Melihat Kecanggihan Rumah Adat Kampung Wana yang Tahan dengan Gempa

Melihat Kecanggihan Rumah Adat Kampung Wana yang Tahan dengan Gempa
info gambar utama

Kampung Wana secara geografis berada di daerah pesisir timur Lampung Timur, tepatnya di Kecamatan Melinting. Di Kampung Wana selain penduduk etnis asli Melinting juga bermukim masyarakat etnis lain seperti Jawa, Banten.

Mata pencaharian utama penduduk Kampung Wana adalah bercocok tanam. Wilayahnya yang subur menjadikan berbagai jenis tanaman tumbuh dengan subur. Mata pencaharian utama penduduk adalah di bidang pertanian.

Sistem kekerabatan masyarakat Kampung Wana yang merupakan orang Melinting pada dasarnya adalah tipe keluarga luas. Pada awalnya lahan maupun bahan untuk perumahan cukup tersedia masing-masing anak yang telah menikah.

Jejak Kaki Para Transmigran Jawa yang Mewarnai Daratan Lampung

Lahan rumah (petegian) adalah satu areal yang dipergunakan untuk bangunan rumah, termasuk bagian halaman yang belum ada bangunannya. Areal lahan ini diolah, diratakan dan ditinggikan untuk kemudian didirikan rumah serta ditempatkan umpak-umpak batu.

Umpak-umpak batu tersebut menjadi tempat bertumpunya tiang-tiang kayu bangunan. Samping kiri dan kanan halaman rumah, pada umumnya dibiarkan terbuka tanpa pagar pembatas, sehingga bisa berinteraksi secara bebas dengan tetangga.

“Hal itu juga mencerminkan adanya pola hubungan sosial yang erat serta terbuka antar keluarga di Kampung Wana, yang pada dasarnya memiliki kekerabatan keluarga luas,” papar Ani Rostiyati dalam Tipologi Rumah Tradisional Kampung Wana di Lampung Timur.

Tahan gempa

Ani Rostiyati dalam Kenapa Rumah Tradisional Kampung Wana di Lampung Timur Tahan Gempa menyebut struktur bangunan rumah Kampung Wana ini memiliki filosofi kepala, badan dan kaki pada bentuk arsitekturnya.

Disebutkannya pondasi rumah tradisional ini sama seperti di daerah lainnya yakni rumah panggung dengan umpak batu. yang menjadi media perataan beban. Selain itu sebagai media pemisah antara material kayu dengan tanah agar tidak cepat terjadi kerusakan.

Ani menyatakan material kayu yang digunakan adalah jenis merbau atau kenanga, yang merupakan material utama rumah tradisional Kampung Wana. Selain itu umpak batu tersebut apabila terjadi gempa dapat meredam dan mengurangi gerakan tanah.

Mengenal Jawanya Lampung

“Kaki atau kolom yang menjadi tumpangan struktur di atasnya memberikan efek fleksibilitas pada bangunan secara keseluruhan. Hal ini adaptif sekali terhadap kondisi daerah yang rawan gempa,” jelasnya.

Sementara itu pada bagian struktur atasnya yaitu bagian badan dan kepala mempunyai struktur yang kuat, dengan menggunakan sambungan purus dan pen kayu pada tiap-tiap bagian konstruksinya.

Disebutkannya konstruksi rumah di Kampung Wana dengan sistem saling tumpu, tekan, jepit dan tarik pada pemasangan papan lantai, belandar, dinding, dan kaso-kaso, menjadikan sistem konstruksi rumah tersebut sangat kuat tahan geseran dan elastis.

Memanfaatkan sumber alam

Dijelaskan oleh Ani masyarakat Kampung Wana biasanya memanfaatkan sumber-sumber material yang disediakan oleh alam. Berdasarkan pengetahuan dan pengalaman anggota-anggota kelompoknya.

Biasanya masyarakat menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat dari lingkungan sekitar yakni berupa hutan. Di dalam hutan terdapat bahan-bahan dasar kayu yang bervariasi.

“Pengetahuan masyarakat dalam memilih bahan kayu menghasilkan pilihan untuk menggunakan kayu yang keras, kuat, dan tahan lama, serta tahan terhadap cuaca atau serangga,” paparnya.

Bendungan Batutegi di Provinsi Lampung Sebagai PLTA

Karena itulah, jelas Ani, sebuah gempa besar yang terjadi di kawasan Provinsi Lampung tidak serta merta menyebabkan rumah tradisional Kampung Wana mengalami kerusakan dan runtuh.

Dijelaskan olehnya rumah-rumah tradisional di sana akan tetap berdiri, walau bergeser beberapa sentimeter dari tempat awal. Adapun rumah yang bergeser tersebut dapat dibetulkan kembali dengan cara mendongkraknya.

“Dengan kata lain, rumah tradisional Kampung Wana adalah model rumah yang tahan terhadap gempa bumi,” pungkasnya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini