Kabar Gembira untuk Kita Semua, Manggis Bali Kini Naik Ekspornya

Kabar Gembira untuk Kita Semua, Manggis Bali Kini Naik Ekspornya
info gambar utama

Manggis Bali kini bangkit. Sempat terpuruk, kini ekspornya menggeliat lagi dan mengalami peningkatan.

Siapa yang tak kenal manggis? Buah khas wilayah tropis ini adalah salah satu buah terfavorit di antara buah lainnya di Indonesia. Bagaimana tidak, rasanya yang manis keasam-asaman adalah kenikmatan yang begitu memanjakan lidah siapapun yang mencicipinya.

Manggis punya nama latin Garcinia mangostana L. Sejarahnya, manggis diyakini berasal dari kawasan Semenanjung Malaya yang kemudian sampai dan menyebar luas ke berbagai penjuru Nusantara.

Secara fisik, buah manggis berbentuk bulat dengan kulit berwarna coklat keunguan. Di dalamnya, terdapat daging putih bersih dengan tekstur lembut dan berair. Jika dikonsumsi, daging buah manggis punya sensasi menyegarkan.

Indonesia punya beberapa wilayah penghasil manggis yang produktif, salah satunya Bali. Tidak sekadar menghasilkan manggis berlimpah, kualitas buahnya pun tidak kaleng-kaleng.

Ya, manggis Bali punya keunggulan secara kualitas. Dibandingkan dengan manggis dari daerah lain, manggis Bali punya daging yang lebih empuk namun tidak lembek. Tampilan luarnya pun lebih bagus.

Tak heran apabila manggis Bali punya peminat di pasar internasional. Importir asal China pernah berkomentar soal mantapnya manggis Bali ini.

"Cita rasanya lebih manis dibandingkan manggis Thailand," kata Kepala Shanghai Sunshine Group Richard Zhou pada tahun 2021 lalu, demikian seperti dilansir Antara.

Gula Palma, Komoditas yang Manis Rasa Sekaligus Cuannya

Ekspor Naik

Kendati punya kualitas ciamik, tak selamanya bisnis manggis Bali di pasar internasional berkibar. Ada kalanya ekspor manggis Bali terpuruk, seperti yang terjadi pada tahun 2020 lalu saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Namun seiring berjalannya waktu dan pandemi yang kian terkendali, ekspor manggis Bali bergairah lagi, khususnya ke China. Pada Desember 2022 saya, nilainya dilaporkan mencapai Rp3,3 miliar.

"Desember (2022) itu merupakan awal kembalinya eksistensi buah di pasar internasional terutama ke China," ujar Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar I Putu Terunanegara yang dikutip CNN Indonesia.

Manggis bernilai Rp3,3 miliar yang diekspor dari Bali menuju China punya volume sebesar 53,7 ton. Manggis tersebut telah melalui proses pembersihan dan pengemasan di tempat yang terdaftar oleh General Administration of Customs of the People's Republic of China (GACC). Selain itu, Petugas Karantina Denpasar pun telah melakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan manggis terbebas dari hama. Setelahnya, akan diterbitkan phytosanitary certificate agar manggis bisa diberangkatkan.

"Hal ini, menjadi awal yang bagus bagi kebangkitan ekspor manggis ke China setelah lama tersendat. Semoga di 2023 ekspor manggis ke China meningkat dan dapat menyejahterakan pertanian hortikultura di Provinsi Bali," pungkas I Putu Terunanegara.

Kontroversi Gula, dari Angka Konsumsi hingga Aturan Kandungan Produk yang Berlaku

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan A Reza lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel A Reza.

Terima kasih telah membaca sampai di sini