Kecantikan Kima: Kerang Raksasa yang Dilindungi Masyarakat Dunia

Kecantikan Kima: Kerang Raksasa yang Dilindungi Masyarakat Dunia
info gambar utama

Kima merupakan sejenis kerang besar yang banyak ditemukan di wilayah perairan Asia Tenggara. Kerang raksasa dalam kelas Pelecypoda ini banyak tersebar di lautan Raja Ampat, Papua.

Kima biasanya hidup di ekosistem karang yang menyebar di wilayah Indo-Pasifik. Tiap spesies kima, memiliki wilayah sebarannya sendiri. Hal yang menarik adalah 8 dari 12 spesies kima di dunia, merupakan penghuni lautan Indonesia.

Dinukil dari Laut Sehat, kedelapan spesies tersebut adalah kima raksasa (Tridanca gigas), kima selatan (Tridacna derasa), kima sisik (Tridacna squamosa), kima lubang (Tridanca crocea), kima kecil (Tridanca maxima), kima pasir (Hippopus hippopus), kima cina (Hippopus porcellanus), dan kimaboe (Tridacna kimbaoe).

Limbah Cangkang Kerang Darah sebagai Anti Bakteri

Di Indonesia kima memiliki area penyebaran yang cukup luas. Mereka dapat ditemui di Selat Bali, Selat Makassar, Laut Sulawesi, Pantai Barat Tapanuli, dan di Perairan Indonesia bagian Timur.

Dahulunya hewan ini sering dimanfaatkan oleh masyarakat yang tinggal di pesisir sebagai olahan makanan, namun kini organisme tersebut tergolong hewan laut yang dilindungi dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Dimuat dari Indonesia Kaya, besarnya kima dapat mencapai ukuran 1,5 meter dengan berat 250 kilogram. Bahkan ada beberapa penemuan kima yang mencapai 2,5 meter. Sementara kima lubang merupakan spesies yang terkecil yakni 15 cm.

Hewan unik

Dalam studi yang berjudul Kerang Raksasa Dari Raja Ampat yang dinukil dari National Geographic, kima bagi masyarakat lokal Raja Ampat disebut dengan bia garu. Hewan ini memang sangat erat dengan masyarakat sekitar.

Disebutkan di perairan Raja Ampat terdapat beberapa jenis kima, di antaranya Tridacna gigas, Tridacna squamosal, Tridacna maxima, Tridaca crocea, Hippopus hippopus, dan Hippopus porcelanus.

Sementara itu selain bia garu, masyarakat pesisir Raja Ampat juga memiliki penyebutan untuk kima dengan bahasa daerah yang dibedakan dari jenis dan ukurannya. Contoh masyarakat Misool menyebut Tridacana gigas sebagai Can-can.

Transformasi Limbah Laut menjadi Komoditas Ekspor

Hewan ini biasanya diidentifikasi dengan bentuk simetri bilateral dan mempunyai cangkang setangkup atau mantel. Biasanya mereka juga hidup dengan membenamkan/menempel pada karang, ada juga yang hidup substrat berpasir dan padang lamun.

Dalam studi tersebut juga diungkap bahwa dua organ utama yang terdiri atas cangkang dan organ lunak. Pada cangkang kima memiliki dua tangkup simetris yang terbuat dari zat kapur dengan warna putih kekuning-kuningan.

Sedangkan pada organ lunak terdiri atas hati, insang, empedu, otot adukator dan reflector, saluran pencernaan, gonad, kaki, dan bysus. Organ lunak kimia dilindungi oleh mantel luar yang berwarna cemerlang.

Hewan ini juga mempunyai dua macam otot yang menempel pada dinding bagian dalam cangkangnya, seperti otot retraktor dan otot aduktor. Keduanya memiliki fungsinya, misalnya pada otot retraktor berfungsi sebagai penjulur dan penarik kaki.

Sedangkan pada otot aduktor memiliki bentuk yang lebih besar dan berfungsi untuk membuka dan menutup cangkang bila hewan tersebut mengalami ancaman. Karena bila cangkang kima tersebut terbuka terkesan sudah mati.

“Padahal bila tersentuh oleh suatu rangsangan cangkangnya bisa saja tiba-tiba menutup dan dapat menjepit benda-benda yang ada di daerah itu,” jelas tim peneliti Bustam Umsapyat dan kawan-kawan

Hewan yang dilindungi

Bustam menyebut biasanya masyarakat Raja Ampat mengambil kima dengan cara yang sederhana. Misalnya jenis kima besar yang berada di kedalaman air, masyarakat mengambilnya dengan cara menyelam.

Ada juga bila kima yang memiliki bobot berat, masyarakat akan meninggalkan cangkang dan hanya mengambil dagingnya saja. Pada jenis kima yang melekat di batu karang, masyarakat akan menggunakan linggis dan parang.

Sementara itu, bagi masyarakat Raja Ampat, kima setelah diambil akan dimanfaatkan untuk kebutuhan lauk. Biasanya kima akan diolah keseluruhan bagiannya, baik daging, otot adduktor maupun cangkangnya.

5 Wilayah Adat yang Jadi Dasar Pemekaran Provinsi Papua

Dikatakan oleh Bustam, pada bagian otot adduktor menjadi sisi yang terlezat. Selain rasanya yang nikmat, kima ternyata memiliki kandungan protein yang tinggi. Masyarakat biasanya memiliki berbagai resep untuk pengolahan hidangan kerang kima.

Namun perlu diketahui bahwa kima merupakan jenis hewan yang dilindungi. Perlindungan kima tertulis pada Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999 mengenai Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini