Kelahiran Korps Wanita Angkatan Laut dan Kontribusi Perempuan untuk Pertahanan Laut

Kelahiran Korps Wanita Angkatan Laut dan Kontribusi Perempuan untuk Pertahanan Laut
info gambar utama

Hari ini, 5 Januari 2023 diperingati sebagai hari ulang tahun Korps Wanita Angkatan Laut (KOWAL) yang ke-60. Hal ini tentunya jadi sebuah peringatan yang penting untuk TNI AU, khususnya bagi para perempuan yang tergabung dalam jajaran mliter tersebut.

Mengenai dunia kemiliteran, tentu saat ini perannya tidak hanya diandalkan oleh kaum laki-laki saja. Kaum perempuan juga memiliki kontribusi yang besar baik dalam hal pertahanan laut negara ini.

Lalu, bagaimana awal mula kelahiran dari korps TNI AL yang berisi para wanita ini?

Sejarah Pendirian KORPRI dan Jalan Panjang untuk Netralitas Pegawai Negeri

Awal mula kelahiran KOWAL

KOWAL | koarmada2.tnial.mil.id
info gambar

Indonesia adalah negara yang memiliki wilayah laut yang luas. Sebagai negara maritim yang didominasi oleh lautan dan memiliki banyak gugusan kepulauan, tentunya ada salah satu hal yang juga perlu dipertimangkan, yaitu dari segi pertahanan.

Hal inilah yang menjadi salah satu faktor yang membuat pengembangan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) sebagai cikal bakal TNI AL menjadi sebuah hal yang diutamakan pada era 1960-an.

Soal pertahanan laut, tentunya dalam konteks pertahanan ada berbagai bidang atau ranah yang menjadi tugas dari berbagai jajaran. Menimbang soal hal ini, ada pula pertimbangan yang pada saat itu membutuhkan sebuah peran dari perempuan.

Dari hal tersebut, tercetuslah ide dari Komodor Yos Sudarso untuk membuat sebuah korps yang berisikan para wanita dalam jajaran di angkatan laut. Setelahnya, ide ini pun disampaikan ke Laksamana RE Martadinata sebagai Panglima Angkatan Laut pada saat itu.

Syahdan, ide ini pun akhirnya disetujui oleh RE Martadinata. Sebab, adanya korps yang berisi perempuan ini juga menjadi sebuah kesempatan bagi para perempuan yang memang memiliki keinginan untuk mengabdi pada bangsa. Ini juga menjadi sebuah kehormatan bagi para perempuan yang tertarik untuk bergabung.

Pertimbangan ini pula semakin dikuatkan dengan sudah adanya kesempatan bagi perempuan dalam lembaga lain seperti POLRI dengan satuan Polisi Wanita (Polwan) serta TNI AD dengan Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD).

Ide ini juga disampaikan kepada tokoh-tokoh wanita Indonesia dan disambut dengan baik sebagai upaya kesetaraan dan pemberdayaan perempuan.

Kucurkan Rp67 Triliun, ini 5 Strategi Indonesia Perkuat Pertahanan dan Alutsista

Peresmian KOWAL dan Perkembangannya

KOWAL | tni.mil.id
info gambar

Pada 26 Juni 1962, dikeluarkanlah Surat Keputusan Menteri/Panglima Angkatan Laut Nomor 5401.24 mengenai pembentukan KOWAL Hal ini menjadi penanda resmi dalam hak dan maupun kehormatan perempuan dalam ranah militer.

Lalu, pada 5 Januari 1963 RE Martadinata pun melantik 12 orang yang sudah melewati berbagai proses penyeleksian di Markas Besar Angkatan Laut yang berada di Jakarta.

Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan menjadi hari lahir dari Korps Wanita Angkatan Laut (KOWAL).

Pasca dilantik, mereka pun dikirimkan ke Sekolah Supply Angkatan Laut (SSAL) dan Ksatrian Angkatan Laut Malang (KALM). alu, 12 KOWAL tersebut juga dikirmkan ke unit militer perempuan angkatan laut Amerika Serikat, yaitu Women Accepted For Volunteer Emergency Service (WAVES).

Tujuannya adalah untuk mempelajari segi keorganisasian dan kegiatannya, serta untuk mendalami terkait manajemen staf dan bahasa Inggris. Hal ini tentunya sangat berguna bagi pengembangan dan dalam menjalankan fungsi-fungsi KOWAD kedepannya.

Mulanya, KOWAL memang banyak ditugaskan dalam hal yang berkaitan dengan administrasi dan keuangan. Seiring berjalannya waktu, perempuan juga sudah bisa memberikan perannya untuk terlibat di lapangan sebagai prajurit lapangan.

Mengenal 4 Jenderal TNI Wanita di Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini