Mangga dari Jawa Barat Menuju Jepang, Mangga Atuh!

Mangga dari Jawa Barat Menuju Jepang, Mangga Atuh!
info gambar utama

Siapa tidak suka mangga? Buah tropis satu ini memang sungguh nikmat. Rasanya yang manis keasaman dan daging buahnya yang empuk dan berair dijamin membuat siapapun ketagihan.

Catatan sejarah menunjukkan jika mangga sudah ditanam di India pada abad ke-4 atau ke-5 SM. Seiring waktu, mangga menyebar ke belahan dunia lain, termasuk Indonesia.

Buah mangga diperkirakan mulai masuk pada tahun 1600 di Kepulauan Maluku. Hingga saat ini, mangga dibudidayakan dan bisa ditemui di berbagai wilayah di Indonesia. Penikmatnya pun tentunya banyak.

Ternyata, bukan orang Indonesia saja yang menyukai mangga, orang Jepang pun demikian. Ya, mangga dari berbagai luar negeri laku di sana meski di sana buah tersebut juga bisa tumbuh dan berbuah.

Jepang adalah pasar potensial sekaligus salah satu tujuan bagus untuk ekspor mangga. Baru-baru ini, Jawa Barat bergerak membidik peluang ekspor mangga ke sana.

Wow! Diekspor ke Seluruh Dunia, Udang Sumbang Devisa Negara Terbesar

Mangga Jabar Siap ke Jepang

Ada satu tantangan penting yang harus dihadapi bagi siapapun yang ingin mengekspor mangga ke Jepang: Buahnya harus dipastikan bebas dari hama lalat buah.

Kabar gembiranya, temuan terkini menunjukkan jika mangga gedong gincu dari Jabar tidak mengandung lalat buah tersebut. Artinya, mangga Jabar sudah memenuhi standar kelayakan untuk diekspor ke Jepang.

"Saat ini hambatan teknis mangga Jabar masuk ke pasar Jepang adalah ada protokol ekspor negara tujuan yang mewajibkan bebas dari hama lalat buah tersebut, dan dengan hasil penelitian yang menggembirakan ini maka mangga gedong gincu siap masuk pasar Jepang,“ ujar Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian Bambang seperti dilansir Antara.

Temuan bahwa mangga Jabar bebas lalat buah didapat dari penelitian oleh Institut Pembangunan Jawa Barat, Universitas Padjadjaran (Injabar Unpad). Adapun lalat buah yang dicari keberadaannya adalah jenis Bactrocera occipitalis.

Kesempatan mengekspor mangga Jabar ini tidak bisa dilewatkan begitu saja. Oleh karena itu, Barantan segera mengontak pihak Jepang guna berkoordinasi terkait aturan teknis. Harapannya, ekspor mangga asal Jabar bisa segera terlaksana.

"Kami segera berkirim surat resmi ke Jepang bahwa pada mangga (gedong, red) tidak ditemukan Bactrocera occipitalis," lanjut Bambang.

Direktur Utama Injabar Prof. Keri Lestari juga berharap hal yang sama. Dengan demikian, Injabar selaku institusi yang bertumpu pada penelitian dan inovasi guna menyelesaikan masalah di Jawa Barat turut berhasil berkontribusi untuk memajukan sektor pertanian.

Mangga Jawa Barat menuju Jepang? Mangga atuh!

Gula Palma, Komoditas yang Manis Rasa Sekaligus Cuannya





Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan A Reza lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel A Reza.

Terima kasih telah membaca sampai di sini