Sempat Mangkrak, Pembangunan Tol Padang-Sicincin Kembali Dilanjutkan

Sempat Mangkrak, Pembangunan Tol Padang-Sicincin Kembali Dilanjutkan
info gambar utama

Setelah pembangunannya sempat terhenti selama 1,5 tahun, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali menggarap pembangunan ruas tol Padang-Sicincin.

Seksi tol yang menjadi bagian dari jalan tol Pekanbaru-Padang ini memiliki panjang 36,6 kilometer. Rencananya, pembangunan jalan tol ini akan rampung pada 2024.

Sebelumnya, proses pembangunannya sendiri sudah mencapai 45,4% sementara untuk proses pembebasan lahan ada di angka 81,2%

Sampai dengan akhir tahun ini, pembebasan lahan akan ditargetkan bisa rampung seluruhnya. Sehingga, target penyelesaian pada Juli 2024 bisa sesuai.

Menteri Pembangunan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), menyebutkan bila pembangunan tol ini nantinya akan dikebut bila pemerintah daerah bisa dengan cepat mengurus segala hal terkait pembebasan lahan.

"Kuncinya sekarang ada Pemerintah Kabupaten, Kota dan juga Provinsi. Seandainya tanahnya clear, maka kita siap untuk melanjutkan dan mempercepat pembangunannya," ujarnya sebagaimana dikutip dari situs resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Tol ini mulai dibangun pada Februari 2018 silam dengan target penyelesaian sesuai dengan rencana awal adalah Desember 2021.

Namun, hal ini terkendala oleh masalah pembebasan lahan yang harus melalui proses cukup panjang. Hingga akhirnya kabar baik pun datang dan tol penggerak laju ekonomi kedua wilayah ini bisa berlanjut.

Tol Padang-Pekanbaru sendiri terbagi atas 6 seksi. Berikut di antaranya:

  • Seksi I Padang-Sicincin (36,15 k
  • Seksi II Sicincin-Bukittinggi (38 km)
  • Seksi III Bukittinggi-Payakumbuh (34 km)
  • Seksi IV Payakumbuh-Pangkalan (58 km)
  • Seksi V Pangkalan-Bangkinang (56 km)
  • Seksi VI Bangkinang-Pekanbaru (40 km).

Untuk seksi VI Bangkinang-Pekanbaru yang telah selesai dibangun, baru-baru ini juga sudah dilakukan untuk uji coba operasionalnya secara gratis.

Solusi untuk Banjir Rob, Tol Tanggul Laut Semarang-Demak Beroperasi Akhir 2022

Penggerak Ekonomi dan Pariwisata Sumatera Barat dan Riau

Sebagai bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), memang tol Padang-Pekanbaru sendiri ditujukan untuk meningkatkan interkonektivitas antar wilayah.

Dengan adanya tol dengan panjang 255 kilometer ini, yang tadinya jarak tempuh antara kedua kota tersebut adalah 8-10 jam, kini bisa dicapai dengan waktu 4 jam.

Dengan jaraknya yang tergolong jauh, tol Padang-Pekanbaru ini juga akan menjadi tol terpanjang di Indonesia.

Selain itu, daya tarik pariwisata yang dan potensi ekonomi yang ada di kedua daerah ini juga sangat terbantu dengan pembangunan tol ini.

"Adanya jalan tol ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi mengatasi kepadatan lalu lintas terutama arus komoditas,” ujar Basuki sebagaimana tertulis dalam media sosial BPJT.

Jalan Tol Cibitung-Cilincing Jadi, Macet di Tanjung Priok Bakal Tinggal Kenangan?

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MM
SA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini