Beberapa Daerah yang Sempat Diusulkan Menjadi Ibu Kota Sebelum IKN Nusantara

Beberapa Daerah yang Sempat Diusulkan Menjadi Ibu Kota Sebelum IKN Nusantara
info gambar utama

Saat ini, pembangunan mega proyek IKN yang berlokasi di Kalimantan Timur ini terus menjadi sorotan. Kota yang akan menjadi pusat pemerintahan baru Indonesia ini pembangunannya terus berkembang dan di tahun 2023 inilah pembangunan berbagai infrastruktur secara besar-besaran mulai dilakukan.

Pemilihan wilayah ibukota baru ini tentunya telah melewati berbagai pertimbangan. Namun, tahukah bila sebelum IKN Nusantara ini diresmikan, sudah ada berbagai usulan terkait dengan pemindahan ibu kota?

Dari usulan para pemimpin sebelumnya ini, telah muncul berbagai kota yang pernah dilirik akan menjadi calon ibu kota Indonesia. Berikut adalah beberapa kota tersebut :

Indonesia Ingin Gelar Olimpiade di IKN, Inilah Deretan Stadion Megah di Kalimantan Timur

Palangkaraya

Tito Noverian Putra (Shutterstock)
info gambar

Usulan mengenai pemindahan ibu kota ke Palangkaraya adalah ide dari pemimpin yang pertama sejak Indonesia. Saat itu, Ir. Soekarno sedang meresmikan kota ini pada 1957 dan menimbang bahwa kota ini cocok jadi calon pengganti Jakarta di masa mendatang.

Soekarno juga sudah memiliki bayangan dan standarnya tersendiri mengapa daerah ini layak menjadi ibu kota. Bahkan, ia sempat berdiskusi dengan arsitek dan ahli konstruksi dari Rusia mengenai perencanaan pembangunannya.

Salah satu langkah awalnya adalah dengan dibebaskannya lahan gambut yang kemudian dibangun menjadi sebuah jalan raya yang menghubungkan Palangka Raya dengan Tengkaling. Jalan ini dulu disebut sebagai Jalan Rusia dan kini dinamai sebagai Jalan Tjilik Riwut.

sayangnya keadaan ekonomi Indonesia setelahnya belum membaik dan Soekarno pun lengser pada 1965.

Bukan Cuma Tempat PNS Ngantor, Ibu Kota Baru Bisa Dikunjungi untuk Wisata

Jonggol

ardisasterr (Shutterstock)
info gambar

Ide Jonggol sebagai pengganti Jakarta ini muncul pada era pemerintahan Soeharto. Saat itu, pertimbangan utamanya adalah lokasi yang relatif dekat dengan Jakarta. Kurang lebih jaraknya adalah 40 km.

Selain itu, Jonggol juga bebas dari banjir, memiliki lahan kosong yang masih sangat luas, serta berada di antara kota-kota yang sudah lebih dulu berkembang, seperti daerah Jabodetabek, Karawang, Bandung, Purwakarta, atau Sukabumi.

Usulan ini pun sudah ditekankan dalam Keputusan Presiden (KEPPRES) No 1 tahun 1997 tentang Koordinasi Pengembangan Kawasan Jonggol Sebagai Kota Mandiri. Saat itu, para pengembang juga sudah banyak yang membeli lahan di daerah Jonggol dan sekitarnya.

Namun, pada 1997 terjadi krisis finansial di kawasan Asia yang akhirnya berbuntut kepada peristiwa 1998 yang membuat Soeharto lengser. Sehingga, ide ini pun akhirnya tidak jadi direalisasikan.

3 Kota Ini Pernah Jadi Ibu Kota Indonesia dalam Sekejap

Purwokerto

RiyadWashita (Shutterstock)
info gambar

Bersumber dari Buku Saku IKN, di era presiden SBY terdapat skenario bahwa Indonesia akan memindahkan pusat pemerintahan ke luar Jakarta, atau tetap mempertahankan Jakarta sebagai ibu kota namun pembangunannya benar-benar dimaksimalkan.

Pada masa pemerintahan presiden ke-6 ini pula, terdapat seleksi mengenai calon ibu kota dan Purwokerto masuk ke dalam 5 besar. Ide ini pun sempat disambut baik oleh masyarakat.

Dilansir dari merdeka.com, Velix Wanggai selaku Staf Khusus Presiden Bidang Otonomi daerah saat Desember 2010 memberikan beberapa alasan mengenai kelayakan Purwokerto.

Di antaranya adalah mengenai lokasi yang bagus, infrastruktur yang mendukung, serta iklim daerah yang nyaman. Bahkan, kawasan Baturaden yang berada di kaki Gunung Slamet yang bersuhu sejuk pernah diusulkan pula menjadi lokasi dari istana presiden.

Selain itu, pada sebenarnya masih ada berbagai kota yang sempat diusulkan menjadi kandidat calon ibukota di era SBY, seperti Palembang, Lampung Timur, hingga Karawang. Namun, usul tersebut hanyalah sebatas wacana saja dan Jakarta tetap menjadi ibu kota.

Mengenali Uniknya Kebudayaan dan Destinasi Wisata di Sekitar Ibu Kota Negara Baru

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini