Merawat Candi Muaro Jambi, Menjaga Jejak Perguruan Tinggi Pertama di Indonesia

Merawat Candi Muaro Jambi, Menjaga Jejak Perguruan Tinggi Pertama di Indonesia
info gambar utama

Candi Muaro Jambi mendapatkan perawatan. Dengan demikian, itu menjadi langkah untuk menjaga jejak perguruan tinggi pertama di Indonesia.

Ya, Candi Muaro Jambi memang bisa dibilang adalah perguruan tinggi pertama di Indonesia. Candi ini merupakan pusat pendidikan umat Buddha pada masa lampau. Di sana, orang dari berbagai daerah pernah ramai datang untuk mempelajari agama Buddha.

Sebagaimana pernah dicatat GNFI sebelumnya, Candi Muaro Jambi diketahui mulai digunakan sejak abad ke 9-10 Masehi. Kegiatan pembelajaran di sana lalu semakin ramai setelah ajaran Buddha Dharma di India hancur akibat invasi negara lain. Kala itu, mahasiswa pusat pendidikan Buddha tertua di India Nalanda banyak yang berpindah Candi Muaro Jambi.

Layaknya universitas masa kini yang menyediakan mata kuliah untuk diikuti mahasiswanya, pendidikan agama Buddha di Candi Muaro Jambi pun demikian. Ada berbagai materi yang diajarkan mulai dari tata bahasa atau seni, pengobatan, logika, hingga olah hati dan jiwa.

Candi Muaro Jambi kemudian ditinggalkan penduduknya yang menurut pakar kemungkinan besar disebabkan oleh serangan Kerajaan Cola ke Sumatra. Akhinya, Candi Muaro Jambi seperti terlupakan hingga terkubur dan keberadannya baru dideteksi lagi pada tahun 1800-an.

Kini, bangunan Candi Muaro Jambi masih berdiri dan menjado cagar budaya sekaligus objek wisata. Perawatan pun dilakukan demi menjaganya agar tetap terawat.

Dilema Kunjungan Candi Borobudur, Antara Konservasi dan Kebutuhan Edukasi

Perawatan di Pengujung 2022

Terbaru, Candi Muaro Jambi mendapat perawatan pada pengujung tahun 2022 lalu. Ada penataan kawasan yang dilakukan, dan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menerapkan penutupan sebagian area candi, sementara sebagian lainnya pengunjungnya dibatasi.

Area yang ditutup sementara ini adalah Candi Kedaton, Candi Tinggi, dan Candi Gumpung. Adapun area yang pengunjungnya dibatasi yakni Candi Astano dan situs Candi Kembar Batu.

Penutupan dan pembatasan tersebut berlaku sejak akhir Desember 2022 hingga 3 Januari 2023. Ini bertepatan dengan periode libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 di mana jumlah pengunjung justru diprediksi melonjak.

Kendati demikian, penutupan dan pembatasan pengunjung tak terhindarkan. Bukan tanpa alasan, ini guna memastikan penataan berjalan lancar.

"Dikhawatirkan jika dibebaskan apa yang sudah ditata akan terganggu atau rusak," ujar Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Muaro Jambi, Safrinal seperti dilansir Antara.

Apakah Kawan GNFI tertarik untuk berkunjung ke Candi Muaro Jambi? Dengan penataan yang sudah dilakukan, tentu berwisata ke sana diharapkan akan jadi semakin nyaman.

Menaikkan Tarif Demi Merawat Candi Borobudur, Perlukah?



Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan A Reza lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel A Reza.

Terima kasih telah membaca sampai di sini