Laut Natuna dan Harta Kartun yang Seakan Tak Henti-hentinya Ditemukan di Sana

Laut Natuna dan Harta Kartun yang Seakan Tak Henti-hentinya Ditemukan di Sana
info gambar utama

Laut Natuna punya harta karun yang tersimpan di dalamnya. Harta karun itu seakan tak henti-hentinya ditemukan.

Harta karun yang dimaksud adalah minyak dan gas. Ya, Laut Natuna memang sangat kaya akan dua benda yang sangat berharga dan bernilai ekonomi tinggi tersebut.

Natuna adalah kabupaten yang masuk ke dalam wilayah Kepualauan Riau. Natuna adalah wilayah yang sangat dekat dengan teritori negara lain. Natuna berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja di utara, Singapura di Barat, dan Malaysia di bagian Barat selaligus timur.

Natuna menyimpan kekayaan yang luar biasa besar di lautnya dengan kandungan migas yang melimpah ruah. Maklum saja, wilayah Natuna sebagian besarnya memang terdiri dari laut. Laman Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat luas daratan Natuna hanya 2.001,30 Km persegi, sementara luas lautnya 262.197,07 Km persegi.

Berapa kekayaan migas di Natuna? Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral yang dipublikasikan CNBC Indonesia pada Desember 2021, Natuna memiliki cadangan minyak sebesar 135,17 juta barel dan cadangan gas sebesar 1,26 triliun kaki kubik.

Berikut rincian data cadangan migas di Natuna:

Cadangan Terbukti Minyak: 60,31 juta barel

Cadangan Mungkin Minyak: 47,43 juta barel

Cadangan Harapan Minyak: 27,43 juta barel

Cadangan Terbukti Gas: 767,23 miliar kaki kubik

Cadangan Mungkin Gas: 390,72 miliar kaki kubik

Cadangan Harapan Gas: 106,30 miliar kaki kubik

Data mengenai cadangan migas di Natuna juga senantiasa bertambah. Ini dikarenakan adanya eksplorasi yang berhasil menemukan cadangan baru di sana. Misalnya pada awal Februari 2022 lalu, perusahaan eksplorasi minyak asal Kuwait bernama KUFPEC Indonesia mendeteksi cadangan migas baru di Blok Anambas, salah satu area dari Laut Natuna.

Seperti dilansir Tempo, KUFPEC menemukan cadangan migas baru melalui uji kandung lapisan atau drill steam test di sumur eksplorasi Anambas-2X. Hasilnya adalah laju aliran gabungan yang stabil sebesar 40 juta kaki kubik gas (MMscfd) gas alam dan 1.240 stb/d kondensat.

Sederet Fakta Mencengangkan Tentang Industri Sawit di Indonesia

Genjot Produksi

Dengan kandungan migas yang melimpah, Indonesia juga terus menggenjot produksinya. Bahkan Indonesia punya target produksi 1 juta BOPD (barel minyak per hari) dan 12 BSCFD (miliar standar kaki kubik per hari) pada tahun 2030 mendatang.

Untuk itu, berbagai upaya digencarkan, termasuk dengan mengembangkan sarana dan prasarana produksi. Terbaru, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco E&P Natuna Ltd menuntaskan Proyek Belida Extension di Wilayah Kerja Blok B Laut Natuna.

Proyek Belida Extension berfungsi untuk mengoptimalkan produksi gas. Kini, produksi gas nasional pun meningkwt sebesar 30 MMSCFD (juta kaki kubik) per hari. Nilai investasi yang digelontorkan pun tak main-main, yakni US$ 77,5 juta atau sekitar Rp1,2 triliun.

“Selain investasinya yang cukup besar, proyek ini merupakan proyek bersejarah di Indonesia karena akan menjadi lapangan pertama yang memproduksikan Lapisan Intra Muda di Natuna," ujar Deputi Eksploitasi SKK Migas Wahju Wibowo seperti dilansir Antara.

Menilik Dampak Invasi Rusia dan Persoalan Pasokan Minyak yang Dihadapi Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan A Reza lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel A Reza.

AR
SA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini