Kekuatan Militer Indonesia Melesat ke Peringkat 13 Dunia, Turunkan Mesir dan Iran

Kekuatan Militer Indonesia Melesat ke Peringkat 13 Dunia, Turunkan Mesir dan Iran
info gambar utama

Kemampuan pasukan militer Indonesia tampaknya semakin tak bisa diremehkan. Berdasarkan Indeks Kekuatan Militer Dunia 2023 yang dirilis oleh Global Firepower, Indonesia menempati peringkat 13 dengan skor 0,2221, naik dua tingkat dibanding tahun lalu berada di posisi 15. Tanah Air dan beberapa negara lainnya berhasil menurunkan Mesir dari posisi 12 ke 14 dan Iran dari posisi 14 ke 17. Di samping itu, Indonesia patut berbangga karena kekuatan militer negara ini masih menduduki peringkat satu se-Asia Tenggara.

Predikat militer terkuat di dunia tahun ini masih dipegang oleh negara adidaya, Amerika Serikat dengan skor PwrIndx 0,0712, diikuti Rusia (0,0714), Tiongkok (0,722), dan India (0,1025). Keempat negara ini selama lima tahun berturut-turut tidak pernah keluar dari empat besar ataupun bertukar tempat. Sementara posisi ke-5 ditempati oleh Britania Raya dengan skor 0,1435, menggantikan Jepang yang turun ke peringkat 8 dengan skor (0,1711).

Situs Global Firepower memeringkatkan kekuatan militer 145 negara menggunakan 60 lebih faktor individu untuk menentukan skor Power Index (PwrIndx). Skor PwrIndx yang sempurna adalah 0,0000. Tapi, itu hampir tidak mungkin dapat dicapai. Maka dari itu, semakin kecil angkanya, semakin kuat kemampuan tempur militer konvensional suatu negara.

Formula tersebut memberi kesempatan bagi negara-negara kecil, terbelakang, atau kurang berkembang, untuk lebih maju dalam bidang teknologi serta dapat bersaing dengan kekuatan yang lebih besar. Tahun 2023 ini, ada tiga negara yang baru bergabung dalam peraduan kekuatan militer sedunia ini. Mereka adalah Beliz, Benin, dan Senegal.

Kucurkan Rp67 Triliun, ini 5 Strategi Indonesia Perkuat Pertahanan dan Alutsista

Indikator penilaian kekuatan militer dunia

Seperti yang telah disebutkan bahwa ada 60 lebih faktor individu yang menjadi penilaian untuk membandingkan kekuatan militer seluruh dunia. Semuanya terbagi dalam beberapa kategori. Pertama, tenaga kerja yang meliputi jumlah populasi, layanan aktif, cadangan aktif, paramiliter, ibu kota, dan tenaga kerja yang tersedia.

Kedua, peralatan terdiri dari kekuatan armada pesawat, pejuang/pencegat, alat penyerang, angkutan sayap tetap, misi khusus, armada tanker, helikopter, armada pelatih helikopter penyerang, kendaraan tempur lapis baja, kekuatan tangki, kapal selam, dan lainnya.

Kemudian, yang ketiga keuangan meliputi anggaran pertahanan, utang luar negeri, paritas daya beli, serta cadangan devisa dan emas. Keempat, logistik. Faktor individu yang dinilai ada bandara, kekuatan angkatan kerja, pelabuhan-terminal utama, cakupan kereta api, jalan raya, dan kekuatan laut.

Kelima, sumber daya alam, terdiri dari produksi, konsumsi, dan cadangan minyak, gas bumi, dan batu bara. Terakhir faktor geografi, meliputi cakupan garis pantai, jalur air, perbatasan, dan luas tanah persegi.

Stasiun Ambarawa, Denyut Nadi Kota Militer yang Lama Terlelap

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Afdal Hasan lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Afdal Hasan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini