Rifaiyah, Ormas Islam Bentukan KH Ahmad Rifa’i

Rifaiyah, Ormas Islam Bentukan KH Ahmad Rifa’i
info gambar utama

Sebagai agama dengan penganut Islam yang terbesar, Indonesia memiliki berbagai organisasi kemasyarakatan atau ormas yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan berbagai perbedaan atau kekhasan sendiri dari nilai-nilai yang ditanamkan pada anggotanya.

Meskipun begitu tentunya mereka juga tetap berlandaskan pada nilai-nilai keislaman tanpa mengubah ajaran intinya. Sebagian besar orang tentunya sudah tak asing lagi dengan organisasi yang bernama Muhammadiyah atau Nahdlatul Ulama.

Selain kedua tersebut, ada sebuah organisasi kemasyarakatan islam yang memiliki pengikut terbesar di wilayah Batang dan Pekalongan, yaitu Rifaiyah.

Pendirian ‘Aisyiyah dan Upaya Nyai Ahmad Dahlan dalam Kesetaraan Gender

Didirikan KH Ahmad Rifa'i

Organisasi ini didirikan oleh seorang ulama besar yang memiliki reputasi yang baik di masyarakat, yaitu KH Ahmad Rifa'i. Ia juga dikenal sebagai salah satu tokoh yang dinobatkan menjadi pahlawan nasional kelahiran Kendal.

Sejak kecil, memang KH Ahmad Rifa’i memang berada pada lingkungan keluarga yang memegang teguh nilai-nilai keislaman. Sejak lahir, dia sudah menjadi yatim, namun ia dibesarkan oleh keluarga KH Asy'ari, kyai yang menjadi pemimpin pesantren di wilayah Kaliwungu, Kendal.

Secara historis, sebenarnya ajaran yang satu ini sangat kental dengan nilai-nilai perjuangan pada masa penjajahan Belanda, sehingga tidak hanya sekedar sebuah organisasi dakwah saja.

Ketika itu, Ahmad Rifaiyah memiliki keinginan untuk melakukan perbaikan pada pemahaman umat Islam di Jawa yang sangat kental dengan unsur-unsur mistik.

Sepulang dari Mekkah pada 1840-an, melalui kitab karangannya yang berjudul Tarjumah yang merupakan transliterasi dari kitab Arab mengenai ilmu dasar Islam, hukum Islam, dan tasawuf.

Ia juga berinisiatif untuk mendirikan pondok pesantren di wilayah Kalisalak, Batang yang memiliki anak murid yang berasal dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dengan total 41 murid. Mereka jugalah yang turut menyebarkan ajaran-ajaran dari sang kyai.

Pasca meninggalnya KH Ahmad Rifaiyah, muridnya pun meneruskan ajarannya. Lalu, pada 1965, muridnya yang bernama Carbin pun memprakarsai sebuah wadah atau kelompok yang bertujuan untuk mengorganisir kegiatan para jama'ah Rifaiyah dengan nama Yayasan Pendidikan Islam Rifaiyah (YPIR)

Cara Dakwah Kiai Rifaiyah Lewat Batik

Menjadi organisasi resmi berbadan hukum

Organisasi yang satu ini pun perlahan semakin berkembang dan menjadi sebuah aliran yang dianut santri-santrinya yang ada di Batang dan Pekalongan. Bahkan, Rifaiyah juga mulai berkembang ke daerah-daerah lain di wilayah Jawa Tengah.

Sebelum di Batang, Rifaiyah dulu berpusat di daerah Pemalang dengan berbagai cabang yang ada di berbagai kabupaten atau kota.

Secara resmi, organisasi yang satu ini baru benar-benar dianggap resmi sebavai sebuah organisasi kemasyarakatan Islam sejak 25 Desember 1991. Yang mana, sebelumnya organisasi ini masih berbentuk sebagai sebuah yayasan saja.

Sebagaimana dikutip dari situs rifaiyahbatang.org, tepatnya, peresmian ini bermula setelah pelaksanaan seminar nasional yang dilakukan oleh jamaah Rifaiyah yang juga turut dihadiri oleh para budayawan dan praktisi.

Batik Rifaiyah khas Batang, Dibuat Sambil Melantunkan Syair-syair Islam

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MM
SA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini