Mahasiswa Wajib Baca! Perhatikan Hal Berikut Sebelum Masuk ke Dunia Organisasi Kampus

Mahasiswa Wajib Baca! Perhatikan Hal Berikut Sebelum Masuk ke Dunia Organisasi Kampus
info gambar utama

Kehidupan organisasi atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tidak dapat dilepaskan bagi sebagian mahasiswa yang anti menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang). Sebagian mahasiswa menganggap bahwa mengikuti organisasi kampus dapat mengasah softskill atau kemampuan yang tidak didapatkan di bangku perkuliahan. Mulai dari organisasi yang bergerak pada ranah program studi atau Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP/Hima), maupun organisasi yang bergerak di bidang khusus seperti teater, kesenian daerah, jurnalistik, pecinta alam, maupun organisasi keagamaan.

Jika ditanya ikut organisasi itu penting atau tidak, jawaban saya akan tergantung. Selama perkuliahan, saya mengikuti beberapa organisasi, salah satunya adalah organisasi Jurnalistik atau pers mahasiswa. Saya juga aktif mengikuti Himpunan Mahasiswa Program Studi di bidang tekait yaitu Media dan Jurnalistik. Alasan kenapa saya memilih organisasi ini adalah rasa suka saya terhadap kepenulisan, jurnalistik, dan media. Jika dibilang organisasi membawa banyak relasi, saya akan setuju hal itu.

Ilustrasi | Sumber: Freepik.com/drobotdean
info gambar

Ada banyak hal yang perlu diperhatikan dalam memilih organisasi yang diikuti:

  1. Kenali passion dan minat Kawan

Apakah Kawan suka menulis? Ataukah Kawan lebih merasa bahagia ketika menyanyi? Apakah Kawan suka beradu akting? Atau mungkin ingin lebih mempelajari soal kesenian daerah? Atau mungkin Kawan GNFI seorang petualang yang menyukai tantangan? Coba pikirkan kembali, apa yang ingin Kawan pelajari lebih lanjut, apa yang bersangkutan dengan hobi Kawan, atau setidaknya Kawan akan merasa senang ketika melakukan kegiatan produktif apa. Pikirkan dengan baik dulu sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia organisasi.

Baca juga: Kece! Ini 6 Ide Outfit untuk Menyambut Kuliah 2023
  1. Kenali organisasi yang diikuti lebih dalam

Sebelum masuk ke dalam sebuah organisasi, tidak ada salahnya apabila mau memastikan dulu dengan bertanya kepada para pengurus organisasi, seperti apa saja sih yang dilakukan di organisasi tersebut, agenda apa saja yang ada, masihkah berhubungan baik dengan para alumni, dan bukti apa yang bisa kita dapatkan dari organisasi tersebut. Misalnya seperti sertifikat yang resmi tertandatangani pihak kampus, minimal Dekan Fakultas, atau hasil project yang dibuat. Usahakan hasil dari berorganisasi dapat menjadi bukti sebagai portofolio diri.

  1. Cari tahu apa yang mau Kawan pelajari lebih dalam

Cari tahu alasan Kawan mengikuti organisasi tersebut, cari skill yang ingin dikembangkan di organisasi yang jadi incaran Kawan GNFI, kemudian pilih divisi atau bidang yang sesuai dan bisa menunjang untuk meningkatkan skill yang diinginkan. Tidak ada salahnya untuk menolak posisi atau jabatan divisi yang sekiranya tidak berhubungan dengan apa yang ingin Kawan pelajari, jangan sampai tidak memikirkan divisi yang ingin diikuti karena hal itu akan sia-sia apabila dilakukan dengan terpaksa dan tidak berkembang di divisi tersebut.

  1. Buat target atau goals untuk mencapai tujuan

Dalam setiap keputusan yang Kawan ambil, pasti ada tujuan yang sudah ditetapkan. Misalnya, setelah memutuskan untuk masuk ke dunia organisasi, posisi apa yang ingin Kawan dapatkan yang dapat menunjang atau menjadi branding diri kedepannya, apakah menjadi ketua, bendahara, sekretaris, atau social media specialist, atau yang lain. Tentukan target yang akan dicapai, jangan sampai hanya sekedar ikut tanpa tujuan atau goals yang jelas.

  1. Selesaikan sampai akhir

Nah, bagian ini merupakan bagian paling sulit yang saya alami. Bertahan, konsisten, dan berkomitmen itu susah. Dalam suatu organisasi periode waktunya ditentukan, biasanya satu periode itu 1 tahun kepengurusan, tidak seperti kepanitiaan yang selesai ketika event selesai. Dalam organisasi pers yang saya ikuti, membutuhkan waktu 3 tahun untuk dapat sampai ke jabatan pimpinan. Pada tahun pertama jabatan staf, tahun kedua kepala biro, dan tahun ketiga adalah pimpinan (jabatan tertinggi). Sebelum Kawan memutuskan untuk masuk ke dalam suatu organisasi, tentukan goals, kemudian pikirkan apakah Kawan mampu berkomitmen sampai akhir untuk menyelesaikan goals yang telah ditulis?

Berorganisasi adalah berhubungan dengan banyak orang, baik dalam internal organisasi tersebut maupun luar dari organisasi. Saranku jangan sampai akibat ketidakmampuan untuk berkomitmen menyelesaikan tugas sampai akhir malah membebani pengurus atau anggota organisasi yang lain. Ingat! Tanggungjawab menjadi hal yang paling penting dalam sebuah organisasi, mengingat kita tidak dibayar dalam bentuk material atau uang.

Baca juga: 7 Skill yang Diperlukan saat Jadi Staf Acara di Kampus

Berdasarkan pengalaman saya sih gitu ya, tentunya ikut organisasi akan memberikan manfaat apabila dikelola dan dipersiapkan dengan baik, sebaliknya ikut organisasi akan sia-sia kalau tidak dipersiapkan dan diselesaikan hingga akhir atau berhenti di tengah jalan. Sertifikatnya ngga dapet, pengalamannya minim, cuma dapet capeknya aja, kan sayang. Jadi, Kawan GNFI mau jadi si paling organisasi atau mau jadi mahasiswa kupu-kupu aja nih?

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

NS
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini