Oliebollen, Donat Khas Belanda Mirip Odading yang Viral

Oliebollen, Donat Khas Belanda Mirip Odading yang Viral
info gambar utama

Untuk Kawan GNFI yang selalu update dengan berita terkini, pastinya sudah tahu kalau ada makanan asal Negeri Kincir Angin yang lagi jadi perbincangan hangat di media sosial Tanah Air. Itu adalah oliebollen. Kenapa bisa sampai viral, sih?

Yang membuat kudapan ini viral adalah karena kemiripannya dengan jajanan Indonesia, odading. Memangnya, seberapa mirip oliebollen dengan odading? Untuk menemukan jawabannya, langsung scroll ke bawah, yuk!

Viral di Twitter

Diberitakan laman Kompas, oliebollen viral di Indonesia setelah cuitan salah seorang warganet di Twitter dengan nama akun @jastairvine. Lewat cuitan tersebut, ia menceritakan bahwa salah seorang temannya diajak oleh sang pacar untuk membeli oliebollen sewaktu liburan ke Amsterdam.

Dalam cuaca yang dingin karena salju, mereka harus mengantre selama 2 jam untuk mendapatkan jajanan tersebut. Saat tiba giliran mereka, temannya itu malah terkejut ketika melihat oliebollen yang begitu mirip dengan odading Indonesia. Dirinya pun merasa kesal dan menyebut jajanan Belanda itu dengan odading.

Merespons twit tersebut, tak sedikit warganet lain yang juga berkata sedemikian saat pertama kali mencoba kudapan khas Belanda itu. Sejak diunggah pada 1 Januari 2023, cuitan milik @jastairvine itu telah tayang lebih dari 5,5 juta kali dengan likes melebihi 79.400—terhitung Selasa (3/1/2023).

Baca Juga:Kue Pie Susu - Camilan Khas Bali Hasil Akulturasi Pie Hongkong dan Portugis

Donat Goreng Asal Belanda yang Mirip Odading

oliebollen
info gambar

Seperti yang sudah Kawan baca di bagian sebelumnya, oliebollen—bermakna harfiah 'bola-bola minyak'—merupakan salah satu panganan khas Belanda. Bentuknya bundar, terbuat dari campuran tepung, telur, dan susu, serta diolah dengan cara digoreng. Tak heran jika masyarakat Indonesia menyamakannya dengan odading.

Meskipun mirip, donat Belanda—julukan lainnya—umumnya memiliki isian, seperti kismis, cokelat, maupun potongan apel. Selain itu, bagian luarnya juga sering ditaburi gula bubuk. Ini tentu berbeda dengan odading yang cenderung polos, tanpa isian maupun taburan apa pun.

Perbedaan lain, odading merupakan jajanan Indonesia biasa dari pedagang kaki lima. Sementara itu, oliebollen tergolong kudapan spesial yang dijajakan secara khusus di oliebollenkraam (gerobak penjual oliebollen) pada musim tertentu.

Baca Juga:10 Kue Manis Tradisional Khas Indonesia yang Perlu Kamu Cicipi

Asal-usul Oliebollen Menjadi Kudapan Khas Belanda

oliebollen
info gambar

Terdapat berbagai macam versi yang beredar mengenai sejarah oliebollen. Merujuk laman Dutch Review, pendapat pertama menjelaskan bahwa donat goreng ini mulanya dibawa oleh orang-orang Yahudi asal Portugal yang melarikan diri selama Inkuisisi Spanyol.

Pendapat kedua meyakini, oliebollen bukan berasal dari wilayah lain, melainkan sudah menjadi makanan khas Belanda sejak dulu. Para pendukung pendapat ini merujuk pada lukisan karya Aelbert Cuyp dari sekitar tahun 1652. Pada lukisan tersebut, terlihat sebuah panci yang berisikan makanan mirip oliebollen.

Sementara itu, menurut pendapat ketiga, kebiasaan makan donat Belanda bermula dari orang-orang Frisia dan Batavia. Setiap pergantian tahun, mereka kerap mengonsumsi kudapan tersebut untuk menangkal serangan Dewi Perchta.

Menurut legenda, dewi kejam ini sering keluar di saat musim dingin. Dirinya akan terbang dan mengincar manusia dengan perut tak berlemak untuk nantinya ia belah dengan sebilah pedang. Mereka yang memiliki perut berlemak karena makan donat Belanda akan aman dari kejaran Perchta.

Sering Disantap saat Perayaan Natal dan Tahun Baru

oliebollenkraam, gerobak penjual oliebollen | Foto: Flickr (Rool Paap)
info gambar

Oliebollen merupakan makanan yang wajib ada selama perayaan Natal dan Tahun Baru di Belanda. Kebiasaan menyantapnya seolah sudah menjadi tradisi turun-temurun. Dengan kata lain, kalau belum makan donat Belanda, rasanya belum lengkap.

Gerobak-gerobak penjaja oliebollen akan bermunculan pada dua atau tiga hari sebelum pergantian tahun. Mereka dapat ditemui di pusat-pusat pertokoan yang ada di setiap kota Belanda.

Kabar Belanda melaporkan, kue ini sebenarnya dapat dibeli di swalayan. Akan tetapi, kebanyakan masyarakat Belanda lebih suka membelinya dari gerobak-gerobak tersebut.

Dengan harga 1,05 euro (sekitar Rp19 ribu) per 500 gramnya, mereka rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan donat goreng tersebut. Perlu Kawan ketahui pula, orang Belanda sering menyantap kudapan ini bersama sampanye.

Selain di Negeri Kincir Angin, oliebollen juga dikenal di beberapa kawasan lain dengan julukan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, di Flanders, kudapan ini disebut sebagai smoutebollen; di Walonia, dikenal dengan sebutan croustillons; di Jerman dan Belgia Timur, dinamakan sebagai schmalzkugeln.

Baca Juga:Sejarah Lumpia Semarang, dari Kisah Cinta Menajdi Kuliner Khas Kota

Kalau dilihat-lihat, oliebollen memang cukup mirip dengan odading dari Indonesia. Semisal Kawan melancong ke Belanda, apakah kamu tertarik untuk mencicipi cita rasa donat goreng khas Negeri Kincir Angin ini?

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

FS
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini