Merawat Nasionalisme di Papua Lewat Olahraga

Merawat Nasionalisme di Papua Lewat Olahraga
info gambar utama

Olahraga dilihat sebagai cara jitu untuk menyemai dan memperkuat nasionalisme. Itulah yang kini berusaha diterapkan di Papua.

Ya, nasionalisme yang intinya adalah kecintaan terhadap Tanah Air bisa diterapkan lewat berbagai jalan. Salah satunya adalah olahraga.

Di Papua, itulah yang terjadi. Olahraga diketahui berperan dalam meningkatkan rasa nasionalisme dan kecintaan warganya terhadap Indonesia. Hal itu pernah disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali.

Amali mengklaim pernyataan tersebut didasari oleh bukti ilmiah lewat penelitian akademisi Universitas Cenderawasih (Uncen) yang isinya membahas kaitan antara gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 dengan nasionalisme warga. Temuan penelitian menyebut PON telah meningkatkan nasionalisme warga Papua.

Sebagaimana diketahui, PON 2020 digelar di Papua yang terpilih sebagai tuan rumah mengalahkan Bali dan Aceh dalam pencalonan. Kendati sempat tertunda akibat pandemi Covid-19 dan baru bisa terlaksana pada Oktober 2021, ajang olahraga antardaerah itu bisa berjalan baik dan relatif lancar.

Oleh karena itu, semangat olahraga diharapkan terus bergelora di Papua. Selepas PON, Pemerintah bahkan ingin menjadikan Papua sebagai provinsi olahraga. Hal itu didiskusikan oleh Menpora bersama Presiden Joko Widodo.

"Salah satu hal yang menarik adalah bagaimana kita mendorong lagi Papua sebagai provinsi olahraga, sedang kita siapkan itu. Karena memang hasil penelitian yang dikerjakan oleh teman-teman Uncen itu dampak dari pelaksanaan PON terhadap meningkatnya rasa nasionalisme orang Papua itu," kata Amali pada November 2022 lalu seperti dilansir Antara.

Sejarah Baru & Momen Kebangkitan di Balik All Indonesia Final di Denmark Open 2022

Resmi Jadi Provinsi Olahraga

Pemerintah terus mendorong Papua untuk tampil sebagai provinsi olahraga. Namun sebetulnya status tersebut sudah resmi disandang Papua sejak Mei 2022.

Resminya Papua menjadi provinsi olahraga diumumkan pada Jumat (20/5/2022) di Hotel Sultan Jakarta. Saat itu, diadakan acara Diskusi Strategis Kolaborasi Papua Menuju Provinsi Olahraga yang dihadiri perwakilan dari Pemprov Papua, Kemenpora, Bappenas, KONI, DPRP, hingga Uncen.

Gagasan agar Papua menjadi provinsi olahraga pada dasarnya menyeruak karena dua hal. Pertama adalah prestasi atletnya yang sudah terbukti mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Kemudian yang kedua adalah sarana dan prasarana yang tersedia sebagai warisan PON.

“Apalagi dorongan untuk menjadi Provinsi olahraga ini juga diperkuat dengan semakin tersedianya sarana dan prasarana olahraga pasca pelaksanaan PON dan PEPARNAS yang baru lalu," terang Sekretaris Daerah (Sekda) Papua M. Ridwan Rumasukun dalam sambutannya yang dibacakan Plt. Kadisorda Papua, Alexander Kapisa, seperti dilansir laman resmi Pemprov Papua.

“Di mana saat ini terdapat 28 venue olahraga yang berstandar internasional atau telah disertifikasi secara internasional oleh masing-masing federasi cabang olahraga dengan total nilai asset sebesar Rp. 5 Triliun,” lanjut Ridwan.

Deretan Film Ini Angkat Kisah Perjuangan Atlet Indonesia yang Menginspirasi



Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan A Reza lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel A Reza.

Terima kasih telah membaca sampai di sini