Masjid Baiturrahman Aceh: Arsitektur Saksi Sejarah Pembakaran Belanda hingga Tsunami

Masjid Baiturrahman Aceh: Arsitektur Saksi Sejarah Pembakaran Belanda hingga Tsunami
info gambar utama

Masjid Raya Baiturrahman Aceh merupakan saksi bisu terjadinya tsunami Aceh pada Desember 2004 silam. Kejadian ini menjadi sejarah terbesar warga Aceh dan duka dunia yang menelan banyak korban. Namun, saat tsunami menerjang Aceh Masjid Raya Baiturrahman tetap berdiri kokoh dan hanya mengalami kerusakan yang tidak parah.

Masjid ini menjadi destinasi wisata Aceh yang tidak boleh Kawan lewatkan jika berkunjung ke kota yang dijuluki Seuramo Mekkah atau dikenal dengan nama Serambi Mekkah. Terletak di jantung Kota Aceh, yaitu di Jl. Moh. Jam No.1, Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh ini juga merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Aceh yang menjadi simbol agama, budaya, dan perjuangan masyarakat Aceh saat itu.

Sejarah Masjid Raya Baiturrahman Aceh

sejarah masjid baiturrahman aceh
info gambar

Masjid Raya Baiturrahman merupakan masjid pertama dibangun pada era Sultan Iskandar Muda pada 1607—1636 Masehi, di mana saat itu Aceh berada di puncak kejayaannya. Pertambahan penduduk Aceh semakin meningkat, pada tahun 1935 Masjid Raya Baiturrahman ini direnovasi menjadi tiga kubah yang awalnya hanya berdiri satu kubah.

Pada saat Indonesia merdeka tahun 1945, mata dunia terbuka untuk Aceh dalam berbagai bidang, seperti ekonomi, pertanian, dan perdagangan sehingga pertumbuhan ekonomi dan perdagangan di Aceh semakin membaik.

Selanjutnya, pada 1957 Masjid Raya Baiturrahman kembali direnovasi menjadi lima kubah sehingga tampak lebih megah. Hingga tahun 1991, Aceh kedatangan berbagai pemimpin negara untuk melihat Kota Aceh dan melakukan kerja sama dalam berbagai bidang serta membuat kehidupan di Aceh semakin membaik. Bahkan, pada saat itu Masjid Raya Baiturrahman kembali dimegahkan menjadi 7 kubah, 4 menara, dan 1 menara induk yang kokoh dan gagah.

Sampai sekarang, Masjid Raya Baiturrahman berdiri megah meski sempat diterjang tsunami Aceh pada Desember 2004. Bukan hanya itu, dalam sejarahnya, Masjid Raya Baiturrahman ternyata pernah dibakar habis oleh Belanda pada 10 April 1873. Pembakaran ini terjadi karena Belanda merasa kewalahan dengan perlawanan rakyat Aceh pada masa itu dan juga kematian Mayjen Kohler.

Meskipun begitu, rakyat Aceh tetap berjuang dan meningkatkan perlawanan sehingga pemerintah kolonial Belanda yang diwakili Gubernur Jenderal Van Lansnerge membangun kembali masjid kebanggan rakyat Aceh ini pada 1879.

Baca juga: Sejarah Hari Ini (9 Oktober 1879) - Belanda Bangun Kembali Masjid Raya Baiturrahman Aceh

Arsitektur Masjid Raya Baiturrahman Aceh yang Kokoh dan Megah

masjid raya baiturrahman aceh
info gambar

Dibangun di atas lahan yang terbuka, membuat Masjid Raya Baiturrahman tampak megah dan secara keseluruhan bangunannya tampak dari berbagai arah. Terlebih di bagian taman, terdapat kolam besar dan ditumbuhi beberapa pohon kurma.

Arsitektur masjid yang merupakan gabungan gaya sejumlah negara, di mana gerbang utama menyerupai gaya rumah klasik Belanda berada tepat di depan pintu utama yang dibatasi serambi bergaya arsitektur masjid yang berada di Spanyol. Selain itu, ada pintu sekat untuk menuju ruang utama masjid memiliki aksen kuni India.

Kalau Kawan masuk ke dalam Masjid Raya Baiturrahman Aceh ini, Kawan akan melihat lantai dengan marmer putih dari Italia dan tiang putih penyangga yang kokoh dengan aksen hiasan di bagian bawahnya. Tepat di bagian tengah ruangan utama, terdapat lampu gantung yang memuat 17 titik lampu penerang.

Perlu Kawan ketahui, Masjid Raya Baiturrahman kini menjadi cagar budaya dunia dengan konstitusi luar dalamnya merupakan keaslian elemen bangunan dari zaman prakemerdekaan yang berupa kerawang pintu yang terbuat dari lempengan emas dan tembaga, serta tiang-tiang kecil dalam masjid dengan lapisan aslinya.

Selain itu, kusen jendela berbentuk roda pada bagian luar dan bagian dalamnya terbuat dari kayu. Sementara itu, ujung tombak pada atap kubah terbuat dari lempengan logam tipis dan bagian dalam kubah terbuat dari rangka kayu yang tersusun begitu rapi dan berdiri tegak.

Baca juga: Mengenal Masjid Menara Kudus: Sejarah, Keunikan, dan Tradisinya

Fungsi Masjid Raya Baiturrahman Bagi Masyarakat Aceh

Fungsi masjid raya baiturrahman aceh
info gambar

Sama seperti masjid-masjid lainnya, Masjid Raya Baiturrahman Aceh ini memiliki fungsi untuk beribadah dan sebagai pusat pendidikan ilmu agama Islam. Bahkan, pada masa Sultan Iskandar Muda (1607—1636), kalangan dari luar negeri, seperti Melayu, Persia, Arab, dan Turki yang datang untuk memperdalam ilmu agama di sini.

Pada era penjajahan Belanda, masjid ini difungsikan sebagai basis pertahanan dan perlawanan rakyat Aceh. Dari sinilah mengapa akhirnya Belanda membakar Masjid Raya Baiturrahman. Hingga saat ini, dengan berkembangnya penerapan syariat Islam di Aceh, fungsi Masjid Raya Baiturrahman Aceh bagi masyarakat juga dijadikan sebagai media pengembangan potensi sosial kemasyarakatan.

Referensi: duniamasjid.islamic | dsi.acehprov.go.id

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Deka Noverma lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Deka Noverma.

DN
KO
RP
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini