6 Makanan Fermentasi Indonesia yang Sehat, Ada yang Superfood!

6 Makanan Fermentasi Indonesia yang Sehat, Ada yang Superfood!
info gambar utama

Kekayaan Indonesia bukan hanya terbatas pada alamnya saja, tetapi juga kulinernya. Di kancah internasional, Indonesia mungkin terkenal dengan makanannya yang kaya akan rempah-rempah. Padahal, negara ini masih punya ragam kuliner lain yang tak kalah menggoyang lidah. Itu adalah aneka olahan fermentasi.

Selain enak, olahan-olahan tersebut nyatanya baik bagi kesehatan. Bahkan, ada salah satu yang disebut sebagai superfood! Lantas, ada apa saja makanan fermentasi Indonesia yang sehat? Langsung simak ulasannya berikut ini!

1. Tempe

Makanan Fermentasi Indonesia yang Sehat: Tempe
info gambar

Dibungkus daun pisang dalam bentuk balok-balok panjang. Dari luar, tempe terlihat biasa-biasa saja. Namun nyatanya, ia termasuk salah satu makanan fermentasi Indonesia yang sehat.

Terbuat dari biji kedelai yang difermentasi, tempe memiliki nilai gizi yang cukup tinggi. Dalam 100 gramnya, terkandung 20,8 gram protein, 8,8 gram lemak, serta vitamin dan mineral lainnya. Karena kaya nutrisi, makanan tradisional Indonesia ini mendapat julukan superfood.

Selain itu, olahan fermentasi ini juga sudah ada sejak berabad-abad lalu. Dilansir Kompas, sebuah catatan Jawa Kuno, yakni Serat Centhini, mengisahkan bahwa masyarakat Jawa telah membuat tempe sejak abad ke-19. Mereka mengolahnya menjadi berbagai hidangan, antara lain tempe goreng, tempe bacem, dan sambal tempe.

2. Tape

Tapai
info gambar

Kalau tempe kaya akan protein, tapai—juga disebut tape—merupakan sumber probiotik alias bakteri baik, Kawan. Mengapa begitu? Ini tentu karena proses pembuatan tape, baik singkong maupun ketan, dilakukan dengan cara fermentasi yang melibatkan bakteri asam laktat (BAL).

BAL sendiri tergolong jenis bakteri yang baik. Ia mampu melawan bakteri patogen penyebab penyakit sehingga kehadirannya dapat menyehatkan pencernaan.

Di samping itu, mengonsumsi tape juga dapat menghangatkan tubuh dan memberimu energi. Walaupun memiliki banyak manfaat, jangan sampai Kawan berlebihan makan tape, ya! Takutnya kamu malah mabuk dan sakit perut akibat kandungan alkohol di dalamnya.

Baca juga: 7 Makanan dari Singkong Khas Indonesia: Tradisional hingga Kekinian

3. Dadiah

Bukan hanya negara-negara barat, Indonesia juga punya yogurt. Adalah dadiah, atau dadih, olahan fermentasi asli Ranah Minang. Panganan satu ini berbahan dasar susu kerbau. Susu yang digunakan dimasukkan ke dalam wadah bambu, ditutup dengan daun pisang, lalu difermentasi selama 2–3 hari sampai menggumpal.

Dadiah sendiri juga termasuk makanan fermentasi Indonesia yang sehat, Kawan. Hal ini karena di dalamnya, terdapat bakteri asam laktat yang baik. Secara spesifik, laman sumbarprov.go.id menyebutkan bahwa dadiah berkhasiat untuk

  • memperlancar buang air besar;
  • meningkatkan daya tahan tubuh;
  • mencegah masuknya bakteri patogen; hingga
  • mencegah timbulnya berbagai penyakit, seperti kanker usus.

4. Oncom

Oncom Merah
info gambar

Antara oncom dan tempe, keduanya mungkin sekilas terlihat mirip. Namun, dua makanan tradisional Indonesia ini sebenarnya berbeda. Olahan kebanggaan orang Sunda ini terbuat dari campuran bungkil kacang tanah, ampas tahu, ataupun ampas kedelai dengan jamur Neurospora sitophila yang didiamkan selama 2–3 hari.

Kandungan dari saudara tempe ini juga tak boleh diremehkan. Dalam oncom, terdapat berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, zat besi, kalsium, dan fosfor.

Apabila Kawan rutin mengonsumsinya, laman Halodoc menyampaikan, kesehatan tulang dan gigimu akan terjaga serta sistem peredaran darah tubuhmu pun akan lancar. Meskipun murah dan mudah didapat, oncom terbukti baik bagi kesehatan.

Baca juga: 7 Makanan Tradisional Sunda yang Khas dan Wajib Dicoba

5. Tempoyak

Makanan Fermentasi Indonesia yang Sehat: Tempoyak
info gambar

Apa yang terlintas di pikiranmu ketika mendengar kata "tempoyak"? Kalau Kawan mengira ini sejenis seafood, kamu salah. Tempoyak merupakan olahan fermentasi asal suku Melayu di Sumatra dan Kalimantan yang berbahan dasar durian.

Tempoyak dibuat dengan memisahkan daging buah durian dari bijinya, memberi sedikit garam, lalu difermentasi dalam wadah selama 3—7 hari. Alih-alih dimakan langsung, tempoyak yang sudah jadi biasanya perlu diolah dulu, misalnya dibuat menjadi sambal ataupun dimasak bersama gulai ikan.

Mungkin, tak semua orang bakal suka makanan yang satu ini. Namun, Kawan perlu tahu bahwa tempoyak ternyata memiliki berbagai manfaat bagi tubuh, di antaranya melancarkan buang air besar, menyehatkan sistem pencernaan, hingga menjaga kekebalan tubuh.

6. Brem

Brem
info gambar

Makanan fermentasi Indonesia yang sehat terakhir adalah brem. Apa itu? Buat yang belum tahu, brem merupakan kudapan tradisional khas Madiun, Jawa Timur, yang terbuat dari campuran sari beras ketan dan ragi.

Jajanan ini berwarna putih dan memiliki tekstur yang unik. Dari luar, brem terlihat kering dan padat. Namun, ketika masuk ke dalam mulut, ia langsung hancur dan memberikan sensasi seperti meletup-letup di lidah.

Selain rasanya yang manis, brem juga mengandung sejumlah manfaat yang baik bagi tubuh. Adapun kebaikannya meliputi menyehatkan saluran pencernaan, memberikan energi, mengatasi stres, hingga sebagai sumber probiotik.

Baca juga: Brem, Camilan Unik Asal Madiun yang Pernah Berjaya Pada Masanya

Bukan sebatas enak saja, keenam makanan fermentasi Indonesia yang sehat di atas juga menyuguhkan segudang nutrisi yang baik bagi tubuh. Kalau Kawan berjumpa dengan makanan-makanan tadi di pasar, jangan ragu untuk membeli dan memakannya, ya!

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

FS
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini