9 Motif Batik Banten & Artinya, Minim Corak Makhluk Hidup karena Kuatnya Budaya

9 Motif Batik Banten & Artinya, Minim Corak Makhluk Hidup karena Kuatnya Budaya
info gambar utama

Batik kerap diidentikkan dengan warisan budaya kawasan Solo dan Yogyakarta. Padahal, batik juga datang dari daerah lain di Indonesia salah satunya Banten. Belum banyak yang tahu, motif batik Banten ternyata memiliki ragam motif yang unik dan berbeda dari batik populer daerah lain. Terutama karena pengaruh Islam kuat menjadikan motif batik jarang memakai unsur makhluk hidup dalam setiap coraknya.

Bagi Anda yang belum mengetahui keindahan motif batik Banten, Anda berada di tempat yang tepat karena bahasan kali ini akan menuntaskan rasa penasaran Anda.

Artikel terkait: 5 Motif Batik Yogyakarta Terpopuler dan Makna di Baliknya

Keunikan dan Ciri Khas Batik Banten

Banten dikenal dengan julukan Tanah Jawara. Motif batik Banten memiliki keunikan dan ciri khasnya tersendiri yang membuatnya berbeda dari batik dari daerah lain. Berikut keunikan dari batik Banten yang perlu Anda ketahui

  1. Corak motif yang digunakan berkaitan dengan benda peninggalan, tata ruang kesultanan, suasana desa, tempat-tempat masyarakat beraktivitas, gelar bangsawan, atau pun sejarah Kesultanan Keraton Banten
  2. Motif corak mahkluk hidup nyaris dihindari. Jika ada pun penggambarannya lebih abstrak atau tidak secara jelas. Hal ini karena adanya aturan Islam dalam kesultanan Banten yang melarang motif makhluk hidup dan lebih banyak mengambil unsur lingkungan, bangunan arkeologis, atau benda-benda tak hidup lainnya.
  3. Menggunakan warna yang cerah namun bersifat lembut dan tidak mencolok
  4. Umumnya dibuat dengan teknik cap
  5. Isen-isen yang cenderung kasar
  6. Memiliki garis tebal dengan motif yang berukuran besar
  7. Menggunakan pengulangan pola

Baca juga: Yuk, Kenali Motif Batik Kalimantan dan Filosofinya

9 Motif Batik Banten Terpopuler dan Penuh Pesona

Motif batik Banten sangat lekat dengan sejarah Kesultanan Banten. Hal inilah yang membuat setiap motif batik Banten terlihat sangat berkarakter. Dari sekian banyaknya motif yang dimiliki, berikut 7 motif batik Banten terpopuler dan penuh pesona.

1. Motif Surosowan

Salah satu keunikan motif batik Banten adalah nama setiap motifnya yang sangat berkaitan dengan sejarah Kesultanan Banten. Seperti motif pertama dalam daftar ini yaitu motif Surosowan yang diambil dari nama Keraton Kesultanan Banten yaitu Keraton Surosowan.

Nama Surosowan sendiri berasal dari kata Suro (Pa) Sowan yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia memiliki makna tempat untuk menghadap.

Ciri khas dari motif Surosowan adalah bentuk belah ketupat dan bunga matahari dengan lingakaran polos di tengahnya.

2. Motif Kapurban

Kapurban merupakan nama gelar yang dipersembahkan bagi Pangeran Purba selaku Pangeran Banten atas penyebaran agama Islam yang dilakukannya.

Menjadi inspirasi dari motif Kapurban, motif batik Banten yang satu ini memiliki ciri khas bentuk belah ketupat dengan hiasan bunga di tengahnya. Terdapat juga variasi motif berbentuk pigura spiral dengan segitiga berbentuk bunga.

3. Motif Srimanganti

Motif Srimanganti diambil dari kata Sri ( Raja ) dan Manganti (menanti) yang jika dimaknai dalam bahasa Indonesia menjadi raja yang menanti.

Nama Srimanganti sendiri dalam sejarahnya merujuk pada nama aula istana yang terhubung dengan pintu gerbang tempat dimana tamu kerajaan menunggu kehadiran sang sultan untuk menyambut mereka.

Selain itu terdapat makna lainnya yang sangat mendalam pada motif ini yang mana melambangkan kesempatan besar yang ada di depan yang menjadi jalan bagi kehidupan yang lebih baik dan gemilang.

4. Motif Datulaya

motif batik banten datulaya dan maknanya

Foto: Instagram/PT Batik Banten Mukarnas

Motif Datulaya bisa dibilang sangat populer di Banten karena keindahan yang dimiliki dan sejarah yang menyertainya.

Motif yang identik dengan bentuk bunga dan sulur ini diambil dari kata Datu dan Laya yang masing-masing memiliki arti pangeran dan residen. Jika diartikan secara keseluruhan Datulaya merupakan nama tempat tinggal pangeran Banten di kala itu.

5. Motif Pancaniti

Sama seperti motif batik Banten pada umumnya, Pancaniti memiliki corak dengan bentuk belah ketupat dan bunga dengan lingkaran polos di bagian tengahnya.

Pancaniti yang digunakan sebagai nama motif batik yang satu ini diambil dari sebuah ruangan pada tata ruang keraton yang menjadi tempat Raja menyaksikan pelatihan para prajurit.

6. Motif Mandalikan

Motif batik Banten memang banyak menggunakan bentuk belah ketupat, sama halnya pada motif Mandalikan. Batik Mandalikan memiliki motif utama bentuk belah ketupat dengan hiasan bunga kecil nan cantik di tengah-tengah sebuah bintang.

Menilik makna dari motif ini, nama Mandalikan sendiri diambil dari gelar salah seorang Pangeran Banten yaitu Pangeran Mandalikan.

7. Motif Pamaranggen

Motif Pamaranggen merupakan terinspirasi dari pemukiman atau tempat tinggal masyarakat Banten yang memiliki profesi sebagai pembuat keris.

Motif Pamaranggen sangat khas dan indah dengan corak utamanya yang menyerupai sayap kupu-kupu dan bunga cantik di bagian tengahnya.

8. Motif Pasulaman

Motif Pasulaman menggambarkan nuansa lingkungan Kesultanan Banten yang menjadi tempat para pengrajin dan penyulam berkreasi. Secara simbolis suasana lingkungan digambarkan dalam satu motif khas batik Banten. Jika diperhatikan detail-detail yang rumit menunjukkan ketelitian dan keterampilan para pengrajin sehingga menghasilkan karya batik yang cantik.

9. Motif Madhe Mundu

Motif Madhe Mundu menjadi salah satu unggulan motif batik Banten yang mengambil inspirasi dari nama lokasi tata kota istana Kesultanan Banten.

Baca juga: 7 Motif Batik Jawa Barat yang Sarat Makna Simbolis

Kebanyakan motif batik Banten minim dengan unsur makhluk hidup. Pasalnya pada masa kesultanan Banten, ada rambu-rambu larangan dari pengaruh Islam untuk memakai unsur manusia dan hewan secara jelas dalam bentuk gambar. Masyarakat pun memilih inspirasi batik dari motif benda-benda lainnya.

Adanya gagasan tersebut akhirnya hingga terbawa di masa kini. Tak heran masyarakat lokal Banten kurang menyukai motif hewan meskipun hewan tersebut khas daerah Banten (misalnya, gambar badak bercula satu khas Ujung Kulon, atau fauna lainnya).

Budaya Masyarakat Banten sebagian besar lebih menyukai motif-motif yang berupa bangunan, tata ruang, senjata, atau simbol-simbol yang abstrak seputar artefak dan kondisi lingkungan Kesultanan Banten tempo dulu.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Raras Wenny lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Raras Wenny.

Terima kasih telah membaca sampai di sini