Kisah Dukun Serampas: Orang Sakti yang Dipercaya Pernah Sembuhkan Bung Karno

Kisah Dukun Serampas: Orang Sakti yang Dipercaya Pernah Sembuhkan Bung Karno
info gambar utama

Marga Serampas adalah masyarakat yang mendiami Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Wilayah mereka terletak dalam enklaf kecil yang masuk menjorok ke kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Masyarakat keturunan marga Serampas memuliakan dukun dan orang sakit. Karena itu sejarah penggunaan istilah Serampas berasal dari se dan ampu yang berarti orang sakti yang pandai mengobati orang sakit dan memiliki kemampuan gaib.

Marga Serampas memang dikenal sebagai negeri para pendekar dan dukun mashyur. Kehebatan marga Serampas dalam mengobati penyakit tidak main-main. Konon Presiden Soekarno pernah menjadi salah satu pasien dari orang-orang sakti ini.

Mengenal Marga Serampas: Tradisi dan Pengetahuan Lokal para Pelestari Alam

Pada 1960, Presiden Soekarno dikabarkan sakit dan mengundang tabib dari berbagai wilayah. Disinilah kesaktian dukun bernama Badu Lambun terlihat. Tanpa melihat dan menyentuh Soekarno, dia bisa mengetahui bagian tubuh mana yang sakit.

Sejak itu dirinya ditunjuk untuk mengobati dan menemani Bung Karno selama berbulan-bulan. Hebatnya sakit Bung Karno hilang setelah diobati sang tabib. Tersiar kabar sang tabib boleh minta apa saja yang dia mau.

“Sang dukun kemudian meminta pembangunan jalan di kampungnya. Versi lain menyebut sang dukun minta hadiah radio, Sayang sekali, tak ada catatan untuk memverifikasi kebenaran kisah tersebut,” tulis Mardiyah Chamim dalam Menjaga Rimba Terakhir: Kisah Masyarakat Lokal, Indigenous People, Berjibaku Menjaga Hutan.

Para dukun Serampas

Sejak zaman nenek moyang, masyarakat adat Serampas hidup dengan semangat gotong royong. Praktek kerjasama yang mencolok dapat dilihat dalam mengolah lahan di mana setiap keluarga berperan penting.

Tidak ada sekat kerja domestik dan kerja publik yang kaku antara suami dan istri. Jika istri melahirkan, suami akan mencari rempah dan ramuan untuk penyembuhan. Para peramu obat memang begitu penting bagi masyarakat Serampas.

Karena itu masyarakat ini memuliakan posisi dukun dalam musyawarah desa. sebagai perwakilan orang yang memiliki keterampilan dan pengalaman dalam penyelesaian masalah dengan alam dan manusia.

Masalah Sampah di TN Kerinci Seblat dan Dampaknya pada Sektor Wisata

“Ibu-ibu di sini yang berumur sekitar 36 tahun ke atas pasti pandai meramu obat, tapi tidak semua orang pandai mengobati orang sakit, apalagi melihat makhluk halus, yang memiliki kemampuan tersebut hanya dukun kampung,” terang Rahma dalam Perempuan Marga Serampas tulisan Zubaidah dinukil dari Geotimes.

Masyarakat Serampas memang memiliki sistem pelayanan kesehatan tradisional yang terpisah dari pelayanan kesehatan yang disediakan oleh pemerintah. Adat membentuk dukun berempat jantan dan berempat betino.

“Adat membentuk satu tim kesehatan yang terdiri atas para dukun dan bertugas untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh penduduk,” tulis Bambang Hariyadi dalam Orang Serampas.

Menurut Bambang, tidak jelas asal usulnya mengapa tim tersebut dinamai dukun berempat jantan dan berempat betino. Namun hal yang jelas tim nantinya akan dikukuhkan bersamaan dengan perayaan kenduri sko.

Pelayanan para dukun

Disebutkan oleh Bambang, dukun-dukun tersebut umumnya mendapatkan keterampilan dan pengetahuan dari keluarga dekat atau orang tua setempat melalui kegiatan magang. Pada awalnya mereka hanya membantu saja, misal dalam menyiapkan ramuan.

Karena proses ini berlangsung secara terus menerus dalam rentang waktu yang cukup lama. Pada akhirnya seorang pembantu dukun pun naik kedudukannya menjadi dukun, terutama bila dukun yang dibantunya sudah meninggal.

Daftar Gunung di Indonesia yang Sudah Resmi Dibuka Setelah Lebaran

Selain itu, masyarakat Serampas juga memiliki dukun bulian tangan, satu tim kesehatan yang khusus memberikan pelayanan bagi ibu-ibu yang sedang hamil termasuk bayinya. Nantinya karena pelayanan ini dukun itu akan diberikan hadiah.

“Dukun tersebut biasanya diberi hadiah oleh keluarga si bayi berupa beras ketan dan beras biasa. Masing-masing satu gantang, satu ekor ayam yang sudah dimasak, satu paket pinang sirih, dan sejumlah uang.,” paparnya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini