Ada yang Langka, Mengenal Deretan Jenis Buah Unik Endemik Kalimantan

Ada yang Langka, Mengenal Deretan Jenis Buah Unik Endemik Kalimantan
info gambar utama

Sebagai negara yang kaya akan keanekaragaman flora dan fauna, tak heran jika di setiap wilayah Indonesia kerap dijumpai sejumlah ciri khas berbeda akan berbagai hal, mulai dari makananan dan minuman tradisional sampai jenis tanaman yang hanya bisa ditemui di wilayah tertentu.

Kalimantan menjadi salah satu wilayah yang selama ini juga dikenal memiliki keanekaragamannya tersendiri. Sering dibahas mengenai makanan, minuman, budaya, maupun tari tradisional yang dimiliki, kali ini perbedaan unik yang tak kalah menarik untuk disorot yaitu mengenai jenis buah langka yang tidak bisa ditemui di wilayah lain.

Memiliki ragam jenis buah unik, beberapa mungkin ada yang belum pernah didengar atau diketahui oleh sebagian besar pembaca.

Apa saja jenisnya? Berikut beberapa buah unik dan langka yang hanya bisa ditemui di Kalimantan.

Buah Merah, Tanaman Endemik Papua dengan Berbagai Keunikannya

Kapul

Dilihat dari bentuk, tekstur daging, dan pohonnya, kapul sebenarnya masih satu kerabat dengan buah manggis. Hanya saja kulit dari buah ini berwarna coklat muda. Selain itu Kapul juga masih satu kerabat dengan buah menteng dan rambai, tetapi berukuran lebih besar dan berkulit lebih tebal.

Buah ini kerap disebut dengan banyak nama di tiap wilayah dan suku berbeda seperti Pasin, Pegak (Suku Dayak Tunjung), Puak, Tampoi (Suku Dayak Iban), Setai (Dayak Kenyah), Jentikan (Kutai), Tampoi (Kedayan), dan masih banyak lagi.

Soal rasa, kapui ternyata juga hampir mirip seperti manggis, yakni manis dan disertai dengan rasa asam dan segar.

Lahung

Jadi salah satu buah endemik atau asli Kalimantan, lahung punya bentuk yang mirip dengan durian namun berkulit merah, kesamaan terdapat dari tekstur dan rasa daging buah serta aromanya yang juga memiliki bau tajam.

Jika dibuka, daging buahnya pun sama-sama berwarna kuning. Berbeda dengan durian merah, lahung hanya berwarna merah di bagian kulit saja, sedangkan durian merah daging buahnya juga berwarna merah.

Sayang, seiring berjalannya waktu kini buah unik ini diketahui sudah cukup langka dan sulit ditemukan.

Buah Kecapi, Si Kecil Oranye yang Terancam Punah

Belimbing darah

Dikenal juga dengan nama belimbing merah, buah ini masih sekerabat dengan menteng dan rambai tapi bentuk luarnya serupa dengan belimbing.

Memiliki kulit yang lebih tebal dan berwarna merah menyala, buah endemik Kalimantan ini juga dikenal dengan banyak nama seperti asem ketiak, pidau, umbing, dan umbung.

Memiliki daging buah berwarna putih dengan empat sampai tiga biji di dalamnya, rasa dari buah hutan ini cenderung manis dan ada sedikit rasa asam dengan tekstur persis seperti buah belimbing.

Biasanya, pohon belimbing darah diketahui berbunga pada bulan-bulan Mei, Juni, Agustus, Oktober, dan November, sedangkan buahnya bisa didapati sepanjang tahun.

Bangkinang

Sekitar tahun 1980-an, buah unik yang memiliki daging berwarna kuning ini masih banyak ditemui di belantara hutan Kalimantan, bahkan masih terdapat banyak orang yang menjualnya dalam bentuk ikatan saat panen ke hutan.

Namun seiring dengan semakin rusaknya hutan Kalimantan, bangkinang kini kian terancam punah. Bahkan kabarnya orang yang hidup di wilayah perkotaan Kalimantan sudah tidak tahu dan tidak pernah merasakan kelezatan buah ini.

Jika sudah matang, buah bangkinang akan terasa manis dan asam, namun jika masih belum matang sempurna rasanya akan sangat sepat.

Keramu

Tak banyak yang mengenal, pohon dari buah satu ini kabarnya hanya dijumpai di pedalaman hutan-hutan Kalimantan dan jarang dijumpai di dekat pemukiman. Keramu pada dasarnya adalah tumbuhan berkayu dengan tinggi yang dapat mencapai belasan meter dan diameter lebih dari satu meter.

Buahnya tidak hanya dikonsumsi oleh masyarakat tetapi juga menjadi sumber makanan penting bagi berbagai jenis burung, primata dan mamalia pengerat. Memiliki warna ungu kehitaman yang jika dilihat sekilas nampak seperti anggur, untuk dapat dikonsumsi keramu harus diolah terlebih dahulu dengan cara direbus setengah matang, yaitu saat air mulai mendidih langsung diangkat dan ditiriskan.

Cara lainnya yaitu dengan diseduh dengan air panas, selanjutnya buah keramu di kupas kulitnya dan dipisahkan dari bijinya.

Jika segera membuka kulit buah keramu setelah direndam air panas, daging buahnya akan berwarna kuning terang dan memiliki cita rasa lunak nan gurih serta berlemak seperti mentega.

Kemayau, Buah Unik Bercita Rasa Mentega Khas Kalimantan

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini