Menyeruput 'Kopi' yang Terbuat dari Mangrove

Menyeruput 'Kopi' yang Terbuat dari Mangrove
info gambar utama

Kopi adalah minuman favorit banyak orang. Entah itu anak muda atau orang tua, banyak yang menjadikan minuman yang satu ini sebagai kesukaannya dengan berbagai jenis olahannya.

Sebagaimana kita tahu, sesuai dengan namanya, minuman kopi ini terbuat dari olahan biji kopi. Namun, apa jadinya bila ada minuman ‘kopi’ yang bahannya bukan berasal dari tanaman kopi?

Ya, minuman ini ada. Bahannya sendiri berasal dari tanaman mangrove, hanya saja dibuat sedemikian rupa sehingga bisa menjadi minuman yang baik dari segi rupa maupun rasanya seperti kopi.

Kini, berbagai inovasi untuk membuat minuman kopi yang tak terbuat dari kopi mulai banyak dicoba oleh banyak orang. Mulai dari kopi yang dibuat dari biji salak, biji pepaya, biji alpukat, hingga jagung.

Oleh para petani atau pelaku usaha yang kreatif, tentunya bahan-bahan yang tak disangka-sangka banyak orang bisa diolah menjadi sebuah minuman pun bisa tercipta. Seperti minuman ‘kopi’ dari tanaman bakau ini.

Kopi Pesisir Kebumen yang Tumbuh di Dekat Pantai Selatan

Dari buah mangrove yang diolah

Kopi mangrove | kesemat.or.id
info gambar

Bagian mangrove yang digunakan untuk minuman kopi ini berasal dari buahnya. Untuk tanamannya sendiri adalah mangrove yang tergolong sebagai jenis Rhizopora stylosa.

Pengolahan tanaman mangrove sebagai biji kopi ini bisa ditemui di wilayah pesisir, yang mana tanaman bakau kerap tumbuh di sana. Sebagai contoh, kopi mangrove ini bisa ditemui di Pamekasan, Tulungagung, Semarang, hingga Timika. Prosesnya sendiri umumnya dilakukan oleh para kelompok tani yang ada di daerah tersebut. Mulanya, buah ini dikumpulkan terlebih dahulu dari tanaman mangrove yang sudah berbuah. Kemudian, buah tersebut pun dijemur supaya kering. Sebagai alternatif, ada pula yang melakukannya dengan menggunakan oven.

Bila buah tersebut sudah ‘renyah’ ketika dipegang, maka dilanjutkan dengan proses penyangraian. Bila sudah sampai di tahap ini, maka prosesnya pun serupa dengan pengolahan biji kopi. Kalau biji kopi telah terlihat berwarna hitam ketika disangrai, maka kopi pun digiling sampai berbentuk bubuk.

Supaya kopi ini semakin memiliki aroma dan cita rasa yang khas, biasanya bubuk tersebut diberikan berbagai campuran dari rempah-rempah.

Beberapa bahan yang kerap digunakan adalah jahe, cabai jamu, gula merah, bubuk coklat, hingga gula merah. Ketika dihirup, kopi ini memiliki cita rasa yang pahit layaknya kopi, hanya saja sensasi pahit tersebut juga diiringi dengan pahit khas rempah layaknya meminum jamu.

Kopi Liberika Riau yang Tumbuh di Tanah Gambut

Manfaat kopi mangrove

Kopi mangrove | BBKSDA Jatim

Dalam berbagai produk yang sudah umum dijual di pasaran, biasanya kopi mangrove ini juga kerap ditambahkan embel-embel sebagai minuman untuk menambah vitalitas.

Selain itu, kopi ini juga bisa dijadikan alternatif bagi orang-orang yang memang senang untuk menikmati kopi, hanya saja memiliki masalah lambung. Sebab, tak ada kadar kafein yang ada pada kopi mangrove ini. Kecuali bila produknya tersebut dicampur dengan sedikit kandungan kopi robusta.

Selain itu, kopi mangrove ini juga memiliki kandungan yang sangat baik bagi tubuh. Mulai dari kaya akan antioksidan, serat pangan, bisa mengobati diare, sebagai pereda rasa pegal linu, dan penghangat badan.

Kopi Es Tak Kie, Kedai Kopi Legendaris di Jakarta yang Usianya Hampir 100 Tahun

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini