Abdul Hamid Pergi, tapi Sosok Pak Ogah Tetap di Hati

Abdul Hamid Pergi, tapi Sosok Pak Ogah Tetap di Hati
info gambar utama

Abdul Hamid telah berpulang ke pangkuan Tuhan. Namun, sosok Pak Ogah tetap lekat di hati mereka yang pernah mengenalnya.

Ada kabar duka pada pengujung tahun 2022 lalu. Abdul Hamid meninggal dunia Rabu (28/12).

Jika Kawan GNFI merasa asing dengan nama Abdul Hamid, cobalah menyimak nama Pak Ogah. Boleh jadi ada salah satu tokoh ikonik dari serial anak-anak Si Unyil yang langsung terlintas di kepala.

Ya, Abdul Hamid adalah sosok di balik karakter Pak Ogah. Ia adalah pengisi suara Pak Ogah yang sangat khas yang sangat akrab di telinga. Siapapun yang pernah menyaksikan Si Unyil niscaya akan langsung kenal dengan suaranya.

Abdul Hamid meninggal dunia di usia 74 tahun setelah harus berkutat dengan penyakit yang dideritanya selama bertahun-tahun. Kompas.com melaporkan bahwa Yuyun Widayanti selaku sang istri menjelaskan bahwa Abdul Hamid mengalami penyumbatan darah pada otak di samping maag, darah tinggi, dan batu ginjal.

Abdul Hamid sempat dirawat di Rumah Sakit Kartika Husada Bekasi selama 18 hari. Namun selama masa perawatan itu, ia sulit makan dan kontrol.

Belajar Sejarah Jawa dan Pembacaan Weton di Museum Radya Pustaka

Pak Ogah yang Ikonik

Serial Si Unyil yang diramaikan oleh Pak Ogah mulai tayang di TVRI pada 5 April 1981. Tak butuh waktu lama bagi karakter-karakternya untuk dikenal luas oleh anak-anak Indonesia. Maklum saja, saat itu TVRI adalah satu-satunya stasiun televisi yang mengudara dan belum ada stasiun televisi swasta yang menjamur seperti sekarang.

Dalam Si Unyil, tokoh utamanya tentu saja adalah Unyil dan dua sahabatnya, Ucrit dan Usro. Kendati demikian, tokoh lainnya termasuk Pak Ogah juga tidak kalah beken.

Karakter Pak Ogah sangat mudah dikenali dan diingat secara visual. Kepalanya yang gundul menjadi ciri khasnya, belum lagi ucapan "Ogah, ah" dan "Cepek dulu" yang biasa dilontarkannya saat berinteraksi dengan tokoh lainnya.

Fakta menariknya adalah wujud karakter Pak Ogah sangat mirip dengan Abdul Hamid. Ini sebagaimana karakter Pak Raden yang juga dibuat mirip dengan pencipta Si Unyil, Raden Suyadi.

Dikisahkan, Pak Ogah adalah seorang tunakarya yang kegiatan sehari-harinya adalah nongkrong di pos ronda Desa Sukamaju. Dalam sebuah tulisannya yang dipublikasikan di laman UNICEF dan dimuat ulang oleh GNFI, Suyadi menyebut bahwa Pak Ogah diciptakannya sebagai tokoh antagonis berupa sosok yang pemalas.

Sifat antagonis Pak Ogah itulah yang mewarnai cerita Si Unyil yang selalu lekat dengan berbagai pesan penting mulai dari toleransi antar umat beragama, tanggung jawab, gotong royong dan sebagainya.

Museum Kayu Tuah Himba, Alternatif Wisata Edukasi di Kutai Kartanegara

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan A Reza lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel A Reza.

Terima kasih telah membaca sampai di sini