Pelajari Higher Order Thinking Skills, Penting untuk Dunia Kerja

Pelajari Higher Order Thinking Skills, Penting untuk Dunia Kerja
info gambar utama

Higher order thinking skills (HOTS) mungkin lebih akrab terdengar dalam dunia pendidikan. Pembaharuan kurikulum di Indonesia sudah mulai mengarahkan para pelajar untuk menguasai skill yang satu ini. Namun, HOTS ternyata tidak hanya penting di dunia pendidikan, tetapi juga dalam dunia kerja.

Pesatnya perkembangan teknologi menjadikan HOTS termasuk salah satu keahlian yang banyak dicari oleh tim rekrutmen. Dinamika yang ada menuntut pekerja perlu memiliki soft-skills ini untuk mencapai tujuan perusahaan yang juga berkembang.

Sayangnya, masih ditemukan calon pekerja yang tidak memahami HOTS dan seluk-beluknya. Akibatnya, calon pekerja masih dianggap under-skilled dan kesulitan mendapat pekerjaan. Karenanya, Kawan perlu segera pelajari HOTS untuk menghadapi persaingan pasar kerja saat ini.

Seberapa Penting Social Skill untuk Pengembangan Kariermu?

Memahami HOTS sebagai Sebuah Keahlian

HOTS atau ‘keterampilan berpikir tingkat tinggi’ merupakan keterampilan atau keahlian yang menitikberatkan pada pemrosesan kognitif seseorang. Sederhananya, HOTS diartikan sebagai proses berpikir yang membantu seseorang menghubungkan berbagai informasi untuk memecahkan masalah.

Beberapa indikator yang menggambarkan seseorang telah menguasai HOTS ialah ketika ia bisa menganalisis, mengelaborasi, dan mengevaluasi informasi secara kritis untuk membuat keputusan yang tepat. Tak ayal, HOTS menjadi penting untuk mencapai kesuksesan di sekolah, tempat kerja, atau dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam dunia kerja, HOTS diperlukan untuk memperbaiki dan memaksimalkan profit perusahaan. Hal itu karena HOTS merupakan bagian dari karakter manusia yang bisa berdampak positif kepada lingkungan di sekitarnya. Melalui pekerja yang memiliki HOTS ini, produktivitas perusahaan bisa meningkat.

Simak! Inilah 5 Skill yang Paling Dibutuhkan di Tahun 2021

Contoh HOTS

Kreatif

Ide-ide baru muncul dari kemampuan berpikir kreatif. Keterampilan ini berguna dalam banyak situasi, seperti ketika memecahkan masalah di tempat kerja atau ketika membuat gebrakan baru untuk proyek tim. Pekerja yang kreatif mampu menciptakan ide atau solusi baru yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya.

Kreativitas bersifat orisinal karena lahir dari pemikiran yang tidak biasa atau out of the box. Dalam prosesnya, kreativitas melibatkan proses berpikir dari berbagai perspektif berbeda. Lebih dari itu, seseorang yang kreatif juga memiliki kebiasaan berpikir secara fleksibel.

Analisis

Analisis berhubungan dengan pemecahan masalah. Untuk menyelesaikan masalah yang ada, pekerja harus mampu menganalisis masalah yang terjadi agar dapat melahirkan solusi yang rasional. Sebab itu, kemampuan menganalisis akan selalu dibutuhkan terlepas dari jenis pekerjaannya.

Analisis yang tepat juga akan menghasilkan solusi yang tepat. Analisis dapat diartikan sebagai proses memecah suatu hal yang kompleks menjadi bagian-bagian kecil untuk mempermudah memahami hal tersebut. Ketika menganalis, ada proses kritis yang terjadi.

Evaluasi

Evaluasi merupakan proses menilai atau menimbang suatu hal, apakah itu baik atau buruk, penting atau tidak penting, dan berguna atau tidak berguna. Evaluasi termasuk salah satu HOTS karena mengharuskan seseorang untuk bisa memahami dan mengingat informasi secara kritis.

Di tempat kerja, Kawan mungkin akan diminta mengevaluasi sesuatu yang berhubungan dengan posisi tempatmu bekerja. Maka dari itu, kemampuan mengevaluasi perlu dikuasai agar hasil evaluasimu bisa membantu perusahaan berkembang ke arah yang lebih baik.

MIKIR, Inovasi Pendidikan untuk Mengasah Soft Skill

Cara Meningkatkan HOTS

HOTS tidak lahir begitu saja karena ada proses yang terjadi di baliknya. Jika merasa belum memiliki HOTS, Kawan bisa mulai melatih dan membiasakan diri untuk mencapai kemampuan tersebut. Kawan tidak perlu risau, ada beberapa cara mudah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan HOTS.

Mengingat HOTS sangat menitikberatkan kepada kemampuan berpikir kritis, Kawan perlu melatih otak dengan meruncingkan pola pikir. Hal itu bisa dilakukan dengan membiasakan diri menyerap informasi dari berbagai perspektif. Misalnya dengan membaca banyak buku, menonton film, atau mendengarkan podcast yang berisi informasi kompleks—tidak dari satu pandangan saja.

Selain itu, Kawan juga bisa melatih active listening. Ketika mendengar seseorang berbicara, pahami apa yang ia katakan dan bertanya jika ingin mendapatkan klarifikasi. Ulangi apa yang dikatakan pembicara untuk memastikan pemahaman kamu terhadap poin pembicaraan.

Di era digital ini, kelompok diskusi dapat ditemukan dengan mudah. Kawan bisa memanfaatkan kesempatan yang ada untuk terlibat dalam kegiatan diskusi. Di sana, Kawan bisa melatih menyampaikan pendapat dengan kritis, sekaligus berlatih menempatkan diri di situasi tertentu.

Referensi: climbtheladder.com | journal.uny.ac.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

F
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini