Akankah Kita Bisa ke Malaysia dari Sumatera Lewat Jalur Darat di Masa Depan?

Akankah Kita Bisa ke Malaysia dari Sumatera Lewat Jalur Darat di Masa Depan?
info gambar utama

Di masa depan, masyarakat Indonesia bisa jadi dapat berpergian ke Malaysia melalui jalur darat dari Sumatera. Namun, hal ini belum pasti karena wacana pembangunan jembatan antarnegara juga belum ada tanda-tanda bakal mulai terwujud dalam waktu dekat.

Belakangan ini, menyeruak wacana mengenai pembangunan jembatan yang menghubungkan Indonesia, tepatnya Pulau Sumatera, dengan Malaysia.

Jembatan yang dimaksud akan membentang menyeberangi Selat Malaka sepanjang 120 kilometer. Titik yang akan terhubung lewat jembatan ini adalah Teluk Gong, Melaka, Malaysia, dan Dumai, Riau, Indonesia.

Ketua Komite Investasi, Industri, Pengembangan Wirausaha, dan Koperasi Melaka Ab Rauf Yusoh menilai pembangunan jembatan penghubung Indonesia-Malaysia bakal berdampak besar bagi perkembangan ekonomi kedua negara.

Hanya saja, waktu pembangunannya juga tidak sebentar. Butuh waktu setidaknya 20 tahun agar jembatan bisa dibangun hingga tuntas.

“Usulan proyek tersebut telah diajukan oleh pihak swasta dan kedua negara yang mana pada prinsipnya telah sepakat untuk melakukan kajian rinci mengenai hal tersebut,” ujar Ab Rauf Yusoh seperti dilansir Channel News Asia.

“Dari pihak pemerintah negara bagian, kami telah membawa semua instansi pemerintah untuk mengunjungi daerah di mana rute baru yang diusulkan akan dibangun kemarin,” pungkasnya.

Selama ini, orang Indonesia yang ingin berpergian ke daerah-daerah Malaysia yang terletak di Semenanjung Malaya biasa menggunakan kapal laut atau pesawat terbang.

Wilayah Malaysia yang berada di Semenanjung Malaya memang terpisahkan oleh laut dengan Indonesia. Kedua negara hanya berbatasan darat di Pulau Kalimantan.

Apa Itu REC, Instrumen EBT yang Buat Istana Kepresidenan Dipasok Energi Hijau

Bukan Prioritas

Pemerintah Indonesia sendiri sudah mendengar wacana pembangunan jembatan tersebut. Hanya saja, belum ada lampu hijau yang diberikan.

Pemerintah Indonesia justru menganggap pembangunan jembatan penghubung bukanlah prioritas. Sejauh ini, hal itu belum pernah dibahas dan masih butuh studi kelayakan lebih lanjut.

"Dalam beberapa tahun terakhir saya belum pernah mendengar Kementerian PUPR membahas isu ini dalam tataran kerja sama teknis dalam kerangka hubungan bilateral Indonesia-Malaysia," ujar Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja seperti dilansir Bisnis.com.

Endra S. Atmawidjaja juga menegaskan pemerintah belum menekan kesepakatan untuk menyambungkan kedua negara melalui jembatan. Pembangunan jembatan pun tidak masuk ke dalam daftar prioritas pembangunan pemerintah, setidaknya hingga 2024 mendatang.

"Yang jelas belum masuk dalam PSN hingga 2024," pungkasnya.

Dengan kata lain, belum kejelasan apakah wacana pembangunan jembatan Indonesia-Malaysia akan diwujudkan. Maka dari itu, masih menjadi teka-teki akankah kita bisa ke Malaysia dari Sumatera lewat jalur darat di masa depan?

RUPTL Resmi Dirilis, Porsi Pembangkit EBT Diperbesar Demi Dukung Transisi Energi Hijau





Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan A Reza lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel A Reza.

Terima kasih telah membaca sampai di sini