang D3

Sebenarnya selain SBMPTNP, instansi terkait juga membuka pendaftaran lewat jalur mandiri dengan skema pembagian kuota untuk jalur seleksi bersama sebesar 60 persen atau sekitar 1.995 orang, dan seleksi mandiri dengan kuota 40 persen atau sebanyak 1.360 orang.

“Bagi generasi muda yang ingin kuliah di kampus keren, menghasilkan lulusan siap kerja, siap menciptakan lapangan kerja dan menjadi bagian dari insan pariwisata, kalian bisa kuliah di enam PTNP di bawah naungan Kemenparekraf,” pungkas Sandiaga.

Demi Naik Panggung Internasional, Semua Sekolah Pariwisata di Indonesia Terapkan Go Digital

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini