Mengagumi Keindahan 99 Pulau di Aceh Singkil

Mengagumi Keindahan 99 Pulau di Aceh Singkil
info gambar utama

Kabupaten Aceh singkil menyimpan keindahan bahari nan eksotis. Di sana, terdapat destinasi wisata bernama Kepulauan Banyak yang dikelilingi 99 pulau nan cantik. Letaknya berbatasan dengan Samudra Hindia.

Semua pulau di sana sangat bersih. Pasir putih yang lembut menghampar di sepanjang pantai. Air lautnya pun sangat jernih dan berwarna gradasi biru bercampur hijau, sungguh indah dipandang mata.

Kecantikan pulau-pulau di Kepulauan Banyak masih alami sebab pengunjung surga itu tak sebanyak tempat wisata lain. Tak sampai 500 orang yang berkunjung setiap bulan. Barangkali karena lokasinya yang sangat jauh dan tidak mudah dijangkau. Meski begitu, Kepulauan Banyak sangat tersohor di kalangan turis mancanegara.

Untuk sampai ke Kepulauan banyak, orang harus menempuh 20 jam perjalanan. Jalan yang dilalui pun tak mulus, berliku-liku, dan dikelilingi pegunungan sawit.

Ada banyak jalur menuju Kepulauan banyak, baik dari darat ataupun laut. Jika berangkat dari Banda Aceh dan tak punya kendaraan pribadi, naik angkutan umum bisa menjadi pilihan. Tarifnya berkisar Rp200-250 ribu. Jarak yang harus ditempuh sekitar 646 kilometer, kira-kira 12 jam 46 menit.

Setelah tiba di Pelabuhan Singkil, pendatang harus menyeberang lagi dengan menaiki kapal feri selama 2 jam. Harga sewanya dibanderol Rp30.000 per orang.

Kapal feri hanya berangkat pada waktu tertentu. Penyeberangan biasa dilakukan setiap Selasa dan Jumat pukul 10.00 dan 14.00 WIB. Untuk itu, pengunjung sebaiknya pergi sesuai jadwal.

Tapi, masih ada satu alternatif lain. Sekarang Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil menyediakan kapal cepat (KM Tailana) untuk mengangkut para wisatawan ke Kepulauan banyak. Kapal ini berangkat setiap hari.

Tiket dapat dibeli langsung di Pelabuhan Aceh Singkil atau penginapan Lae Kombih kalau berangkat dari Kepulauan banyak. Penumpang dewasa dikenakan tarif Rp100.000, sedangkan anak-anak hanya Rp10.000. Jangan khawatir, satu kapal KM Tailana berkapasitas 60 tempat duduk dengan waktu tempuh hanya 2 jam pulang pergi.

Kisah Kota Singkil: Atlantis dari Aceh yang Ditinggalkan karena Tsunami

Spot Favorit Penyelam dan Peselancar

Kepulauan Banyak menyimpan surga bawah laut. Terdapat beberapa spot terbaik untuk menyelam, misalnya Pulau Tailani. Ekosistem bawah laut sangat terlihat jelas di pulau ini karena air lautnya begitu jernih bagaikan kaca.

Kemudian, ada juga Pulau Bangkuaru. Ini sangat cocok untuk berselancar. Gelombang ombaknya yang tinggi bisa bertahan rata-rata 5-6 menit, apalagi saat musim angin barat pada April-Agustus.

Selain pas untuk berselancar, Pulau Bangkuaru juga menjadi tempat konservasi penyu hijau. Jika beruntung, pengunjung bisa menyaksikan penyu hijau bertelur di pulau ini.

5 Makanan Khas Aceh Bercitarasa India, Arab, & China: Sedapnya!

Pesona batu karang dan jumlah pulau terkini

Kepulauan Banyak juga kaya akan terumbu karang. Ia dapat ditemukan di Pulau Ujung Batu. Pantulan batu karang di permukaan laut yang biru, terlihat sangat jelas. Batu karang di sana beraneka ragam bentuk. Ada yang mirip kapal hingga binatang.

Konon katanya, dulu ada sebuah kapal meledak sangat kuat hingga pecahannya sampai ke Kecamatan Kepulauan Banyak Barat dan membentuk daratan Batu Lanting.

Supaya pengalaman berlibur makin asyik, pengunjung disarankan datang ke Pulau Ujung Batu pada bulan April-Oktober, ketika musim angin timur.

Dahulu sekali, pulau di Kepulauan Banyak berjumlah 99. Namun, jumlahnya berkurang setelah diterpa beberapa bencana alam, seperti gempa dan tsunami pada 1907/1908, 2004, dan 2005. Banyak pulau kecil yang tenggelam dan hilang akibat bencana tersebut.

Tak hanya mengalami pengurangan, selama 4 tahun terakhir, jumlah pulau mengalami penambahan setelah pulau baru muncul ke permukaan. Masyarakat setempat menyebutnya Baby Island. Ia muncul pada 2017di sekitar Gosong Sianje, 35 menit dari Pulau Balai, ibukota Kecamatan Kepulauan banyak. Awalnya hanya berupa hamparan pasir. Kini jumlah pulau di Kepulauan Banyak tersisa 68, dikutip dari Serambiwikinews.

Legenda Nenek Limbong: Hubungan Manusia dan Buaya yang Pernah Hangat di Singkil

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Afdal Hasan lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Afdal Hasan.

AH
SA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini