Menyaksikan Geudeu-Geudeu, Pertempuran Para Jagoan Sampai Tumbang di Aceh

Menyaksikan Geudeu-Geudeu, Pertempuran Para Jagoan Sampai Tumbang di Aceh
info gambar utama

Geudeu-Geudeu merupakan permainan tradisional rakyat Aceh yang berakar di Kabupaten Pidie. Mereka yang bermain tidak sembarangan, tetapi adalah para jagoan saja yang dianggap siap bertarung.

Penonton sebenarnya terpisah jelas dengan pemain. Mereka biasanya mengambil tempat dekat kelompok jagoannya. Tetapi bagi mereka yang terserang emosi boleh masuk ke gelanggang menggantikan jagoannya yang tak mampu.

Syamsul Kahar dalam Geudeu-Geudeu dari Pidie: Celaka Kalau Pawangnya Suku Porno terbitan Kompas menyebut klimaks dari permainan ini tergantung sejauh apa permainan itu dibina sejak awal.

Menjelajah Kawasan Leuser, Sepotong Surga yang Diciptakan Tuhan di Aceh

“Dan permainan awal di sini, biasanya dilakukan oleh penonton sembari melampiaskan rasa amarah, dendam kesumat, boleh jadi rasa congkak dan semacamnya terhadap kelompok lawan,” tulisnya.

Dikatakannya di Aceh, wilayah permukiman dalam kaitan ini bisa terdiri Mukim, Meusanah, Tumpok, atau Sagoe. Karena itu, bila permainan Geudeu-Geudeu akan berlangsung berarti ada dua buah perkampungan yang saling bertarung.

Awal mula Geudeu-Geudeu

Ditulis oleh Syamsul, asal usul permainan ini tidak begitu jelas. Seperti yang disinggung oleh Paul Van’t Veer, penulis Belanda dalam sebuah literatur terbitan De Arbeiderpres sudah dikenal dalam tumbuh subur pada abad ke 17 di Pedir (Kecamatan Pidie saat ini).

“Wujud pertamanya berupa latihan perang-perangan, tanpa senjata. Lantas berubah menjadi forum resmi untuk adu kekuatan,” ucap Syamsul.

Tetapi ada pendapat yang lebih ekstrim bahwa permainan ini sebenarnya adalah sebuah perang zaman dahulu. Disebutkannya Geudeu-Geudeu adalah isyarat bahwa kapal peperangan sudah digali.

Jejak Bunga Abadi yang Keindahannya Menyelimuti Gunung Burni Telong

Bahkan pada zamannya, Geudeu-Geudeu tak pernah disebut-sebut sebagai permainan. Mereka yang masuk gelanggang harus seorang jagoan terpilih. Paling tidak, jelasnya, adalah mereka yang berani mati.

“Mati adalah konsekuensi terburuk dari permainan ini. Kalau pihak yang kalah lagi bernasib mujur. Maka dia masih bisa merangkak keluar gelanggang,” ucapnya.

Tetapi yang menang tentunya bangganya bukan main, dia akan melenggang-lenggok sambil menepuk dada di tengah lapangan. Sarung pelilit pinggang akan dilambai-lambaikan ke udara pertanda sang jagoan menantang lawan yang baru.

Kekalahan dalam permainan ini bukan hanya disebabkan karena lemah fisik, tetapi juga berasal dari masalah tenaga dalam. Karena itulah seorang jagoan akan membawa pawang ke dalam arena bertarung.

Sang pawang, semenjak awal permainan dimulai sudah pasang kuda-kuda. Duduk bersila, di depan pedupaan, lengkap dengan sirih, mulai komat-kamit. Segala mantra dan segala doa siap dibaca.

Dikatakan oleh Syamsul, bila lawan telah mengirim tenaga dalam. Maka sang pawang akan membalas hingga membuat sang jagoan menggelepar-gelepar. Ada juga pawang yang membuat perut jagoan melilit atau mendadak membuat jagoan terserang birahi.

Jadi cabang olahraga

Tanpa campur tangan pawang, seperti halnya dengan penampilan masa kini, permainan Geudeu-Geudeu ini sebetulnya tergolong juga sebagai olahraga bela diri yang menarik. Karena ada unsur berkelahi di dalamnya.

Karena itu menggarap Geudeu-Geudeu menjadi sebuah cabang olahraga bela diri yang baru memang bukan mustahil. Seperti yang dikemukakan Bupati Pidie Drs Nurdin Abdurachman, Kaedah.

“Tueng dan Pok terdapat dalam permainan Geudeu-Geudeu, akan segera bisa membedakan Geudeu-Geudeu dengan olahraga bela diri yang lain. Garis besarnya memang akan cenderung berbentuk gulat,” katanya pada 28 November 1981 silam.

Puncak Gurute, Wisata Alam nan Cocok di Akhir Pekan

Karena itu dirinya yang konon punya minat besar untuk mengembangkan permainan khas ini mengundang beberapa pihak seperti Persatuan Gulat Indonesia dan Kanwil Departemen P dan K Aceh untuk mempelajari lebih jauh mengenai Geudeu-Geudeu.

Gagasan Bupati untuk melestarikan Geudeu-Geudeu nampaknya akan dimulai. Antara lain lomba Geudeu-Geudeu se-Kabupaten Pidie yang hingga tahun-tahun ini masih digelar. Hal ini menjadi upaya untuk melestarikan tradisi tersebut.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini