Penyedap Rasa Limbah Kulit Udang dari Tim KKNT Jepara Undip, Alternatif Usaha Warga

Penyedap Rasa Limbah Kulit Udang dari Tim KKNT Jepara Undip, Alternatif Usaha Warga
info gambar utama

Desa Teluk Awur Kabupaten Jepara merupakan dikenal sebagai sentra budidaya tambak udang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Jepara, per tahun 2018 jumlah produksi udang mencapai 610.300 kg dan tahun 2020 mencapai 2.000 ton, lebih tinggi dibandingkan jumlah produksi hewan laut lainnya seperti rajungan dan cumi-cumi.

Pengembangan tambak udang utamanya hanya berfokus pada sektor hulu saja. Padahal dengan adanya inisiasi pengembangan ke sektor hilir tentu akan memberikan nilai tambah dan memberikan keterampilan pada masyarakat setempat untuk memulai suatu bisnis.

Dalam memulai bisnis saat ini masyarakat dinilai harus memperhatikan dampak lingkungan yaitu dengan menerapkan bisnis berbasis ecopreneurship guna mengurangi dampak buruk perubahan iklim.

Salah satu pemanfaatan limbah udang yang cukup menarik dan dapat menjadi peluang usaha sekaligus menjadi nilai tambah dari limbah udang adalah pembuatan Flavour atau penyedap rasa.

Chitosan, Kulit Udang Ramah Lingkungan Pengganti Plastik

Tepat guna dan sesuai potensi desa

Pelaksanan sosialisasi | Muhammad Fazer Mileneo
info gambar

Kandungan protein dan aroma yang khas menjadi nilai tambah pada limbah kulit udang. Selain itu, penyedap rasa dan kaldu dari kulit udang tidak terbuat dari bahan kimia dan aman bagi kesehatan.

Bubuk kulit udang (seasoning) merupakan bahan penyedap rasa dan aroma yang dapat digunakan sebagai bahan tambahan bumbu masakan seperti tumis, capcay, sup, dan aneka masakan lainnya.

Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) mengenai pembuatan bubuk flavour kulit udang ini dilakukan dengan memberikan teknologi yang tepat guna, mudah diaplikasikan oleh masyarakat, dan sesuai dengan potensi sumber daya alam yang ada.

Proses pembuatan penyedap rasa alami ini sangatlah mudah diawali dengan mencuci bahan yang akan digunakan, yaitu kulit udang dan bawang putih, selanjutnya kulit udang direbus terlebih dahulu.

Kemudian kulit udang ditiriskan dan dilanjutkan dengan disangrai hingga kering dan ditambahkan bawang putih yang sudah diiris tipis-tipis.

Langkah terakhir yaitu menghaluskan kulit udang yang telah disangrai mengunakan blender dengan menambahkan sedikit garam. Setelah halus dan menjadi bubuk, penyedap rasa sudah siap untuk digunakan.

Mengenal Milenial Shrimp Farming, Program Budidaya Udang Beromzet Menggiurkan

Disambut antusias oleh warga

Pemberian produk penyedap rasa | Muhammad Fazer Mileneo
info gambar

Pada Jumat, 18 November 2022 Tim 6 KKN Tematik Undip telah melaksanakan “Pelatihan Pembuatan Penyedap Rasa Alami berbahan Limbah Kulit Udang Sebagai Peluang Usaha Berbasis Ecopreneurship” bersama dengan dihadiri anggota PKK RT 2 di Desa Teluk Awur, Kabupaten Jepara sebagai perwakilan dari warga Teluk Awur.

Ada berbagai jenis penyuluhan kewirausahaan terkait dengan pemanfaatan udang, salah satu yang menarik adalah pemanfaatan limbah udang untuk penyedap rasa ini.

Kegiatan ini diisi dengan pemaparan cara pembuatan, penjelasan mengenai kewirausahaan berbasis ecopreneurship, dan testimoni mengenai produk penyedap rasa alami.

Melalui pelatihan yang diadakan, para peserta begitu antusias karena mengetahui bahwa limbah kulit udang dapat dimanfaatkan menjadi penyedap rasa alami.

Banyaknya keikutsertaan peserta dan keaktifan peserta untuk bertanya kepada narasumber terkait inovasi pembuatan penyedap rasa alami membuktikan bahwa terdapat potensi untuk mengembangkan usaha berbasis ecopeneurship di desa Teluk Awur ini.

Sri Nuryati, salah satu anggota PKK RT 2 Desa Teluk Awur, Kabupaten Jepara mengatakan bila sosialisasi seperti pengolahan produk udang sebagai penyedap rasa benar-benar memberi manfaat untuk warga sebagai peluang usaha.

“Dari apa yang disampaikan ini, saya bisa lebih memahami pemanfaatan kulit udang dan tertarik untuk menjadikannya usaha” ujarnya.

Dari inovasi ini, ada harapan untuk masyarakat di sekitar Desa Teluk Awur agar tergerak memanfaatkan limbah kulit udang yang keberadaannya melimpah secara lebih inovatif sekaligus bisa menjadi peluang usaha untuk mendapatkan penghasilan tambahan masyarakat.

Tenun Troso, Tenun Ikat Tradisional Kebanggaan Jepara

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MM
SA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini