Upaya Pelestarian Sekaligus Edukasi di Candi Borobudur Lewat Gelaran BRACE 2022

Upaya Pelestarian Sekaligus Edukasi di Candi Borobudur Lewat Gelaran BRACE 2022
info gambar utama

Candi Borobudur menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang masih memiliki penimat tinggi di Indonesi hingga saat ini. Jadi potret karya sejak masa lampau, keagungan infrastruktur Borobudur ibarat sebuah pondasi dari literasi yang tidak akan terpengaruh oleh tren dan masa.

Publik atau pembaca mungkin masih ingat, jika beberapa waktu lalu muncul sejumlah isu yang berhubungan dengan kendala yang dihadapi oleh kawasan Borobudur dalam hal pembatasan pengunjung.

Tak dimungkiri, banyak kekecewaan yang disampaikan oleh masyarakat Indonesia bahkan internasional karena pembatasan akses untuk naik ke candi. Bukan tanpa alasan, hal tersebut dinilai membuat mereka kehilangan satu pesona yang diinginkan.

Kejadian ini menarik untuk dicermati, karena dilema antara konservasi dan edukasi menjadi perdebatan panjang yang belum dirilis solusinya. Kedua sisi ini memiliki argumentasi yang sama-sama tepat dengan kekhawatiran yang juga tidak keliru.

Dari sisi edukasi, bangunan megah, Borobudur milik semua orang, tidak budaya, agama, ras, atau golongan tertentu saja. Semua memiliki kedudukan yang sama untuk dapat mempelajari nilai edukasi di Borobudur. Namun dari sisi konservasi, keprihatinannya pun beralasan. Rusaknya relief candi yang sangat berharga akibat tangan-tangan jahil pengunjung adalah sesuatu yang berat untuk ditolerir.

Dilema Kunjungan Candi Borobudur, Antara Konservasi dan Kebutuhan Edukasi

Solusi lewat kehadiran BRACE

Isu di atas yang akhirnya membuat pihak pengelola yakni PT. Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan, Ratu Boko, dan Borobudur, bekerja sama dengan Bitread Publishing dan Kartala Digital Teknologi, untuk menghadirkan solusi berupa pengembangan sebuah aplikasi permainan berbasis literasi, untuk mengenalkan potensi kawasan candi dan cerita-cerita di relief Borobudur, yang dapat diakses dalam bentuk permainan.

Permainan yang dimaksud diberi nama Treasure Hunt serta Junior Archeologist dan hadir dalam bentuk aplikasi. Permainan ini akan diluncurkan dan dimainkan bersama secara massal pada tanggal 17 September 2022 melalui event Borobudur Creative Race (BRACE), yang disponsori oleh PLN.

Peserta akan diberikan tantangan dengan rute mengelilingi kawasan sekitar Candi Borobudur dengan mengambil tempat di beberapa balai ekonomi desa (balkondes) hingga masuk ke kawasan Candi.

BRACE adalah bagian dari upaya mendukung pelestarian, konservasi, namun tidak melunturkan pesan edukasi yang ingin disampaikan dari keberadaan monument bersejarah yang ada.

Menaikkan Tarif Demi Merawat Candi Borobudur, Perlukah?

3 aktivitas dalam gelaran BRACE

1. ILPN (Inkubator Literasi Pustaka Nasional)

Lewat kesempatan ini peserta dapat berpartisipasi dalam ajang untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi dalam bidang kepenulisan. Di mana para penulis akan menjadi penggerak Borobudur Study Center.

2.Treasure Hunt

Treasure Hunt adalah sebuah program edutainment dengan pola hybrid antara aktivitas offline dan online di suatu kawasan. Acara ini akan mengajak peserta berlomba untuk mendapatkan hadiah dengan memberikan tantangan berbasis narasi daerah melalui aplikasi game interaktif.

Peserta diberikan tantangan misi mencari harta karun, yang terdiri dari berbagai aktivitas seperti membuat keramik, melukis payung, menebak makanan, dan meracik kopi di beberapa Balkondes (balai ekonomi desa) kawasan Borobudur, dll.

3. Junior Archeologist

Aktivitas satu ini merupakan game digital yang menghidupkan relief Putri Manohara dan Pangeran Sudhana. Deretan games ini mengangkat narasi-narasi Borobudur dengan teknologi yang imersif.

Untuk diketahui, ragam permainan dan kompetisi di atas akan diluncurkan pada tanggal 17 September 2022, di mana masyarakat yang ingin berpartisipasi untuk pertama kalinya masih bisa mendaftar hingga tanggal 15 September mendatang melalui link ini.

Misteri Borobudur: Bunga Teratai Raksasa yang Dibangun di Tengah Danau

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini